Penanganan Masalah Tulang Belakang dengan Metode Minimal Invasif

Setiap orang pasti pernah mengalami keluhan pada tulang belakang. Mulai dari gejala ringan hingga rasa sakit yang luar biasa, bahkan menyebabkan kecacatan. Oleh karena itu gangguan tulang belakang tidak boleh diabaikan.

Pada tingkat keparahan tertentu, gangguan tulang belakang harus diatasi dengan tindakan operatif. Saat ini tindakan pembedahan minimal invasif merupakan metode terkini yang dilakukan untuk mengatasi masalah pada tulang belakang.

Dalam acara Talk to the Expert kali ini secara virtual (29/8/2021) Spine Center RS Premier Bintaro membahas tuntas mengenai beberapa jenis tindakan dalam penanganan masalah tulang belakang, dari 3 narasumber yaitu dr. Omar Lutfi, Sp.OT dengan tema ‘Penanganan Masalah Tulang Belakang dengan Metode Endoskopi dan Minimal Invasif’. Kedua, dr. Ajiantoro, Sp.OT dengan tema ‘Pain Management pada Penanganan Masalah Tulang Belakang’ dan dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K-Spine) dengan tema ‘”Pemasangan Pen Tulang Belakang dengan Tindakan Minimal Invasif.

Tindakan metode minimal invasif dengan sayatan yang sangat kecil, sekitar 8 mm hingga 1 cm sangat berbeda dengan bedah tulang belakang konvensional yang harus melakukan sayatan minimal sepanjang 5 cm. Hasilnya pun bekas luka yang dtinggalkan hasil operasi akan sangat minim. Pasien bisa lansgung pulang setelah operasi atau layanan One Day Care. Hebatnya, tingkat keberhasilan operasi mencapai 90-95%.

“Masyarakat tidak boleh takut lagi jika datang ke rumah sakit atau dokter jika menghadapi masalah-masalah terkait gangguan tulang belakang. Sebab, sekarang teknologi lebih maju untuk melakukan tindakan-tindakan medis yang risikonya dapat diminimalisir,” jelas dr. Omar Lutfi, Sp.OT secara virtual dalam talkshow yang digelar oleh RS Premier Bintaro.

Apalagi, sebelum tindakan dilakukan, dokter telah melakukan diagnosa yang cermat karena hal itu memengaruhi organ yang terjadi pada pasien. Selama ini di RS Premier Bintaro memiliki banyak ‘modal’ untuk menangani pasien saraf kejepit atau masalah tulang belakang. “Ada pula metode Endoskopi yang tidak perlu operasi, hanya mengonsumi obat-obatan saja,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Ajiantoro, Sp.OT mengungkapkan, ada beberapa pasien tidak perlu operasi, tapi menjalani metode Interventional Pain Management (IPM) dengan pemberian obat, dilanjutkan dengan berobat jalan. IPM adalah tindakan minimal invasif yang dilakukan dengan panduan alat untuk mengobati nyeri akut dan kronik secara jangka panjang atau permanen. Prosedur IPMdilakukan pada titik nyeri atau titik masalah pada tulang belakang, yang biasanya menggunakan alat penunjang seperti USG dan radiologi.

“Untuk beberapa kasus, langkah IPM ini bisa menghilangkan nyeri secara permanen. Namun di beberapa kasus lainnya metode penghilang nyeri ini cuma bisa bekerja sementara waktu. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, si pasien ternyata harus menjalani operasi,” jelas dr Ajiantoro.

Yang jelas, dalam menangani masalah tulang belakang atau saraf kejepit, RS Premier Bintaro selalu memperhatikan: diagnoas, tindakan operasi dan penanganan pasien pasca operasi.

www.swa.co.id

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag