Penetrasi Internet di Indonesia 2023 Capai 78,19%

Berdasarkan survei terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet di Indonesia tahun 2023 mencapai 78,19%, hanya tumbuh 1,17% dibandingkan tahun 2022. Ini menandai perlambatan, jika dibandingkan dengan pertumbuhan tahun sebelumnya yang mencapai 3,32%.
Sehingga jumlah penduduk Indonesia yang terkoneksi dengan Internet di tahun 2022-2023 sebanyak 215.626.156 jiwa dari total populasi sebesar 275.773.901 jiwa.
Survei ini dilakukan dengan metode multi stage random sampling terhadap 8.510 responden yang tersebar di semua provinsi Indonesia. Pengumpulan data dilakukan pada 10 – 27 Januari 2023 melalui wawancara dengan bantuan kuesioner. Sementara margin of error 1,14% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Muhammad Arif, Ketua Umum APJII menyatakan, “Perlambatan ini menunjukkan bahwa kita perlu memperkuat upaya dalam memperluas akses internet, khususnya di daerah-daerah yang masih belum terjangkau. Akses internet yang merata menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mewujudkan Indonesia sebagai pemain utama dalam ekonomi digital.”
Ia juga menambahkan bahwa belum harmonisnya regulasi yang ada di pemerintah pusat dan di daerah cukup menghambat pembangunan infrastruktur digital di daerah secara merata. “Kami sering terhambat segudang regulasi yang ada di daerah dan tidak sinkron dengan pemerintah pusat. Padahal kehadiran infrastruktur digital akan membangkitkan perekonomian daerah.”
Arif melanjutkan, untuk itu, sinergi antara pemerintah, penyedia layanan internet, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Kami menyerukan kepada semua pihak untuk bekerja sama dalam mempercepat ekspansi dan peningkatan kualitas akses internet di seluruh negeri.
Adapun peluncuran hasil survei penetrasi Pengguna Internet 2023 ini diselenggarakan berbarengan dengan peringatan Hari Jadi APJII yang ke-27. Sejak pertama didirikan pada tahun 1996, APJII terus berkembang hingga kini memiliki lebih dari 920 anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Angka ini menandakan bahwa saat ini ada lebih dari 920 ISP (Internet Service Provider) di Indonesia yang bersama-sama berupaya menghadirkan koneksi internet yang memadai bagi lebih banyak masyarakat Indonesia.
Selain itu, APJII juga bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu keamanan siber. Mengingat peran penting ISP sebagai pintu utama akses internet bagi masyarakat, penting bagi setiap pengguna untuk memahami bagaimana menjaga keamanan dan privasi data mereka.
Untuk mendukung inisiatif ini, APJII dan BSSN berencana meluncurkan serangkaian program dan kampanye edukasi yang ditujukan untuk masyarakat umum serta penyedia layanan internet. Program ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berinternet secara aman dan sehat.
Editor : Eva Martha Rahayu
Swa.co.id
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.