Taktik Tiar Karbala Membenahi Restock

Taktik Tiar Karbala Membenahi Restock
Tiar Nabilla Karbala, CEO Restock. (Foto : Istimewa).

Restock.id, platform peer to peer (P2P) lending, pada 2 Juni 2021 mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-52/D.05/2021. Ini merupakan salah satu pencapaian terbaik Restock.ID di medio 2021 dan momentum emas yang diraih sejak dipimpin Tiar Nabilla Karbala (31 tahun) sebagai CEO Restock pada April tahun ini.

Di masa pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap pelambatan ekonomi, Restock mendapatkan izin usaha dari OJK untuk terus menjalankan bisnis pembiayaan untuk segmen UKM. Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras CEO baru dan timnya yang solid, sekumpulan anak muda Jakarta berusia 30-an tahun yang memiliki misi ikut mengembangkan industri lewat pembiayaan yang efisien, dengan membangun ekosistem terpercaya antara pihak-pihak yang berkepentingan (pemberi pembiayaan, penerima pembiayaan/UKM, mitra Restock).

Tiar pada awal April 2021 dipilih oleh komisaris dan direksi Restock.id untuk meneruskan kepemimpinan CEO terdahulu. Keputusan ini terbukti kemudian sangat tepat, karena Tiar melakukan banyak manuver untuk meningkatkan kepercayaan publik dan investor.

Awalnya, Tiar keberatan saat namanya dipilih menjadi CEO baru perusahaan startup ini. Sebelumnya, Tiar menjabat sebagai komisaris dan belum pernah secara langsung turun menangani operasional kantor. “Salah satu terobosan yang dilakukan dan terjadi adalah pada saat kami melakukan audiensi dengan OJK dan Alhamdulillah respons mereka sangat positif. Fit dan proper test terhadap Direktur Utama Restock.id dengan OJK pun dilalui dengan optimal dan berkualitas, hal ini dilakukan sebagai salah satu tahapan untuk perizinan dari OJK dikeluarkan” ujar Tiar di Jakarta, Senin (27/12/2021).

Pendekatan Tiar dan timnya ke berbagai pihak membuahkan hasil yang maksimal. Selain mendapatkan izin dari OJK, respons pasar pun menjadi jauh lebih baik. Berita-berita di media tentang Restock.id menggaungkan hal-hal yang positif. Tiar lahir dari keluarga pengusaha transportasi bus ternama yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Namun, Tiar lebih suka memulai bisnisnya sendiri.

Tiar, dalam keterangan tertulisnya ini, mengisahkan latar belakang pendidikannya. Lulus dari SMAN 28 Jakarta, Tiar melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Business & Management. Setahun setelah lulus kuliah S-1, Tiar pada 2012 melanjutkan kuliah di London School of Economics (LSE), Inggris, untuk mengambil program pasca sarjana jurusan Accounting . Penggemar pelajaran matematika dan fisika ini kembali ke Indonesia di 2013. Pada 2014, Tiar berkarier di JP Morgan Chase Bank sebagai Product Management. “Saya resign dari JP Morgan tahun 2018, karena ingin masuk dunia start up. Kebetulan, saya diminta untuk bantu teman membangun perusahaan startupwarehouse-nya,” ucapnya

Selanjutnya, Tiar di 2019 bertemu kembali dengan teman lama bernama Rega untuk mendirikanP2P lending bernama Restock.id. “Ya sudah, saya bergabung. Saat itu posisi saya sebagai early funder dan early investor dan belum bisa bergabung di operasional kantor, karena di saat yang sama lagi membangun peer to peer lain yang mirip dengan Restock. Pada pertengahan 2020, saya bergabung sebagai komisaris Restock,” jelas Tiar.

Saat turun tangan langsung sebagai CEO, penyuka golf dan touring motor ini merasakan passion yang kuat untuk menjadikan Restock.id peer to peer lending terbaik. “Pada Oktober 2021, Restock menandatangani persetujuan dengan funder internasional yang sangat besar, yaitu US$ 8,5 juta atau sekitar Rp 120 miliar. Kemudian, November lalu, dari sekitar 5.000 applicants, Restock terpilih mengikuti program Fintech dari Qatar Development Bank (QDB). Dari Indonesia hanya Restock yang terpilih,” kata Tiar menjabarkan.

Pencapaian lain di masa kepemimpinan Tiar adalah naiknya target penyaluran setiap bulan, mulai dari bulan Juni hingga Desember tahun ini. Pada November 2021 adalah periode penyaluran tertinggi di sepanjang sejarah Restock berdiri, yaitu Rp 90 miliar. Sejak awal, Restock menetapkan diri sebagai peer to peer lending dengan basis inventory financing (menyediakan pembiayaan bagi UKM dengan memanfaatkan aset dan inventori usaha sebagai jaminan).

Sedangkan untuk penerima pembiayaan pun beragam, mulai dari yang bergerak di bidang fashion retail (70%), sampai dengan yang bergerak di bidang healthcare, komoditas, dan consumer goods. “Kami menerapkan prinsip lean organization, mengelola masing-masing bagian dengan sangat efektif, efisien dan optimal. Ini terefleksikan dari gaya hidup dewan direksi dan komisaris Restock yang jauh dari gaya hidup jetset, sehingga tidak ada namanya menggunakan uang perusahaan untuk bermewah-mewahan,” kata Tiar yang mengagumi Sandiaga Uno ini.

www.swa.co.id

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag