Kelebihan dan Kekurangan Exchange Traded Fund

Setiap investasi pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Sejatinya tidak ada investasi yang terbaik, adanya investasi yang paling cocok dengan profil investornya. Ada bisa menerima risiko tinggi, namun ada juga yang lebih memilih untung sedikit daripada harus mengalami kerugian.
Penting bagi investor mempelajari produk investasi yang akan dipilih. Mulai dari cara transaksi, kapan waktu investasi yang tepat, analisis fundamental serta kelebihan dan kekurangannya. Semua hal tersebut wajib hukumnya agar investor dapat memutuskan kemana uangnya dialirkan.
Salah satu investasi yang bisa dicoba yaitu Exchange Traded Fund (ETF). Menurut perencana keuangan Finansialku.com, Gembong, CFP®, ETF kedepannya akan memiliki Prospek yang bagus sekali seperti perkembangan pesat ETF di Amerika Serikat.
Agar tidak salah langkah, sebelum mulai investasi ETF ada baiknya kita mengetahui dulu apa kelebihan dan kekurangan investasi ETF sebagai berikut.
Kelebihan ETF
Dengan membeli ETF maka kita membeli sekelompok saham dengan kualitas yang bagus dan likuid dengan modal yang kecil. Misalnya kita beli ETF XPTD maka kita seperti membeli seluruh saham yang ada di Indeks IDX30 tersebut dengan bobot 30 saham tersebut sama dengan bobot indeks IDX30.
ETF dapat dibeli dan dijual kapanpun selama jam perdagangan seperti layaknya saham.
Dalam transaksi pembelian atau penjualan ETF , manajemen fee dari Manajer Investasi (MI) relatif lebih rendah dari reksa dana. Adapun biaya ETF di pasar sekunder sesuai dengan komisi broker. Secara risiko , ETF ini risikonya lebih rendah karena likuiditas terjamin.
Komposisi ETF diumumkan setiap hari sehigga investor mengetahui dengan pasti saham-saham yang dimiliki oleh reksadana ETF ini. Bahkan NAB/UP atau harga ETF dipublikasikan oleh Dealer Partisipan beberapa kali dalam satu menit, sehingga Investor yang ingin transaksi baik membeli atau menjual Unit Penyertaan ETF akan mengetahui persis nilai saham yang ditransaksikannya. Berbeda dengan reksa dana saham dimana investor tidak mengetahui harga detail dari unit penyertaannya dan komposisi saham pembentuk unit penyertaan tersebut.
Kekurangan ETF
Pada waktu investor menjual Reksadana ETF-nya di Bursa Efek, maka investor harus membayar pajak kepada pemerintah. Besarnya pajak final yaitu 0.1% dari nilai penjualan dan tidak melihat apakah investor mendapatkan keuntungan atau kerugian dari penjualan tersebut. Hal ini berbeda jika kita membeli reksa dana yang tidak termasuk objek pajak.
Biaya spread adalah selisih antara harga jual dan harga beli unit penyertaan. Berbeda dengan reksa dana biasa yang selalu dibeli dan dijual kembali pada Nilai Aktiva Bersih (NAB), Investor ETF yang menjual unit penyertaannya harus menanggung biaya yang meruakan selisih antara harga jual dan harga beli.Setelah mengetahui kekurangan dan kelebihan investasi ETF, yang perlu dilakukan adadlaah membuat perencanaan keuangan dan rencana investasi. Bagaimana? Apakah tertarik dengan investasi ETF? (Mutiara Ramadhanti)
Artikel ini diproduksi oleh tim finansialku.com untuk swa.co.id
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.