Ekspansi Erha
Meski namanya tak sebeken pusat perawatan kulit lainnya, diam-diam Erha Clinic berkembang cepat. Berdiri 6 tahun lalu, kini total cabangnya mencapai 20 klinik yang tersebar di sejumlah kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Lampung, Manado, Bali, Makassar, Bandung, Padang, Batam dan Palembang.
Dimiliki seorang dokter, Roni Handoko, klinik untuk kelas atas ini dikelola anaknya, Richardo Handoko, sebagai direktur pengelola. Melalui e-mail, Yoseph Bambang Pamungkas, Manajer Klinik Nasional PT Erha Dermato Center, menyatakan, seluruh jaringan klinik dermatologi ini tergabung dalam satu payung, Erha Clinic Group.
Tak seperti klinik yang biasanya terkesan kaku dan konservatif, Erha Clinic tampil dengan konsep berbeda. â€ÂKami mengusung konsep hotel butik,†ujar Yoseph. Dengan konsep ini, pelanggan tak bakal menemukan kursi berjejer dengan suster jaga, lazimnya ruang tunggu klinik. Suasana dan tatanan klinik mewah ini tak jauh dari suasana lobi hotel.
Pernyataan Yoseph ini diakui Justine, pelanggan Erha Clinic. Ia mengatakan, suasana di klinik ini sangat berbeda dari klinik lain umumnya. “Saya tidak seperti sedang tunggu antrean. Sudah seperti tamu saja.â€Â
Pengunjung Erha Clinic lumayan banyak. Tiap jam bisa parkir 5-7 mobil dengan total pengunjung di kisaran 100 orang. Justine mengungkapkan, biaya konsultasi di luar perawatan, seperti laser dan krim, sebesar Rp 100 ribu. “Saya sudah dua kali ke sini. Hasilnya cukup terlihat,†ujar ibu dua orang anak ini.
Menurut Yoseph, kelebihan Erha Clinic adalah memiliki laboratorium dan meracik obat sendiri untuk pasiennya. Andreas Bayu Aji, Manajer Cabang Erha Clinic, menambahkan, harga paket perawatannya beragam, dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Mereka juga memiliki sejumlah peralatan yang modern dan lengkap, yang berkaitan dengan kulit.
Menimbang animo masyarakat, tahun 2006 Erha Clinic akan meningkatkan ekspansinya dengan membuka hingga 40 cabang. Ini dimungkinkan karena klinik ini membuka diri bekerja sama dengan investor lokal. Tawaran tersebut kini mendapat respons yang cukup besar. â€ÂKami memberi kesempatan kepada investor untuk mengoperasikan klinik,†kata Yoseph tanpa memerinci jumlah calon mitranya.
Yang pasti, ia menuturkan, besaran investasi bagi mitra tergantung pada fasilitas dan peralatan perawatan yang hendak ditawarkan. Fasilitas terlengkap nilainya mencapai Rp 2 miliar. Ini belum termasuk lahan dan gedung. Yang jelas, besaran investasi sangat tergantung pada kondisi per wilayah. “Jadi, tergantung potensi pasar yang dibidik,†ujarnya. Jika lokasinya bagus, seperti Pondok Indah, pasar di sana akan membutuhkan perawatan lengkap. Maka, ia memperhitungkan minimal seorang investor membutuhkan investasi Rp 500 juta. Jadi, bersiaplah melihat Erha Clinic mengembangkan sayapnya tahun ini.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.