Mulai 2028, Mastercard Gunakan Plastik Daur Ulang sebagai Bahan Kartu

Mastercard akan mempercepat upaya untuk menghilangkan penggunaan plastik PVC murni, yang digunakan untuk kartu pembayaran di seluruh jaringannya pada 28. Langkah ini sebagai komitmen keberlanjutan perusahaan dan meningkatkan aksesibilitas kartu yang lebih ramah lingkungan bagi konsumen yang ingin mengurangi dampak lingkungan.
Sebagai langkah pertama dalam jaringan pembayaran, mulai 1 Januari 2028, semua kartu pembayaran plastik Mastercard yang baru diproduksi akan dibuat dari bahan yang lebih ramah lingkungan. Bahan yang digunakan seperti plastik daur ulang atau plastik yang berasal dari sumber hayati seperti rPVC, rPET, atau PLA yang telah melalui program sertifikasi.
“Dunia memiliki masalah plastik dan untuk menyelesaikannya akan menjadi tugas seluruh masyarakat. Namun, seringkali upaya untuk mengatasi masalah ini dilakukan secara terpisah atau tidak terkoordinasi,” ujar Sandeep Malhotra, Executive Vice President, Products & Innovation, Asia Pacific, Mastercard dalam rilisnya, Kamis (11/05/2023).
Mastercard meluncurkan Sustainable Card Program pada 2018. Sejak saat itu, Mastercard mengklaim lebih dari 330 penerbit kartu di 80 negara telah bergabung secara sukarela, termasuk 90 penerbit kartu di 15 pasar di Asia Pasifik. Selama itu pula, Mastercard dengan para produsen kartu mengubah lebih dari 168 juta kartu di seluruh jaringannya, termasuk 31 juta kartu di Asia Pasifik, menjadi bahan daur ulang dan bahan berbasis hayati.
“Inisiatif ini disambut baik oleh mitra penerbit kartu Mastercard di Asia Pasifik, di mana 90 penerbit kartu di Jepang, Australia, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan negara-negara lainnya sudah bergabung dalam program kartu ramah lingkungan. Hal ini berarti bahwa para pemegang kartu dapat dengan bangga menggunakan kartu mereka karena terbuat dari plastik yang ramah lingkungan,” ujar Malhotra optimistis.
Ellen Jackowski selaku Chief Sustainability Officer Mastercard mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mempercepat tindakan untuk mengatasi perubahan iklim dan mengurangi limbah. “Salah satunya adalah dengan mendorong bisnis Mastercard mencapai nol emisi bersih serta memanfaatkan jaringan dan skala bisnis Mastercard untuk mempercepat peralihan menuju ekonomi regeneratif yang rendah karbon,” ujarnya.
Group Head of Retail Banking and Strategy, Wealth and Personal Banking HSBC Taylan Turan mengatakan pengumuman dari Mastercard ini merupakan langkah besar bagi layanan keuangan. Material baru yang ramah lingkungan, seperti rPVC, memberikan jalan yang jelas bagi sektor keuangan untuk mempercepat upaya dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.
“Sebagai bagian dari strategi net zero HSBC, kami telah memperkenalkan kartu pembayaran plastik yang didaur ulang di 28 pasar global dan menetapkan persyaratan untuk menggunakan bahan yang ramah lingkungan untuk semua jenis kartu, termasuk kartu debit, kredit, dan kartu komersial. Hal ini berdampak positif dengan mengurangi penggunaan 85 ton plastik yang akan berakhir di tempat pembuangan sampah,” kata Taylan.
Editor : Eva Martha Rahayu
Swa.co.id