Technology Trends

Jejakin Serap 14.300 Ton Emisi Karbon Guna Perangi Perubahan Iklim

Cuaca ekstrem mengakibatkan kekeringan, kebakaran hutan, kelaparan, banjir dan gelombang panas dengan frekuensi yang mengkhawatirkan. Efek tersebut mengakibatkan dampak negatif bagi ekosistem alam dan masyarakat di seluruh dunia. Salah satu startup yang bergerak dalam isu perubahan iklim adalah Jejakin.

“Didukung oleh cloud Microsoft Azure, kami menciptakan platform pengumpulan data, analisis, dan pengimbangan karbon sesuai kebutuhan dan tujuan carbon-offsetting masing-masing,” kata Arfan Arlanda, CEO & Pendiri Jejakin. Dia mengatakan setiap organisasi dan institusi memiliki target keberlanjutan dan kebutuhan berbeda. Itulah sebab Jejakin bisa dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan.

Arfan melanjutkan, ada 3 solusi yang ditawarkan oleh Jejakin pertama Carboniq yang adalah accounting tool untuk membantu memahami emisi karbon dan dampak produk mereka. Kedua, Carbonatlas untuk mengamati, melaporkan, serta memverifikasi. Ketiga, Carbonspace yang memungkinkan organisasi membiayai proyek aksi iklim mereka, seperti reboisasi dan offset emisi yang tak terhindarkan.

“Sejak pertama kali didirikan pada tahun 2018, kami telah bekerja sama dengan sedikitnya 20 institusi, 30 LSM, pemilik tanah, dan mitra pemerintah, dengan lebih dari 10 ribu caretakers di lapangan,” kata Arfan. Secara teknologi, Jejakin menggunakan teknologi cloud Microsoft Azure. Teknologi tersebut membuat Jejakin menerima data dari banyak titik pengumpulan, seperti mobile phone, drone, sensor IoT, Light Detection and Ranging (LiDAR), dan satelit.

Azure juga membantu Jejakin menganalisis informasi ekologis mitra atau pelanggan organisasi secara cepat, memungkinkan organisasi memantau emisi karbon dan faktor lingkungan secara real time dan akurat.

“Azure memungkinkan kami membagikan informasi seputar penyerapan karbon kepada forest managers dan government regulators, sehingga memungkinkan setiap orang bekerja sebagai sebuah tim dalam mendukung ekonomi sirkular di Indonesia,” ujar Arfan menutup pembicaraan.

Hingga saat ini, Jejakin telah memantau 60.000 hektar lahan, menanam lebih dari 1,7 juta pohon dengan 10 juta pohon dalam antrean untuk ditanam, dan menyerap hampir 14.300 ton emisi karbon.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved