Sayurbox PHK, Pengamat: Pasar Tradisional Tak Gentar Disrupsi Digital

Menjelang Idulfitri 2023 ini, startup Sayurbox dikabarkan melakukan PHK terhadap karyawannya. Namun, manajemen perusahaan tersebut tidak mengungkapkan berapa jumlah karyawan yang terdampak PHK. Langkah PHK dilakukan karena segmen bisnis B2C tidak tumbuh seperti yang diharapkan, meski B2B tumbuh.
Konsultan Bisnis yang juga Pengamat Marketing Yuswohady mengatakan ‘The golden era of digital startup is over.’ PHK Sayurbox semakin memperkuat tren datangnya senjakala startup digital yg mengalami masa paceklik karena terhantam dari dua sisi.
Pertama adalah sisi supply (of capital), mereka mulai ditinggalkan investor sehingga tak bisa lagi mendapatkan seri pembiayaan untuk mendukung operasi. Kedua adalah sisi demand, mulai ditinggalkan oleh konsumen karena layanannya kian tak kompetitif. “Karena tak ada lagi duit yang dibakar untuk memberikan cashback dan diskon besar-besaran,” kata Yuswo melalui akun Instagram pribadinya, Minggu (16/04/2023).
Riset yang dilakukan Inventure-Alvara pada Februari 2023 menunjukkan tren konsumen kini semakin meninggalkan layanan startup digital karena semakin mahal dan tak kompetitif lagi. Mulai dari startup digital e-commerce, ride hailing, online delivery, pinjol, hingga e-grocery (Sayurbox) turun intensi penggunanya.
“Yang menarik adalah untuk e-grocery. Menurut survei tersebut hanya 3,2% konsumen yang belanja sayur via platform digital. Celakanya, ketika ditanya apakah ke depan akan terus menggunakannya, hanya 1,3% yang mengatakan ya,” ujar Yuswo.
Artinya, tambah Yuswo, pasar e-grocery saat ini sangat kecil (niche) dan trennya terus menurun. “Kita tunggu saja apakah pasar yang niche ini akan tetap bertahan atau sebentar lagi akan menguap dan say goodbye,” katanya
Tren ini sekaligus mengungkap fakta bahwa pasar tradisional tak tergantikan. Masyarakat tetap memilih pasar tradisional untuk berbelanja sayur, buah, dan daging atau produk fresh. Pasar tradisional tak mempan dan tak gentar oleh disrupsi digital.
“Emak-emak masih cinta pasar becek dekat rumah untuk beli sayur-mayur ketimbang via handphone. Pasar tradisional memang sakti,” ucap Yuswo menutup keterangannya.
Editor : Eva Martha Rahayu
Swa.co.id
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.