Strategy

Talaga Sampireun Ekspansi ke Pusat Kota Jakarta

Manajemen Talaga Sampireun
Talaga Sampireun akan terus memperluas bisnisnya dengan membuka outlet baru seperti di Bali dan Bandung. (Vina/SWA)

Kabar gembira bagi pencinta kuliner khas Nusantara. Kini, Talaga Sampireun kembali memperluas langkah bisnisnya dengan membuka outlet terbaru di pusat kota Jakarta, tepatnya di wilayah sekitar Menteng, Jakarta Pusat. Ini adalah outlet restoran ke-8 sekaligus menjadi outlet pertama dari Talaga Sampireun yang berada di jantung kota Jakarta.

Berdiri sejak 2010, Talaga Sampireun sebelumnya memiliki outlet yang tersebar di berbagai pesisir Jabodetabek seperti di Kawasan Bintaro, Ancol, Puri, Bogor, Cikarang, D’mall Depok, hingga Bekasi.

Direktur Talaga Sampireun Kalvin Lie mengatakan, pihaknya menawarkan pengalaman bersantap alam terbuka dengan citra baru kehidupan pedesaan Indonesia, namun tetap mempertahankan nilai-nilai tradisionalnya. Pun dengan Talaga Sampireun Menteng yang menyasar hunian dan para pekerja kantoran di sekitaran pusat kota Jakarta.

Pembukaan outlet terbaru ini diharapkan dapat membawa pengalaman baru bagi pelanggan ibu kota untuk bersantap dengan suasana alam pedesaan namun dipadukan dengan gaya urban kosmopolitan Jakarta.

“Kami ingin memberikan sesuatu yang unik di ibu kota, di mana ada danau, saung, hutan, air terjun. Intinya kami ingin menyediakan tempat untuk pelanggan bisa enjoy, relax, dan short break di tengah kesibukannya,” ujarnya dalam acara soft opening, Rabu (21/03/2023).

Dengan mengubah kawasan seluas 8000 m2, restoran ini terbagi menjadi banyak bangunan terpisah seperti dua lantai ruang makan utama, ruang rapat eksklusif, 16 saung terapung, rumah pohon, cafe, dapur, hingga lanskap yang terdiri dari tanaman hijau, danau buatan, dan taman bermain. Danau yang menjadi ciri khas dari outlet Talaga Sampireun juga dibangun untuk mendinginkan kondisi panas dan gersang pusat kota.

Semua bangunan di outlet terbaru ini juga dirancang untuk memungkinkan ventilasi silang yang membuat sirkulasi udara mengalir dengan alami. Bentangan atap yang luas, terinspirasi dari bentuk daun pohon pisang, menaungi ruangan dari panas dan hujan lebat tropis. Sementara, paduan nuansa kayu, banyak digunakan sebagai struktur, lantai, dan dinding saung yang merupakan hasil karya desain dari arsitektur Piter Gan.

“Di cabang ini kami ada dua tipe dining experience, yakni formal dining dan cafe dining. Formal dining biasanya untuk bersantap dengan keluarga dan kerabat, tipe makanannya lebih berat. Sementara cafe dining lebih casual experience, contohnya untuk quick meeting dan porsi makanannya pun individu,” jelas Kalvin.

Untuk aneka hidangan, Talaga Sampireun Menteng menawarkan ragam kreasi kuliner Nusantara seperti gurame terbang, udang bakar madu, tumis bunga pepaya, kangkung plecing, patin pepes bambu, dan iga garang asem yang telah menjadi favorit pelanggan setia dari Talaga Sampireun selama ini. Selain makanan utama, ada juga beragam jenis kudapan tradisional seperti pisang goreng sunda, tape goreng, pisang bakar, dan kudapan lainya.

“Kami ingin agar lebih banyak orang yang tertarik dan mencoba kuliner Nusantara serta menjadikannya sebagai pilihan menu favorit banyak orang, sebab kuliner Nusantara memiliki rasa khasnya masing-masing dengan bumbu yang beragam dan proses memasak yang unik,” ungkap Giyatno Gunardi, Corporate Chef Talaga Sampireun.

Adapun outlet terbaru ini akan buka setiap hari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB dan dapat mengakomodir hingga 650 orang. Ke depan, Talaga Sampireun juga berencana untuk terus mengembangkan bisnisnya dengan membuka outlet-outlet baru. “Di akhir Desember ini kami akan buka di Bali, dan perkiraan akhir 2024 atau awal 2025 kami akan buka di Bandung,” tutur Kalvin.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved