Trends

Tiga Tips dan Trik Memilih Asuransi Syariah

Aliyah Natasya (kir) saat menghadiri MEdia Gathering bersama Astra Life Syariah. (Ubaidillah/SWA)

Asuransi sudah menjadi kebutuhan banyak orang. Adanya asuransi membuat orang semakin merasa aman, tidak khawatir, dan terlindungi. Namun seringkali orang tertipu dalam memilih pengelola asuransi hingga mengakibatkan kerugian bagi pemegang polis.

Saat ini, masyarakat juga sudah diberi pilihan bentuk pengelola asuransi, ada yang konvensional dan syariah. Keduanya dijamin UU dan dalam pengawasan lembaga negara. Akan tetapi, masyarakat tetap harus pintar dalam memilih asuransi, termasuk asuransi syariah.

Perencana Keuangan Aliyah Natasya memberikan tips dan trik memilih asuransi syariah yang benar dan juga agar tidak tertipu. Biasanya, pemegang polis baru sadar asuransi dipilih itu salah saat sudah menjadi peserta dan membayarkan iuran dalam jangka waktu tertentu. “Saat mau mengajukan klaim, ternyata tidak sesuai harapan,” kata Aliyah dalam Media Gathering bersama Astra Life Syariah, Kamis (13/4/2023).

Berikut tiga tips dan trik memilih asuransi syariah agar tidak menyesal di kemudian hari:

1. Sesuaikan dengan Kebutuhan

Aliyah menjelaskan, masyarakat yang ingin mengikuti program asuransi syariah harus mengetahui kebutuhannya terlebih dahulu. Artinya terlebih dahulu menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan.

“Jangan sampai ikut Asuransi Syariah tetapi salah pilih program yang tidak sesuai kebutuhan. Setelah salah pilih, kondisi keuangan juga enggak bagus yang pada akhirnya tidak bisa membayar iuran. Ini jangan sampai terjadi,” kata Aliyah dalam penjelasannya.

2. Pilih Pengelola yang Terpercaya dan Bereputasi Baik

Banyak perusahaan pengelola asuransi abal-abal yang dapat menyebabkan kerugian bagi pesertanya. Perusahaan asuransi yang baik, terpercaya dan bereputasi itu biasanya terdaftar, diawasi OJK, dan memiliki rekam jejak yang baik dalam membayar klaim para pesertanya.

“Ada juga perusahaan resmi tetapi ternyata kurang baik dalam mencairkan klaim. Masyarakat harus bisa memilih mana yang baik dan terpercaya dengan mencari rekam jejaknya,” ujar alumnus University of Birmingham ini.

3. Benefits and Coverage

Tips dan trik yang ketiga adalah pilih lah asuransi syariah yang memberikan manfaat dan fasilitas produk yang sesuai dengan kebutuhan dan prinsip syariah. Karena asuransi syariah dan konvensional itu memiliki perbedaan yang cukup menonjol, baik akad, aturan hingga sistem kerjanya.

Satu contoh perbedaan asuransi syariah dengan konvensional yakni sifat bisnis di mana asuransi syariah bersifat tolong menolong antar para peserta dalam bentuk dana Tabarru’. Sementara sifat bisnis asuransi konvensional adalah perusahaan mengasuransikan pemegang polis berdasarkan kesepakatan komersial atau prinsip jual-beli.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved