Trends

Onoiwa MX Produksi Nucleus Farma Dikaji dalam Pertemuan Ilmiah IDDW 2021

Pertemuan Indonesian Digestive Disease Digestive Week (IDDW) 2021 digelar secara virtual selama empat hari (4-8 Agustus 2021). Pertemuan ini diselenggarakan oleh The Indonesian Society of Gastroenterology (ISG), bekerja sama dengan The Indonesian Society for Digestive Endoscopy (ISDE), dan Divisi Gastroenterology, Pancreatobiliary and Digestive Endoscopy, Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia/ RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Pada hari pertama IDDW diadakan Virtual Advanced Endoscopy Workshop (untuk peserta terbatas) dilanjutkan dengan Virtual Symposium IDDW 2021. Melalui program ilmiah yang disajikan dalam berbagai sesi, acara ini menyoroti isu-isu penting yang saat ini memengaruhi praktik kedokteran dan spesialisasi yang disampaikan oleh lebih dari 30 fakultas terkemuka internasional dan nasional yang diundang membahas kemajuan di bidang Gastroenterologi dan Endoskopi Pencernaan.

Beberapa perusahaan farmasi pun turut berpartisipasi, salah satunya PT Natura Nuswantara Nirmala (Nucleus Farma) dengan produk unggulannya yang menarik dibahas adalah Onoiwa MX pada Jumat, 6 Agustus 2021, dalam sesi simposium dengan narasumber yang sudah pakar di bidangnya yaitu, Prof. Dr. dr. Dadang Makmun, SpPD-KGEH, FACG.

“Pada event IDDW 2021 ini dibahas mengenai manfaat dari polyherbal supplement yang mengandung ekstrak ikan gabus, temulawak dan daun kelor pada berbagai jenis penyakit gastrointestinal dan kondisi hipoalbuminemia,” jelas CEO Nucleus Farma, Edward Basilianus dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan penelitian yang ada ternyata di Indonesia banyak sekali kasus kanker kolorektal, di mana pada kondisi tersebut pasien akan mengalami malnutrisi bahkan hipoalbuminemia. Sediaan polyherbal yang dibahas tersebut memiliki cara kerja antara lain: ekstrak ikan gabus (Channa striata) mengandung protein tinggi salah satunya albumin. Albumin adalah protein utama yang terdapat dalam darah manusia yang diproduksi oleh organ hati. Dan manfaatnya adalah untuk membantu membentuk jaringan sel baru.

Untuk ekstrak temulawak (curcuma xanthorriza), seperti kita ketahui temulawak memiliki kandungan antioksidan seperti fenol, flavonoid dan kurkumin yang akan menangkap radikal bebas dalam tubuh. Selain itu kurkumin yang dikandung oleh rimpang temulawak dapat menekan pembentukan tumor necrosis factor alpha (TNF-α) sehingga mencegah aktifvitas inflamasi yang akan menaikkan pembentukan radikal bebas dari proses fagositosis.

Ekstrak daun kelor (moringa oleifera) umumnya digunakan sebagai obat untuk mengatasi gangguan saluran pencernaan, termasuk juga masalah asam lambung. Tanaman ini kaya akan kandungan tanin dan flavonoid, yaitu antioksidan nabati yang ampuh untuk menyembuhkan peradangan, iritasi, serta mengatasi masalah yang berhubungan dengan maag. Bahkan, daun ini juga dapat meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa sediaan polyherbal tersebut sangat bermanfaat bagi penderita dengan riwayat penyakit gastro intestinal dan hypoalbuminemia. Dengan mengonsumsi sediaan tersebut dapat membantu kondisi pasien menjadi lebih baik, dimana kebutuhan nutrisi terpenuhi serta minim efek samping karena merupakan obat berbahan dasar alam.

www.swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved