Management Trends

Eva Noor Ungkapkan Tren Berbisnis Anak Muda dalam Buku ‘Pelaku Bukan Pemimpi’

Eva Noor Ungkapkan Tren Berbisnis Anak Muda dalam Buku ‘Pelaku Bukan Pemimpi’

Perjalanan meniti karier selama 16 tahun menapaki dunia usaha yang telah dibangun Eva Noor, memantik dirinya untuk berbagi tips dan kisah pada generasi muda yang ingin mendirikan usaha agar dapat memotivasi serta bisa jadi bekal pembelajaran mereka.

“Setelah bertahun- tahun menjalankan beberapa bisnis yang (bisa dikatakan) sukses, saya dapat melihat ke belakang dengan kepuasaan atas pembelajaran yang telah saya peroleh. Meskipun saat ini saya belum mencapai semua tujuan saya, setidaknya bisa berbagi perjalanan selama berwirausaha,”ungkap Eva Noor, CEO PT Xynexis International dalam penjelasan prolog peluncuran buku ‘Pelaku Bukan Pemimpi’ di Museum Satria Mandala Jakarta (2/2/2022).

Buku setebal 156 halaman itu ditulis Eva dengan alur cerita yang membawa pembaca mengetahui setiap fase perjalanan seorang wirausaha. Lewat buku ini, penulis ingin berbagi tentang pentingnya mindset yang tepat dalam memandang bisnis, agar tidak memulai dengan motivasi yang salah, dengan dasar alasan kuat yang menjadi pondasi dalam berbisnis, serta memahami tentang kenapa sebuah usaha disebut sebagai bisnis, dan berbagai hal menyangkut seluk-beluk bisnis lainnya yang penting untuk disimak. Sang penulis juga menyelipkan kisah-kisah beberapa teman wirausaha sukses dengan pengalaman panjang di dunia bisnis, yang sudah melewati perjalanan dengan segala lika-likunya hingga tiba ke titik sekarang.

Alasan kuat Eva menulis buku Pelaku Bukan Pemimpi adalah dari riset kecil yang dilakukan pada beberapa mahasiswa tempat dia diundang sebagai pembicara beberapa tahun belakangan. Dan melihat banyaknya anak muda sekarang memilih menjadi seorang wirausaha ketimbang bekerja sebagai profesional.

Eva melihat tren untuk berbisnis di kalangan anak muda makin meningkat berdasarkan interaksi dan riset terbatas di kalangan anak muda. Banyak yang menganggap bahwa menjadi pelaku wirausaha menjadi jawaban hidup mereka. “Saya sering menanyakan kepada anak muda yng bercita-cita jadi pengusaha ‘yakin, mau menjadi seorang wirausaha dan apa motivasinya tertarik,” ungkap Eva tentang dorongan yang menggelitik rasa penasarannya.

Apa jawaban para anak mud aitu? Menurut Eva, jawaaban yang didengar, rata rata mereka tertarik karena status menjadi CEO, pendiri atau pemilik suatu bisnis, terlihat sebagai sebuah title yang bergengsi atau keren. Sebuah mantera baru apa yang disebut cool adalah apabila setelah lulus kuliah nanti tidak lagi menjadi job seeker, tetapi menjadi seorang job creator. Belum lagi impian tentang menjadi pengusaha sukses baik secara materi maupun non materi yang tampak mudah dan menggiurkan.

Dan belakangan, tren inipun semakin booming. Menurut Eva, ini merupakan sebuah fenomena yang positif dan sangat membahagiakan. Akan tetapi pada saat yang sama, terselip kecemasan, akankah munculnya keinginan berbisnis di kalangan anak muda ini seka dar tren sesaat? Cita cita berbisnis semata menjadi tren yang hanya ramai saat sedang hangat hangatnya. Namanya tren, akan ada yang bisa mengikuti arusnya dengan baik, ada pula yang tidak bisa mengikuti arus itu sehingga akhirnya menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, Eva jadi terpantik untuk berbagi tentang kewirausahaan, dari pengalaman perjalanan berbisnisnya selama belasan tahun. Banyak hal yang harus diperhatikan sebelum terjun ke dunia wirausaha. Didalam buku tersebut, usaha seorang Eva berbagi kisah dengan tujuan ingin meluruskan bahwa, menjadi wirausaha itu tidak seindah apa yang kita lihat dan bayangkan di media sosial terutama anak anak muda yang hanya bermotivasi ingin hidup kaya raya ala sultan, karena menurut Eva kesuksesan itu datangnya tidaklah instan.

Eva ingin membuka wawasan bahwa banyak hal dalam bisnis yang jarang dibicarakan oleh seorang pelaku wirausaha sukses. Sisi gelap yang mungkin bukan sesuatu untuk dipublikasikan.Yang kita lihat hanya dari satu sisi saja.

Dalam buku yang ditulis Eva, seseorang calon wirausaha atau yang ingin berbisnis dapat mengetahui perjalanan berwirausahaan dari semua sisi dan bisa mempelajari ini dalam tips dan trik yang di tulis dalam buku Pelaku Bukan Pemimpi.

“Hal- hal apa yang bisa dihindari untuk dihindari sebisa mungkin. Hal-hal apa yang perlu menjadi fokus dan diperkuat, dan apa saja yang perlu diwaspadai. Dengan tren yang semakin meningkat dengan membaca buku ini, semoga para anak anak muda yang ingin berwirausaha mendapat insight yang berbeda dari kebanyakan orang yang melihat sisi manis kewirausahaan saja,” ungkap Eva.

Pada 16 tahun silam, Eva mendirikan Xynexis International, perusahaan yang berbisnis pada keamanan siber. Saat awal didirikan, Xynexis bisa disebut pionir di Indonesia yang mengadopsi standar keamanan siber internasional. Dari modal minim dan pendapat nol, kini Xynexis menjadi perusahaan konsultan kemanan siber terbesar di Indonesia.

Awal didirikan Xynexis merupakan etintas perusahaan kecil dengan hanya satu klien hingga sekarang Xynexis Group punya 3 anak perusahaan yakni : Noosc Security (Manage Security Services Provider), Ignite (Edutech), dan Haxtech (Digital Engagement) .

Bisa dibilang Xynexis saat ini merupakan perusahaan Information Assurance, yang besar di Indonesia . Ketika buku ini ditulis Xynexis sedang dalam proses membuka dua perusahaan di luar negeri untuk mengejar mimpi untuk mengejar pasar internasional..

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved