Ferdian Timur Satyagraha, Terapkan 4 Konsep di Era Bisnis Baru

Ferdian Timur Satyagraha, Terapkan 4 Konsep di Era Bisnis Baru

Perubahan drastis di dunia bisnis yang didorong oleh digitalisasi dan pandemi Covid-19 saat ini turut direspons oleh Bank Jatim. Dalam paparannya di acara Conference & Awarding Indonesia Best CFO 2021 yang diselenggarakan Majalah SWA, Ferdian Timur Satyagraha Direktur Keuangan Bank Jatim, mengatakan, perusahaan memiliki strategi bisnis menghadapi situasi tersebut, antara lain digitalisasi produk, memperkuat bisnis utama di consumer, pertumbuhan di atas rata-rata industri, serta memperkuat pemasaran dan penjualan.

Sebagai nakhoda keuangan di BUMD Provinsi Jawa Timur tersebut, Ferdian memiliki peran strategis untuk mengawal agar strategi-strategi itu berjalan dengan baik demi mewujudkan visi perusahaan menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) nomor satu di Indonesia.

“Saya sebagai CFO bertugas untuk memberikan saran dan masukan untuk mencapai itu. Bagaimana menerjemahkan dari pencapaian visi ini, baik dari sisi digital bankking, SDM, dan yang terpenting adalah adanya keberlanjutan dari sisi keuangan,” ujar peraih Indonesia Best CFO Award 2021 tersebut.

Ferdian menyoroti empat hal dalam menjalankan perannya sebagai CFO di era bisnis baru saat ini. Pertama, Digital Leadership. Dalam hal ini menurutnya, penting bagi CFO untuk bisa menyediakan data keuangan, mengolah data menjadi penguatan bisnis.” Contoh di kami adalah melakukan growth baik organik mauapun anorganik dalam rangka positioning untuk menjadi BPD nomor 1,” ujarnya.

Kedua, Strategic Oriented. terkait hal in membantu mencapai target perusahaan untuk bertumbuh di atas industri. Ketiga, Driving Innovation, baik di masing-masing unit (treasury, keuangan, planning) maupun secara keseluruhan. Keempat, Global Business, yakni memperhatikan bisnis global seperti dampak pandemi secara keseluruhan.

Selain itu, tambahnya, di era bisnis baru saat ini juga ada sejumlah digital leadership skill yang harus dimiliki oleh CFO, beberapa di antaranya: visi, melek digital, adaptasi, pengambilan risiko, adaptasi, dan strategi. “Ini semua saling berkaitan dan saling mendukung dalam digital leadership,” tuturnya.

Ia berpendapat, di era digital ini, lembaga keuangan sudah harus keluar dari zona nyaman. Artinya, layanan-layanan yang bersifat manual digantikan dengan teknologi guna menjawab kebutuhan masyarakat, tapi bukan berarti menggeser keberadaan seseorang dalam perusahaan melainkan lebih kepada mencapai efisiensi dan efektivitas.

“Terkait hal tersebut, Bank Jatim mengembangkan BJTM Connect, sebagai bagian dari strategi bisnis kami dalam hal digital, fungsinya memfasilitasi transaksi online, kredit online, juga penguatan cashless society misalnya pembayaran parkir yang bekerja sama dengnan Pemda,” jelasnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

# Tag