Laba Bersih Bank Niaga Semester I Naik Tipis

Laba Bersih Bank Niaga Semester I Naik Tipis

Peter mengatakan, mulai tahun 2005 Niaga sudah tidak lagi mendapatkan dispensasi pajak yang sebelumnya diberikan untuk bank rekap, sehingga perseroan harus menambah pembayaran pajak lagi.

Lebih jauh, Peter merinci, kontribusi utama perolehan laba bersih Niaga berasal dari pendapatan bunga yaitu sekitar 85,21% atau naik dibandingkan periode sama sebelumnya sebesar 71,57%. Sedangkan pendapatan bunga dari obligasi pemerintah sebesar 9,81% atau turun dibandingkan periode sama sebelumnya sebesar 21,36%.

Niaga juga mencatat pertumbuhan kredit sebesar 54,56% menjadi Rp 25,54 triliun. “Peningkatan kredit ini terjadi pada segmen business banking, kemudian diikuti oleh consumer banking dan corporate banking. Sehingga komposisi kredit Niaga per Juni 2005 adalah 74% untuk bisnis dan konsumen termasuk UKM dan kredit korporasi hanya 26%,” paparnya.

Karena itu, rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) Niaga naik menjadi 93,2% dibandingkan sebelumnya 78,66%. Sedangkan rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat sebesar 4,44% pada 30 Juni 2005. Sementara rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 10,33%. “Per 14 Juli dengan adanya penawaran sub debt Niaga sebesar US$ 100 juta, mampu meningkatkan CAR bank ini menjadi 13,70%,” kata dia.

Hingga saat ini, dana masyarakat yang berhasil dihimpun sebesar Rp 27,15 triliun (per Juni 2005) atau naik 31,35% dibandingkan periode sama sebelumnya.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag