Mondial, Piawai Ciptakan Karya Unik Penuh Makna
Reputasi prestisius yang kini diemban oleh Mondial tentunya bukan hasil kerja satu malam. Sejak awal berdiri pada 1979, Mondial terus bertumbuh dengan sayap yang kian lebar. Tak hanya berbekal kreativitas, brand perhiasan berlian ternama di bawah naungan PT Central Mega Kencana (CMK) ini juga dikenal akan kepiawaian teknis dalam menyuguhkan karya dengan estetika yang khas.
Salah satunya dalam koleksi high quality jewellery bertajuk Azure Collection. Koleksi perhiasan berlian yang terdiri dari cincin wanita, gelang, anting-anting, liontin, serta kalung ini diluncurkan sebagai bagian dari perayaan anniversary Mondial ke-43 pada September lalu.
Spesial sesuai bulan hari jadinya, koleksi perhiasan berlian Azure Collection terinspirasi dari birthstone yang merepresentasikan bulan September, yakni safir biru atau blue sapphire yang kemudian diterjemahkan oleh Mondial lewat intrikasi desain, konstruksi, dan wujud geometris nan memesona.

Karakteristik perhiasan berlian Azure Collection ditonjolkan melalui kerapian desain geometris dengan mengusung gaya khas Art Deco. Hal ini dapat terlihat dari aplikasi garis-garis presisi, sudut-sudut tajam, dan pola-pola linier yang ditampilkan.
Keindahan Azure Collection semakin menonjol dengan adanya batu permata blue sapphire potongan baguette yang begitu menyatu dengan desain geometris. Tak hanya itu, desain multidimensional melalui berlian fancy shape dan blue sapphire yang dipadukan dengan elemen pavé mampu menciptakan kesan mewah yang begitu modern pada koleksi ini.
Leslie Christian Saputra, General Manager Mondial menyampaikan, dalam setiap koleksi perhiasan berlian yang dihadirkan, Mondial selalu merancang desain dan memilih setiap elemen yang melekat dengan matang, termasuk dalam Azure Collection.
“Untuk Azure Collection ini kami develop H-satu tahun karena proses seleksi gemstone-nya tidak mudah. Bahkan kami sendiri yang meminta cutter gemstone-nya agar blue sapphire ini dibuat dengan potongan baguette, sehingga sulit ditemukan di gerai butik jewellery lainnya. Kelangkaannya ini pun membuat Azure Collection diproduksi dalam jumlah terbatas,” jelas Leslie pada SWA Online.
Sebagai batu permata utama, blue sapphire dipercaya mampu membawa keberlimpahan, berkah, dan hadiah pada masa yang akan datang. Safir menjadi populer sebagai simbol cinta ala kerajaan pada tahun 1981. Saat itu, Pangeran Inggris, Charles, melamar Lady Diana dengan cincin tunangan blue sapphire 12 karat. Sang anak, Pangeran William, kemudian memberikan perhiasan tersebut kepada Kate Middleton pada momen pertunangan keduanya tahun 2010.
Bahkan sebelum itu, blue sapphire sudah identik dengan kerajaan dan kualitas tinggi selama berabad-abad lamanya. Selain dipercaya mampu menjadi pelindung saat perang oleh raja-raja abad pertengahan, masyarakat Yunani dan Persia Kuno memandang batu tersebut sebagai sesuatu yang berharga.
Di samping nilai filosofis yang melekat, blue sapphire juga menyimpan kualitas tinggi. Safir diketahui menempati urutan kedua setelah berlian dalam hal kekerasan permukaan benda atau material dan memperoleh nilai 9 dari 10 pada Skala Mohs.
Dengan portofolio kian beragam, Leslie mengatakan bahwa pertumbuhan Mondial turut didukung oleh strategi bisnis yang mumpuni dalam mempertahankan eksistensi dan relevansinya di industri yang kian sesak pemain ini.

Untuk mengikuti perubahan dan perkembangan zaman, Mondial mengusung tagline “I’m Different” yang menegaskan bahwa pihaknya selalu mengedepankan keunggulan akan apapun yang dilakukan, baik dalam mempersembahkan produk perhiasan dengan kualitas unggul maupun servis pada pelanggan.
“I’m Different” diwujudkan oleh Mondial lewat eksklusivitas tinggi berkat rancangan desain yang unik nan elegan. Mondial menggunakan bentuk berlian yang beragam dan unik (fancy shape diamonds) seperti kotak atau oval, di mana pada umumnya perhiasan berlian menggunakan berlian bentuk bulat.
“Mondial selalu ingin tampil berbeda. Hal ini sesuai dengan target market kami yang cenderung mengapresiasi batu berharga dengan selera yang sophisticated dan berbeda dari pencinta perhiasan pada umumnya,” ujar Leslie.
Memahami akan kebutuhan konsumennya, Mondial pun tidak pernah berhenti untuk berinovasi. Salah satunya menjalin kemitraan dengan berbagai merek berlian ternama dunia seperti Forevermark dari The DeBeers Group of Companies.
Setiap berlian Forevermark mengalami serangkaian proses untuk mendapatkan hasil dengan keindahan sempurna. Bahkan, hanya ada 1% berlian yang berhasil dikategorikan sebagai berlian De Beers Forevermark setelah melewati seleksi yang ketat. “Kami tidak main-main dalam memilih partner. Kami cukup selektif karena ingin memberikan yang terbaik pada customer,” imbuhnya.
Di sisi lain, Leslie mengaku hal tersebut menjadi tantangan besar bagi Mondial. Pasalnya, Mondial harus benar-benar cermat melihat perkembangan bisnis ke depan, terutama dalam memilih partner kolaborasi. “Kolaborasi kami dengan De Beers Forevermark sudah mencetak standar yang cukup tinggi, sehingga ini menjadi tantangan bagi kami ke depannya. Selanjutnya kami mau kerja sama dengan siapa lagi karena itu sudah yang paling top,” terang Leslie.
Mondial juga menyadari bahwa perilaku pelanggan akan terus bergerak dinamis. Apalagi saat ini market Mondial mulai didominasi oleh para milenial. “Secara value transaction masih dipegang oleh customer di usia 30-45 tahun. Namun menariknya, dari segi jumlah, milenial itu sudah hampir setengahnya. Artinya market sekarang sudah sangat familiar dengan diamond, dan ini menjadi kabar baik bagi Mondial karena milenial ini yang akan menjadi our future customer,” kata dia.
Mondial memiliki beberapa diferensiasi yang dikedepankan untuk dapat memenuhi keinginan setiap konsumen. Lewat 15 gerai butiknya, Mondial mempersembahkan varian koleksi yang beragam dengan branded diamonds yang belum tentu dimiliki merek perhiasan berlian lain, seperti MEC Ultimate, Light Of Mondial, Brilliant Rose, FireMark dan De Beers Forevermark. Mondial juga menghadirkan mutiara murni pertama di dunia dengan sertifikat GIA dan kilau sempurna yaitu Mondial Excellent Pearl.
“Mondial ingin selalu menjadi pionir dari setiap inovasi yang kami hadirkan, baik dari segi produk maupun service. Kami juga ingin hadir di lebih banyak kota-kota besar di Indonesia, khususnya Indonesia bagian Timur yang saat ini kami belum hadir disana,” harap Leslie.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.