Pengguna Skincare Diimbau untuk Prioritaskan Produk Perawatan Dasar

Penggunaan produk skincare telah menjadi tren yang populer dalam perawatan kulit di era modern saat ini. Sebab kulit yang sehat dan terawat dengan baik memberikan banyak manfaat, seperti penampilan yang lebih segar dan lebih muda, hingga meningkatkan rasa percaya diri.
Namun, terkadang fokus pada perawatan yang lebih kompleks membuat banyak orang mengabaikan perawatan dasar yang juga sama pentingnya. Meskipun sederhana, perawatan dasar ini merupakan fondasi yang penting untuk menjaga kesehatan dan keindahan kulit.
Karena itu, dr. Pipim S. Bayasari yang merupakan seorang dermatolog atau Dokter Spesialis Kulit lulusan Universitas Triksati (2013) dan Universitas Hasanuddin (2021) ini, megimbau agar pengguna skincare tidak hanya terfokus pada produk pemutih instan, tetapi juga memberikan perhatian yang lebih pada langkah-langkah dasar.
Sejak mulai aktif di media sosial TikTok dan Instagram, perempuan yang bernama lengkap dr. Pipim Septiana Bayasari Yudho Purwono, SpDV atau yang lebih akrab disapa dengan panggilan dr. Pim ini kerap memberikan berbagai tips perihal perawatan kulit, mencakup penggunaan skincare yang baik dan benar.
“Saat ini, mindset orang Indonesia terkait kulit yang bagus atau cantik itu adalah putih. Padahal sebenarnya itu tidak perlu. Jika kulit terawat dengan baik, maka ia akan glowing dengan sendirinya. Baiknya, yang perlu diberi perhatian lebih itu adalah perawatan dasarnya,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta(19/05/2023).
Meskipun ada banyak produk baru yang menarik perhatian di pasar skincare, dr. Pim yang juga tergabung dalam Perdoski (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia) ini mengingatkan agar perawatan dasar tidak boleh dilupakan karena hal tersebut merupakan landasan penting agar kulit tetap terjaga dalam jangka panjang dan meminimalkan risiko masalah kulit yang lebih serius.
Menurutnya, pembersihan kulit secara teratur dan efektif merupakan langkah penting untuk menghilangkan kotoran, minyak berlebih dan sisa-sisa makeup yang dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan masalah kilit seperti jerawat dan komedo. Maka dengan menggunakan pembersih yang sesuai dengan jenis kulit, itu dapat menjaga kulit akan tetap bersih, segar, dan sehat.
“Sering kita temui, beberapa orang masih kerap lupa untuk melakukan perawatan dasar seperti menggunakan facial wash, toner, sunscreen dan pelembab. Jika keempat produk ini belum diperhatikan kegunaannya sejak awal hingga pada akhirnya timbul masalah kulit, maka itulah penyebab adanya masalah tersebut seperti jerawat, aging, flek dan lainnya,” ujar perempuan kelahiran Bandung, 26 September 1989 ini.
Di sela-sela kesibukannya yang kini bertugas di EMC Sentul Hospital, dr. Pim terus mengupayakan untuk menyisihkan waktunya membuat beragam konten seputar perawatan kulit dengan belandaskan ilmu pengetahuan yang dia miliki. Hal yang dilakukannya ini tentunya disambut hangat oleh pengguna sosial media lainnya.
“Kehadiran media sosial mempermudah kita untuk menimba dan berbagi ilmu. Maka saya memanfaatkan itu sebagaimana mestinya. Sebab di sana saya bisa berbagi ilmu pengetahuan yang saya miliki, dan semoga hal itu dapat bermanfaat bagi siapa pun yang melihatnya,” katanya.
Dalam mengadopsi penggunaan skincare, dr. Pim juga menambahkan penting untuk memahami kebutuhan kulit dengan memilih produk yang sesuai dengan jenis kulit dan masalah kulit yang dihadapi. Berdasarkan pengalaman dan ilmu pengetahuannya, dia juga akan segera merilis sebuah produk skincare dengan nama Thrive Nature Skin Science. Dia memastikan produk yang akan dikeluarkan ini aman untuk digunakan.
“Kebanyakan produk skincare yang populer saat ini lebih fokus ke arah pengobatan. Sedangkan produk yang akan kami keluarkan ini lebih mengarah ke perawatan. Makanya kami memperkuat produk ini dengan basic skincare,” tambah dia.
Swa.co.id
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.