Technology Trends

Mceasy Dukung Pelaku Logistik dan Distribusi Dengan AI

Ilustrasi pemanfaatan artificial intelligence. (dok. FICO)

Pada Semester II/2023 diprediksi akan terjadi lonjakan pergerakan angkutan barang hingga tutup tahun. Lonjakan ini adalah dampak dari hari belanja online nasional (harbolnas) dan tanggal ganda. McEasy, perusahaan penyedia digital Software-as-a-Service (SaaS) untuk operator logistik dan transportasi, mendukung pelaku logistic untuk mengantispasi lonjakan tersebut.

“Memasuki Semester II, kami bersemangat melanjutkan komitmen untuk mendorong pertumbuhan industri logistik dengan menyediakan solusi bisnis terbaik,” Raymond Sutjiono, CEO McEasy dalam keterangannya (21/06/2023). Dia menambahkan pihaknya memahami pentingnya adaptasi dan transformasi bagi bisnis dalam menghadapi dunia yang berubah dengan cepat.

Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) memperkirakan rantai pasok di tahun 2023 tumbuh 5 persen hingga 8 persen. Hal ini berdasarkan data proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,7 persen hingga 5,3 persen, serta proyeksi mengenai industri sektoral yang disusun Kadin Indonesia antara 1,0 persen hingga 7,8 persen. Angka ini didukung riset lembaga survei market logistik Indonesia yang diproyeksikan meningkat sekitar 7,9 persen pada 2023.

Kesiapan McEasy saat menghadapi lonjakan arus logistik pada musim lebaran lalu dan juga memasuki semester 2 didukung oleh inovasi digital dan teknologi AI. “Pengembangan inovasi terjadi berkat adanya funding pada akhir tahun lalu untuk optimasi route optimization dan fleet management, sehingga memberikan nilai tambah bagi konsumen (product-market fit) dan meningkatkan eksistensi di kota lapis dua dan tiga dengan pertumbuhan bisnis 300 persen dari tahun lalu,” ujarnya menambahkan.

Di sisi lain, Gerald Daniel Torindatu, Presiden Direktur Indotama Partner Logistic, menambahkan bahwa perangkat digital monitoring yang dimiliki McEasy telah membantu perusahaannya dalam mengantisipasi lonjakan permintaan distribusi dari platform e-commerce dan modern trade.

“Seiring dengan lonjakan pembelian pada platform e-commerce dan modern trade, kebutuhan delivery pun jadi meningkat. Lonjakan kegiatan delivery ini tidak akan mampu kami antisipasi tanpa menggunakan teknologi dari McEasy,” kata dia. VSMS yang dimiliki McEasy, menurutnya, bukan hanya memastikan operasional IPL optimal, tetapi juga menjaga kualitas layanan di mata pelanggan, ketersediaan sumber daya yang lebih akurat.

Raymond menjabarkan bahwa digitalisasi McEasy melibatkan penggunaan teknologi terkini untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja bisnis. Perusahaan mencatat bila logistik dan distribusi menjadi bagian terbesar, yakni sebanyak 35,3 persen dari bisnis yang telah dijalankan. Sementara itu, transportasi sebanyak 38,2 persen, dan lainnya sebesar 26,5 persen.

Peningkatan ini tak lepas dari kontribusi dua produk McEasy yang ditawarkan, yakni Transportation Management System (TMS) dan Vehicle Smart Management System (VSMS). Pada TMS, Delivery Management serta Route Optimization. Dalam produk TMS, pelanggan dapat menggunakan beberapa fitur unggulan, antara lain Delivery Management untuk mengatur fleet order, surat jalan dan bukti pengiriman digital, dan Route Optimization untuk menetapkan rute pengiriman yang paling efisien

Sementara produk VSMS, kata dia, dapat mempermudah proses manajemen dan monitoring armada dengan analisis real-time yang didukung teknologi Artificial Intelligence (AI). “Fitur VSMS antara lain fleet management dan sensor telematik dapat mempermudah proses penjadwalan, meningkatkan keakuratan Estimated Time of Arrival dan memastikan keamanan perjalanan,” kata Raymond menutup pembicaraan.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved