Melalui ASEAN Para Games 2022, Solo Bisa Jadi Destinasi Wisata Olahraga

Melalui ASEAN Para Games 2022, Solo Bisa Jadi Destinasi Wisata Olahraga

Kota Solo merupakan wilayah yang ramah dengan disabilitas. Untuk itulah, dearah di Jawa Tengah ini dipilih menjadi lokasi dan tuan rumah perhelatan ASEAN Para Games 2022. Ajang ini diharapkan menjadi kesempatan Pemkot Solo untuk menarik turis ke Solo sebagai destinasi wisata olahraga unggulan, di antaranya Surakarta, Karanganyar, Semarang dan Sukoharjo.

Walikota Solo Gibran Rakabuming menyebut seluruh kebutuhan dalam mendukung keberhasilan ASEAN Para Games 2022 telah dipersiapkan pemerintah dengan matang. Diharapkan, event internasional ini dapat menjadi wadah para penyandang disabilitas untuk terus berkarya dan berprestasi lebih baik.

Dalam menyukseskan gelaran ini dibutuhkan 200 sukarelawan. Proses pendaftaran akan dilakukan secara online. Walikota Solo ini mendorong anak-anak muda di Kota Solo yang mempunyai kualitas dan memiliki kemampuan berbahasa inggris dengan baik untuk ikut berpartisipasi menyukseskan acara ini.

Ketua National Paralympic Committee (NPC) atau Komite Nasional Paralimpiade Indonesia (KNPI) Senny Marbun optimistis Indonesia akan meraih juara umum dalam ASEAN Para Games. Perhelatan tersebut akan berlangsung di Solo, Jawa Tengah pada 30 Juli sampai 6 Agustus 2022 mendatang.

Marbun mengatakan, pihaknya telah melakukan persiapan panjang semenjak Indonesia dipercayakan menjadi tuan rumah pergelaran ajang bergengsi di tingkat Asean ini. Lantas, ia meminta dukungan seluruh masyarakat Indonesia untuk bekerja sama menyukseskan Asean Para Games.

“Kalau kita udah berani target juara umum, tentunya sudah siap banget. Saya yakin kita pasti bisalah memenuhi target masyarakat untuk juara umum. Tapi tentu juga kita mohon doanya agar bisa sukses,” kata Marbun dalam diskusi daring dilaksanakan oleh Forum Merdeka Barat (FMB9) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Jakarta (20/7/2022).

Marbun menambahkan, sejauh ini Pemerintah Indonesua telah memberi dukungan penuh terhadap pelaksaan Asean Para Games. Setidaknya, setelah ia membawa aspirasi agar Indonesia kembali menjadi tuan rumah pergelaran Asean Para Games ini ke Presiden Joko Widodo.

Adapun Solo dipilih sebagai tuan rumah, kata Marbun, karena Solo dikenal sebagai kota ramah difabel. Selain itu, Solo pernah menjadi tuan rumah ASEAN Para Games tahun 2018 dengan hasil yang sangat memuaskan. “Solo Surakarta itu seperti Ibu Kota difabel. Semuanya sudah tersedia di sana. Maksudnya, fasilitas dan lain-lain itu. Masyarakat Surakarta pun melihat difabel itu biasa sekali,” ujar dia.

Marbun mengungkapkan, pihaknya semakin optimis karena berkaca dari pergelaran ASEAN Para Games di Malaysia. Saat itu, Indonesia mendominasi perolehan medali ketimbang Thailand yang merupakan saingan berat Indonesia. “Karena sbelumnya di Malaysia terakhir kali, Indonesia mendapat medali lebih banyak dari Thailand. Karena, saingan kita yang paling berat adalah Thailand. Indonesia meraih 126 medali, sedangkan Thailand 89 medali. Olehkarena itu, kami berani buat statement pasti juara umum,” tuturnya.

Untuk diketahui, ASEAN Para Games adalah pesta multi cabang olahraga untuk atlet difabel atau atlet berkebutuhan cabang khusus terbesar di Asia Tenggara. ASEAN Para Games di Solo menjadi langkah besar multi cabang olah raga setelah sempat sebelumnya vakum pada edisi Manila dan Vietnam.

Swa.co.id

# Tag