SCNP Membidik Omzet Rp 1 Triliun di 2023

PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) membidik pendapatan senilai Rp 1,63 triliun di sepanjang tahun 2023. Target ini berpotensi tumbuh sebesar 243,32% dari pendapatan di 2022 senilai Rp 475,94 miliar. Manajemen SNCP menyiapkan serangkaian pengembangan bisnis untuk menyokong target tersebut.
Program bisnis SCNP itu antara lain kerjasama antara perseroan dan Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan NIVA (Non Invasive Vascular Analyzer), alat kesehatan pendeteksi dini penyakit kardiovaskular. Pada 26 April 2023, SCNP dan ITB menjabarkan NIVA kepada Menteri Kesehatan dan diapresiasi untuk mendukung program kesehatan pemerintah terhadap masyarakat dalam hal jantung dan pembuluh darah. Izin edar NIVA diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan
Kemudian, PT Selaras Donlim Indonesia (SDI), anak Perusahaan SCNP, menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan perusahaan raksasa elektronik dari mancanegara untuk produk vacuum cleaner, pengembangan produk UVC Air Purifier yang dilengkapi dengan essential oil dan AppsBaseddigital remote controller.
Adapun, penjualan Selaras Citra Nusantara Perkasa pada kuartal I/2023 senilai Rp 155,79 miliar naik sebesar 17,77% dari Rp 121,92 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode ini, perseroan masih mengantongi rugi bersih sebesar Rp 4,3 miliar.
Perseroan mencermati potensi semisal potensi pertumbuhan penjualan alat-alat kesehatan nasional. Faktor lainnya, SCNP mempertimbangkan tantangan bisnis seperti daya beli masyarakat dan peningkatan harga suku cadang. Produsen perlengkapan rumah tangga dan alat-alat kesehatan ini memproduksi beragam produk, antara lain blender, setrika, kompor gas, kipas angin, penanak nasi, vacuum cleaner, dan air purifier.
SCNP per Januari 2023 masih memegang sisa dana IPO senilai Rp 561,43 juta yang antara lain masih tercatat untuk alokasi pengembangan teknologi informasi sebesar Rp 130,07 juta, pengembangan kegiatan pemasaran Rp 131,42 juta serta penjualan Rp 300 juta. Perseroan melangsungkan IPO pada 7 September 2020 dan menggalang dana sebesar Rp 55 miliar pada aksi korporasi ini.
Sebelumnya, perseroan berikhtiar untuk menyokong kegiatan bisnis, di antaranya menyetor uang muka Rp 9,1 miliar untuk pembelian inventori SDI. Pembayaran uang muka tersebut dilakukan sebanyak dua tahap seperti yang disampaikan manajemen pada akhir Februari tahun ini. ”Sumber dana perseroan untuk setoran uang muka kepada SDI dari kas internal.
Secara umum, tujuan utama penyetoran uang muka inventori tersebut untuk mencapai suatu kondisi yang memungkinkan perseroan dan anak usaha mampu menghasilkan income, dapat mempertahankan keberlanjutan usaha manufaktur untuk SCNP dan anak usaha,” ujar ” Donny T. Herwindo, Direktur Selaras Citra Nusantara Perkasa dalam keterbukaan informasi yang dikutip SWAonline pada Senin, (15/05/2023)
Perseroan meyakini setoran pembelian inventori itu, maka perseroan dan SDI secara integral berpeluang besar meningkatkan produktivitas dalam memenuhi permintaan pasar, peningkatan income, dan mempertahankan keberlanjutan. Harga saham SCNP pada penutupan perdagangan di Senin ini sebesar Rp 250 atau naik 1,63% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Swa.co.id
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.