Bobobox Hadirkan Akomodasi yang Ramah bagi Teman Tuli

Di Indonesia ada 17 juta Teman Tuli. Namun tidak semua sektor memberikan kemudahan dengan menghadirkan kondisi yang inklusif bagi mereka. Bobobox, perusahaan rintisan yang bergerak di bidang hospitality mendukung budaya inklusif dalam pengelolaan bisnisnya.
Memasuki tahun kelima beroperasi, Bobobox melihat bahwa terdapat beberapa tantangan yang dialami oleh Teman Tuli saat berlibur atau bepergian ke luar kota. Salah satu tantangan tersebut adalah dan berkomunikasi dan mengakses akomodasi yang sesuai. Untuk itu Bobobox tergerak untuk menciptakan akomodasi yang ramah bagi Teman Tuli.
Bobobox meluncurkan program Good Sleep for All dengan menyediakan berbagai fasilitas dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan Teman Tuli. Program ini mencakup layanan dengan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), papan petunjuk visual, sistem lampu isyarat darurat, dan video serta informasi fasilitas hotel berbahasa isyarat.
“Bobobox percaya setiap orang memiliki hak setara dalam mengakses akomodasi yang nyaman saat berlibur dan beristirahat. Oleh karena itu, program “Good Sleep for All” diluncurkan dengan harapan Teman Tuli dapat mengakses layanan dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan,” ujar Indra Gunawan, CEO Bobobox.
Hingga saat ini, terdapat tujuh cabang Bobobox yang telah memiliki fasilitas untuk Teman Tuli, yaitu cabang ITC Kuningan, Juanda Jakarta, Kebayoran Baru, Kota Tua, Pancoran, Mega Bekasi dan Tanah Abang.
Pada awal tahun 2023, Bobobox baru saja menyelenggarakan pelatihan khusus Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) bekerja sama dengan Silang.id, sebuah perusahaan terdepan di Indonesia yang membangun teknologi ekosistem bagi Teman Tuli. Bobobox menggandeng Silang.id sebagai penyedia pelatihan karena diyakini mengenal dan memiliki pengetahuan yang mumpuni mengenai komunitas Tuli.
“Silang.id memberikan dukungan penuh atas langkah yang diambil Bobobox. Bobobox dan Silang.id memiliki visi yang sama, yaitu kesetaraan bagi semua. Dalam hal ini penyediaan akses dan kualitas pelayanan akomodasi yang setara dan dapat dinikmati oleh teman Tuli. Karena, hingga hari ini, tidak sedikit masyarakat awam yang masih melekatkan stigma pada komunitas difabel, khususnya teman Tuli,” jelas Co-founder Silang Bagja Prawira.
“Tujuan lain yang ingin kami capai adalah dapat menjadi bagian edukasi bagi teman dengar sebagai percontohan konsep ekosistem ramah tuli. Kami berharap program ini bisa berlanjut ke cabang Bobobox hotel dan Bobocabin di seluruh Indonesia. Inisiatif ini dapat menjadi awal yang baik untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dan terbuka antara Teman Tuli sehingga dapat menerima, menghargai dan menghormati satu sama lain,” lanjut Bagja.
Pelatihan BISINDO yang diberikan untuk staf Bobobox dari seluruh cabang di area Jabodetabek meliputi kemampuan bahasa isyarat dasar, bahasa isyarat seputar layanan hotel (mengkonfirmasi kode reservasi, menginformasikan jumlah kamar yang tersedia, dan sebagainya), bahasa isyarat seputar produk Bobobox, serta pengetahuan mengenai budaya dan etika berkomunikasi dengan Teman Tuli. Dengan kemampuan ini, staf Bobobox diharapkan dapat memenuhi kebutuhan Teman Tuli saat berkunjung.
“Berkat pelatihan yang dibimbing langsung oleh juru bahasa isyarat, staf Bobobox kini dapat berkomunikasi secara langsung dengan teman Tuli menggunakan bahasa isyarat. Belajar bahasa isyarat membantu staff Bobobox melayani tamu Tuli dengan lebih maksimal. Inisiatif ini merupakan salah satu cara Bobobox untuk memberikan dampak positif bagi sekitar, karena kemampuan berkomunikasi dengan bahasa isyarat ini juga akan sangat berguna untuk digunakan oleh orang dengar saat berinteraksi dengan teman Tuli di manapun dan kapanpun,” ujar Dody Satrianto, Branch Operations Manager dari Bobobox.
Selain memberikan layanan dan fasilitas ramah komunitas tuli, Bobobox juga membuka lapangan pekerjaan bagi Teman Tuli. Sebagai langkah awal, Bobobox akan menempatkan Teman Tuli sebagai staf front office di Bobobox cabang Pancoran, Jakarta Selatan. Secara bertahap, Bobobox akan terus menambah tenaga kerja dari komunitas tuli di cabang Jabodetabek lainnya, hingga cabang luar kota.
Ke depannya, Bobobox berharap dapat terus meningkatkan layanan dan fasilitas bagi para Teman Tuli. “Kami memiliki visi untuk menyediakan akomodasi yang nyaman, menyenangkan, aman dan aksesibel bagi seluruh lapisan konsumen. Untuk mengakomodasi visi tersebut, Bobobox berkomitmen untuk secara konsisten mengembangkan inisiatif-inisiatif lain yang bermanfaat dan berdampak positif bagi sekitar di masa yang akan datang,” ujar Indra. Program ini juga didukung juga oleh duta merek Bobobox, Indahkus serta Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Parekraf DKI Jakarta Dedi Sumardi.
Editor : Eva Martha Rahayu
Swa.co.id