Anugrah Esa Mulia Pelopori Sajadah Premium Halal di Indonesia

Anugrah Esa Mulia Pelopori Sajadah Premium Halal di Indonesia

Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia masuk dalam daftar pasar sajadah terbanyak. Namun, tidak semua sajadah yang beredar di pasar diproduksi sesuai dengan kaidah Islam. Karena itu, PT Anugrah Esa Mulia (AEM) hadir sejak tahun 2008 sebagai pelopor sajadah premium di Indonesia. Bahkan, produknya telah menerima sertifikasi halal dari Kementerian Agama RI.

“Saat ini, Alhamdulilah perusahaan kami menjadi pabrik sajadah pertama di Indonesia yang menerima sertifikasi Halal Indonesia dari Kementerian Agama RI. Sertifikasi ini kami dapatkan setelah melalui proses penilaian yang cukup ketat,” ujar Direktur PT Anugrah Esa Mulia Anoop Vasandani dalam keterangan tertulis (15/06/2022).

Anoop menambahkan, pencapaian ini menjadi bukti komitmen AEM dalam meningkatkan kualitas produk dan pelayanannya dari waktu ke waktu. “Kami bersyukur, berkat komitmen tersebut, kami telah menjadi distributor untuk para pelanggan setia dengan jumlah yang besar karena memiliki produk sajadah lebih dari 25 merek dan tipe. Beberapa merek produk yang paling laku di pasaran seperti sajadah Akbar, Al Miraj, Al Taqwa, Turkish, Sabeena,” ucap Anoop.

AEM lanjut Anoop, menjamin kualitas benang dan proses tenun serta jahit yang dilakukan untuk memproduksi sajadah-sajadah karena selalu ada quality check berstandar tinggi sebelum dipasarkan ke distributor dan agen secara offline, maupun ke pembeli ritel secara online.

“Pabrik Anugrah Esa Mulia yang terletak di Cibinong, Bogor memiliki mesin tenun sebanyak 40 unit dan memproduksi puluhan ribu sajadah setiap hari dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk impor,” tegas Anoop.

Selain kualitas, tambahnya, pihaknya juga memperhatikan secara seksama ukuran sajadah. Hal ini terkait dengan kebutuhan selain ukuran tubuh seseorang, tapi juga fungsi sajadahnya. Menurut Anoop, sajadah ukuran anak-anak menjadi penting diproduksi agar anak yang baru belajar shalat menjadi nyaman. “Untuk yang suka traveling kami memproduksi sajadah yang mudah dibawa,” dia menambahkan.

Ukuran sajadah AEM memiliki beberapa tipe. Mulai tipe standar hingga premium, dan gold yang memiliki lebar 70 cm dan tinggi 110 cm. Ada juga sajadah tipe lain dengan ukuran lebih kecil, seperti AEM (lebar 60 cm, tinggi 105 cm), tipe Midi (lebar 53 cm, tinggi 105 cm), serta tipe Kepala (lebar 35 cm, tinggi 60 cm).

Sementara itu, untuk warna dan motif pun menjadi perhatian khusus juga. Anoop menjelaskan bahwa sajadah dengan motif yang estetik bila diletakkan di ruang khusus di rumah atau di kantor yang bisa menambahkan keindahan ruangan. “Jadi kami tidak sembarang membuat motif dan warna.” Dari sisi bahan, AEM memakai bahan velvet atau beludrunya agar nyaman digunakan dan bebas rasa gatal. “Agar beribadah lebih fokus lagi,” tukas Anoop yang mengaku produknya diproduksi di pabrik yang bersertifikasi Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup (K3L), sehingga pengelola tempat ibadah tak perlu ragu.

Kantor pusat AEM berlokasi di Jakarta dan pabriknya di Cibinong, Bogor. Perusahaan ini bergerak di bidang produksi sajadah dan karpet hambal dengan beragam variasi dengan pile construction berbulu dan juga flat pile (tanpa bulu). Pabrik mulai beroperasi pada 2009 setelah pemasangan 8 unit mesin dan terus berkembang hingga 10 unit mesin.

Pada 2015, pabrik melakukan peremajaan mesin skala besar dengan mengganti jacquard mekanikal menjadi jacquard electronic guna meningkatkan efisiensi produksi. Hampir setiap tahun AEM menambah mesin produksi dan juga melalukan peremajaan mesin. Total jumlah mesin yang dimiliki perusahaan saat ini sebanyak 40 mesin.

Swa.co.id

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag