Trends

Juara POI 2023 Diharapkan Jadi Duta Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengapresiasi pemilihan POI (Putri Otonomi Indonesia) 2023. “Saya berharap para peserta bisa menjadi duta pariwisata dan ekonomi kreatif yang membantu mempromosikan berbagai destinasi pariwisata dan aneka produk ekonomi kreatif agar bisa tumbuh berkembang memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menteri Sandiaga dalam siaran pers di Jakarta (25/05/2023).

Menparekraf menjelaskan, tren sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mengalami perubahan. Pandemi ini di sisi lain memiliki sisi positif karena justru mempercepat perubahan paradigma pembangunan pariwisata dari quantity tourism menjadi quality and sustainable tourism. “Kita menekankan kepada prinsip sustainable tourism yang bergantung pada apa yang kita tawarkan kepada wisatawan sesuai tren pariwisata ke depan yaitu more personalized, customized, localized, dan smaller in size,” dia menguraikan.

Menurut Menparekraf, pergerakan wisatawan Nusantara akan menjadi andalan dalam pemulihan sektor pariwisata nasional tahun 2022 dengan target 260 juta hingga 280 juta pergerakan. Diperkirakan, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional pada 2022 akan mencapai 4,3 persen. Sedikit lebih tinggi dari perkiraan capaian tahun 2021 yaitu sebesar 4,2 persen.

Selain itu, dari sisi nilai tambah ekonomi kreatif ditargetkan tahun 2022 dapat mencapai Rp1.236 triliun. Untuk nilai ekspor produk kreatif ditargetkan mencapai US$ 21,28 miliar. Dampak dari pertumbuhan itu tentunya akan memperluas jumlah lapangan kerja pada sektor parekraf. Kemenparekraf menargetkan tahun 2022 tercipta 400.000 lapangan kerja baru yang berkualitas di sektor pariwisata. Sementara di ekraf akan tumbuh lebih dari 600.000-700.000 lapangan kerja yang ditopang oleh sektor unggulan yakni kuliner, kriya, dan fashion.

Terkait hal tersebut, Menparekraf akan berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk meningkatkan literasi digital bagi para pelaku UMKM. Saat ini, ucap Menparekraf Sandiaga, 73 persen dari UMKM di Indonesia belum tersentuh digitalisasi. “Kita akan pastikan dengan program pendampingan dan pembiayaan, kita akan tingkatkan jumlah anak muda dan UMKM yang terkoneksi dan masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) kembali menggelar Pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2023. Ajang ini sebagai wadah para putri di tingkat kabupaten untuk bisa bersaing di kancah nasional. Grand final POI 2023 akan dilaksanakan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah bersamaan dengan malam syukuran HUT ke-23 Apkasi, akhir Juni 2023.

Ketua Umum Apkasi Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan bahwa kegiatan POI 2023 ini selaras dengan program pemerintah. “Ajang Pemilihan Putri Otonomi Indonesia Tahun 2023 merupakan kontribusi kongkrit Apkasi dalam rangka mendorong talenta para putri daerah untuk bisa naik level ke tingkat nasional. Komitmen Apkasi ini sejalan dengan program pemerintah pusat melalui Kemenpora yang ingin melibatkan unsur kepemudaan dalam meningkatkan prestasi pemuda dan olahraga,” imbuhnya.

Sutan mengajak para putri milenial yang tersebar di pelosok daerah kabupaten untuk mengikuti POI 2023 guna menunjukkan bakat dan talenta yang dimiliki. “Saya yakin banyak putri daerah di kabupaten-kabupaten yang memiliki bakat dan talenta yang tidak kalah dibanding dengan para putri di kota-kota besar. Untuk itu, melalui event POI 2023 kami berharap lahir putri-putri yang memiliki bakat dan talenta berskala nasional bahkan internasional,” ucap dia.

Sementara itu Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang menerangkan POI merupakan brand baru yang disematkan sejak 2022 lalu, setelah 4 kali pada 2017, 2018, 2019 dan 2021 menggunakan nama Putri Otonomi Daerah. “Melalui brand baru ini diharapkan bisa menumbuhkan semangat putri-putri daerah untuk lebih optimistis menunjukkan prestasi daerah ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Sarman menambahkan, kegiatan POI tahun lalu telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak mulai dari kementerian, lembaga tinggi negara hingga berbagai pihak yang mendukung kegiatan ini. Bahkan, Juara POI 2022 yang disabet oleh Gresita Siaahaan perwakilan dari Kabupaten Tapanuli Utara mendapat hadiah kehormatan dengan menjadi Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Sehari.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberikan apresiasi dan menyambut baik pelaksanaan POI 2023. Bamsoet panggilan akrab Ketua MPR ini pun mengajak, ”Ayo putri-putri milenial di seluruh tanah air, daftarkan dirimu, tunjukkan kemampuanmu dan bakatmu di ajang Pemilihan Putri Otonomi Indonesia tahun 2023.”

Pemilihan POI 2023 sudah dibuka pendaftarannya hingga 31 Mei 2023. Calon Peserta POI 2023 dapat mendaftarkan diri dan mengirimkan persyaratan yang dibutuhkan melalui website Yayasan Putri Otonomi Indonesia, yakni www.putriotonomi.id. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi salah satunya calon peserta harus mendapatkan Surat Rekomendasi dari Dinas/Pemerintah setempat sebagai syarat mutlak bahwa calon putri bersangkutan secara sah dan berhak mewakili Kabupaten/Kota tersebut.

Pemilihan POI Tahun 2023 kali ini sangat spesial, di mana Kabupaten Kebumen terpilih menjadi Tuan Rumah dalam Rangkaian Karantina hingga Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2023. Kabupaten Kebumen menjadi kabupaten pertama di Jawa Tengah yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala nasional ini. Yang tidak kalah menarik di tahun ini terdapat tambahan 3 gelar juara yang sebelumnya hanya 12 bertambah menjadi 15 gelar. Sehingga para fInalis POI yang lolos masuk karantina dan berhak maju ke Grand Final akan dipilih sebanyak 15 orang.

Adapun 3 Gelar Duta tambahan yang akan disematkan di ajang Pemilihan POI 2023 adalah Gelar POI Duta Olahraga (Kemenpora RI), POI Duta Rupiah (Bank Indonesia), dan POI Duta Bangga Memakai Produk Indonesia, melengkapi duta-duta lainnya seperti; Duta Pariwisata & Ekonomi Kreatif, Duta Investasi, Duta Anti Narkoba, Duta Energi Terbarukan, Duta Lingkungan Hidup, Duta Empat Pilar Kebangsaan dan Duta Keluarga Berencana.

Rangkaian Pemilihan POI Tahun 2023 dimulai dari Masa Pendaftaran Calon Peserta hingga 31 Mei 2023, dilanjutkan para Calon Peserta akan mengikuti Audisi Seleksi Top 15 Finalis pada tanggal 7-8 Juni 2023 di Jakarta. Di tahap ini sebenarnya Dewan Juri akan memilih 14 orang dan 1 orang lagi akan dipilih melalui mekanisme voting, yang mana tahapan ini dalam rangka mengakomodir dukungan dari masing-masing masyarakat pemkab yang diwakili.

Sebanyak 15 orang Finalis Putri Otonomi Indonesia 2023 yang terpilih selanjutnya akan masuk tahapan karantina di Kabupaten Kebumen pada 21-22 Juni 2023, dan Puncak Acara Grand Final akan berlangsung pada 23 Juni 2023 malam, di Ballroom Hotel Trio Azana Style Kebumen.

Swa.co.id


Copyright @2023. SWA Online Magazine

All Right Reserved