Technology Trends

Disebut akan Jadi Unicorn, CEO eFishery Respons Begini

CEO eFishery Gibran Huzaifah. (Foto Ubaidillah/SWA)

Startup teknologi akuakultur pertama di Indonesia eFishery disebut-sebut akan menjadi the next perusahaan startup berstatus unicorn. Perusahaan unicorn adalah sebuah perusahaan rintisan atau startup yang memiliki nilai valuasi US$ 1 miliar atau Rp 14,1 triliunan.

Menanggapi kabar yang beredar bahwa eFishery bakal menjadi perusahaan rintisan berstatus unicorn, CEO eFishery Gibran Huzaifah mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin memberikan banyak komentar tentang isu yang berkembang tersebut. Ini karena hal yang dibicarakan masih kemungkinan dan belum terjadi.

Namun, Gibran mengatakan bahwa jika nanti benar jadi atau terwujud, menjadi unicorn itu merupakan sebuah bonus bagi eFishery. Saat ini fokus eFishery adalah lebih ke mambangun impact, artinya jika berdampak bagus, bisnisnya bagus, pembudidaya bagus akhirnya investor tertarik.

“Jika investor tertarik, itu bisa memb-value company kami dengan bagus juga di kondisi yang sekarang. Jadi kami tidak pernah ada target untuk jadi next unicorn, bahwa ini jadi pencapaian besar kami itu enggak, kami mengalir saja. Kalaupun jadi nanti kami bakal kasih tau teman-teman media,” ujar Gibran saat diwawancara usai peluncuran Impact Report 2022 di Jakarta, Rabu (29/3/2023).

Saat ini, eFishery sendiri telah memberikan dampak yang cukup luas bagi dunia akuakultur atau budidaya ikan dan udang di Indonesia. Berdasarkan hasil riset Lembaga Demografi FEB UI eFishery berkontribusi sebesar Rp3,4 Triliun atau setara dengan 1,55% terhadap PDB sektor akuakultur Indonesia tahun 2022. Ekosistem eFishery memberikan peningkatan rata-rata omzet per bulan bagi pembudidaya ikan dan petambak udang.

Dilihat berdasarkan skala, usaha kecil mengalami peningkatan omzet per bulan sebesar 1,7% yakni dari Rp 63,8 juta menjadi Rp 64,9 juta, sementara skala usaha menengah meningkat paling besar, yaitu sebesar 24,7% atau Rp 123,1 juta dari Rp 499,3 juta menjadi Rp 622,4 juta setelah bergabung dengan eFishery.

Hasil riset tersebut juga memperlihatkan bahwa peningkatan ekonomi ini dapat terjadi karena adanya peningkatan biomassa terhadap waktu yang dapat diukur dengan Average Daily Gain (ADG). Seperti misalnya ADG untuk ikan lele dengan pemberian pakan konvensional berkisar antara 1,27 sampai 1,93.

Produk unggulan digital eFishery meningkatkan keuntungan petani sektor akuakultur sebesar lebih dari 34,1%. Penggunaan eFeeder bisa membantu petani dalam meningkatkan produktivitas tambaknya. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya Food Conversion Ratio (FCR). Para pembudidaya atau pemilik tambak yang menggunakan eFeeder memperoleh hasil FCR antara 0,85 sampai 1,34, dengan rata-rata 1,09. Hal ini berarti setiap tambahan pakan ikan 1 kg akan menghasilkan penambahan berat ikan sampai dengan 1,2 kg.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved