Humpuss Intermoda Transportasi, Implementasi K3 Menyeluruh di Darat dan Kapal

Sebagai penyedia layanan distribusi energi, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (HITS) banyak melakukan aktivitas di atas kapal laut yang melintasi samudra dan benua di seluruh dunia. Dengan demikian, perusahaan sangat dekat dengan isu keselamatan transportasi dan operasi alat-alat pendukungnya.
Edison, Head of HSE HITS, menyampaikan, program K3 di HITS dibangun di atas sejumlah fondasi, yaitu SOLAS (Safety of Life at Sea), STCW (Standards of Training Certification and Watchkeeping), MARPOL (Marine Pollution), ISM (International Safety Management) Code, MLC (Maritime Labour Convention), ISO 45001:2018 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, dan SMK3 PP No. 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3.
Edison menjelaskan bahwa implementasi K3 perusahaan dilakukan baik di kantor maupun kapal. Untuk di kantor, antara lain melaksanakan audit internal dan eksternal setiap tahun, menjalankan program MCU (medical check-up) dan latihan tanggap darurat setiap tahun, memiliki personel designated Person Ashore & Management Representative, memiliki personel ahli K3, serta memiliki program jadwal inspeksi K3.
Sementara itu, di kapal, antara lain melakukan latihan tanggap darurat keselamatan setiap bulan, melakukan latihan keselamatan dan training setiap bulan, mengecek kebersihan dan kerapian kapal setiap bulan, melaporkan jumlah jam kerja dan jam istirahat ke perusahaan, memiliki safety management certificate, melaksanakan drugs and alcohol test, serta melakukan MCU untuk kru kapal baru yang akan on board.
Untuk mengelolanya, Edison melanjutkan, perusahaan memiliki Divisi QHSE (Quality, Health, Safety, and Environment) yang bertanggung jawab atas manajemen K3. QHSE disupervisi langsung oleh direksi dan melakukan pelaporan langsung ke direksi.
“QHSE ini juga memiliki tim-tim perwakilannya di seluruh anak usaha HITS, baik yang di kapal maupun kantor dan sekretaris HITS, dan mereka saling berkolaborasi dengan QHSE di induk/pusat,” katanya.
Sebagai perusahaan yang memiliki delapan segmen bisnis melalui tiga anak usaha, HITS pun menjalankan sejumlah program komunikasi K3 agar berjalan dengan baik dan menyeluruh. Terdapat program yang berjenis pelatihan K3, di antaranya ISM Code, heavy weather damage, live saving appliances, rescue person from enclosed space, emergency streering, emergency towing equipment, fire drill, main engine break down, grounding and flooding, oil spill, fire fighting, dan abandon ship.
Media sosial juga diaktifkan dalam komunikasi untuk membangun awareness K3. Edison menyatakan, setiap informasi terbaru atau kampanye yang berkaitan dengan K3 disampaikan ke medsosnya, misalnya Instagram, sehingga bisa dilihat dan dibaca oleh seluruh karyawan dan kru kapal.
HITS pun mengimplementasikan K3 dengan memanfaatkan platform digital. Di antara yang utama, perusahaan telah mengembangkan GAIS (General Affair Information System), sebagai aplikasi bagi karyawan untuk berbagai kebutuhan terkait operasional; EMOTION (Employee Information System), sebagai aplikasi untuk pengajuan, misalnya perjalanan dinas ke kapal dan pengajuan pelatihan yang terkait safety; serta HITS NET, platform untuk membagikan informasi terkait internal perusahaan.
Ada juga PMS (Planned Maintenance System), program perawatan atau perbaikan di atas kapal yang terintegrasi antara kru di darat dan kapal. Serta sebuah manual perusahaan yang bisa diakses secara online oleh kru kapal ataupun karyawan darat, yang bernama Share Point (digital manual).
“Hasil dari implementasi K3 di perusahaan kami, baik itu implementasi di kapal maupun di kantor, bahwa kami sudah mendapatkan dampaknya, yaitu zero LTI: zero fatality, zero off hire, zero occupational illness, zero complain, dan zero pollution. Dan, kami sudah bisa menciptakan safety culture di perusahaan dan HSE Award,” tutur Edison. (*)
Yosa Maulana & Arie Liliyah