Youngster Inc. Entrepreneur

Totalitas Denis Kembangkan Cessa Natural

Denis Yonathan, CEO Cessa Natural,
Denis Yonathan, CEO Cessa Natural,

Tidak ada sukses tanpa proses. Hal itu dirasakan betul oleh Denis Yonathan (37 tahun) dalam merentang bisnisnya. Lulusan Manajemen Pemasaran IBII ini mengakui, untuk sukses dalam menjalankan bisnis memang harus ngotot, kerja keras, dan pantang menyerah.

Seperti pengalamannya membangun bisnis essential oil untuk bayi dan anak-anak merek Cessa Natural, menurut Denis, bisnisnya ini bukan tiba-tiba tumbuh besar. Semuanya bermula dari ketertarikannya menjalankan bisnis. Yakni, ketika masih kuliah, tahun 2006, dia membangun bisnis MICE yang berjalan hingga 10 tahun.

“Bermula dari menjadi MC di event-event, kemudian saya terpikirkan bikin event organizer untuk corporate, road show, dsb.,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, setelah EO-nya sudah tumbuh dan berjalan, Denis juga masuk ke bisnis kuliner. “Dari mulai membangun satu restoran makanan Jepang, lalu bertambah lagi,” ungkap Denis yang kini memiliki enam jenis usaha yang berbeda.

Namun, di antara portofolio bisnisnya itu, diakuinya, yang paling istimewa memang bisnis Cessa Natural yang dibangun dari 2018. Mengapa? “Karena, saya menyiapkan Cessa dengan sangat matang. Kami sudah siap untuk jadi brand besar. Jadi, sekarang pun kami semakin fokus dan tajam untuk membesarkan Cessa,” katanya meyakinkan.

Dijelaskan Denis, Cessa Natural lahir dari nol besar, hasil diskusi dengan mitra usaha yang bisa membuat resep atau racikan. Dia sendiri berperan mengembangkan konsep bisinisnya. “Setelah diskusi, kami sepakat merancang strategic business-nya; mulai dari target pasar, cara pemasaran, strategi komunikasi, strategi penjualan, dan seterusnya,” ungkapnya.

Terbukti, dengan perencanaan matang, kini Cessa Natural terjual hampir 7 juta botol (2018-2022). “Pertumbuhannya 300%-500% setiap tahun,” ujar Denis.

Produksi awalnya, 20 ribu – 50 ribu botol per bulan. Kemudian, berkembang cukup cepat, dalam kurun enam bulan sudah produksi 100 ribu botol per bulan, dan sekarang 800 ribu – 1 juta botol per bulan.

Di tahun 2022, empat tahun kemudian, Denis mengakui banyak permintaan dari Malaysia, Thailand, dan Singapura. Namun, karena kapasitas produksi yang masih terbatas, pihaknya belum bisa memenuhi secara maksimal.

“Saat ini per bulan kami baru bisa produksi 800 ribu – 1 juta botol dan itu langsung sold ke agen, reseller, e-commerce, dan ritel apotek. Jadi, 2023 ini kami berencana menambah kapasitas produksi untuk bisa memenuhi permintaan pasar ekspor,” ungkapnya.

Dia mengakui, Essential Oil Cessa Natural hadir di saat yang tepat. Ketika terjadi pandemi Covid-19, produk-produk kesehatan, mulai dari ramuan tradisional hingga essential oil, semakin digemari. Tumbuh pula kesadaran dan pemahaman masyarakat Indonesia tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan perawatan diri pada para orang tua dan anak-anak. Sehingga, para orang tua pun mulai memilih penggunaan essential oil yang tepat sebagai pelengkap atau terapi yang dapat membantu meningkatkan imun dan kesehatan anak.

Cessa Natural menjadi brand lokal essential oil roll on pertama di Indonesia khusus untuk bayi dan anak usia di bawah lima tahun dengan kandungan 100% natural. Produk ini mudah digunakan. Hanya dengan mengoleskannya pada bagian luar tubuh, bahan ekstrak ini dapat langsung meresap ke dalam tubuh anak atau bayi.

Nah, karena sifatnya yang membutuhkan proses produksi yang higienis, Denis memulainya secara sangat hati-hati, dengan hanya berskala rumahan. Kemudian, berkembang permintaan dengan volume yang makin besar. Akhirnya, pihaknya berhasil bekerjasama dengan pabrik (maklun), sementara formula dari pihak Denis.

“Sekarang kami sudah mengantongi BPOM obat luar (oles) tradisional untuk bayi dan anak-anak, dan selain reseller dan e-commerce (tiga e-commerce besar: Shopee, Tokopedia, dan Lazada), juga sudah ada di jaringan ritel Apotek K-24 di seluruh Indonesia,” Denis menjelaskan kesiapannya dalam distribusi.

“Tahun 2023 ini kami masuk ke semua baby shop di Indonesia, dan akan masuk ke ritel swalayan seperti Alfamart dan Indomaret dan siap ekspor juga,” lanjutnya bangga.

Dengan pertumbuhan yang melesat, apa saja tantangannya? Menurut Denis, karena merupakan pelopor essential oil untuk anak-anak dan bayi, sebelum eksekusi penjualan dan distribusi, pihaknya harus mengedukasi calon pasar secara digital.

“Kami sangat aktif komunikasi, terutama di media sosial (Instagram dan Facebook), dan kami buat juga talkshow dan diskusi-diskusi kecil. Lalu, kami masuk ke e-commerce,” ungkap Denis tentang rahasia suksesnya.

Denis mengakui, pihaknya memang berinvestasi cukup besar untuk marketing digital Cessa. “Setelah edukasi pasar dan marketing-nya, baru yang kedua kami bangun distribusinya, melalui program reseller,” katanya.

Edukasi pun diberikan kepada pasukan reseller. Mengapa?

“Mereka ujung tombak di lapangan, sehingga harus kami bekali dengan edukasi mengenai produk, cara marketing yang baik, bahkan materi pemasarannya pun diajarkan. Jadi, reseller kami pun disiapkan dengan baik, tidak hanya asal transaksi jual-beli,” paparnya.

Denis menawarkan kemudahan kepada reseller dengan menyediakan aplikasi bagi untuk mereka untuk order produk dan mengakses materi marketing. Jadi, mereka tinggal mengunduhnya, lalu posting di medsos masing-masing.

“Total reseller kami sekarang ada 500 lebih, tersebar di kota-kota besar di seluruh Indonesia,” ungkap pebisnis yang mengikat reseller dengan gathering, bonus jalan-jalan, serta logam mulia ini. (*)

Dyah Hasto Palupi/Arie Liliyah

www.swa.id


Copyright @2023. SWA Online Magazine

All Right Reserved