Unilever Kembali Catat Pertumbuhan Dua Digit
Maurits Lalisang, Presdir Unilever, mengungkapkan, sepanjang tahun 2005 arus kas perusahaan dapat dipertahankan pada tingkat yang tinggi, meskipun terdapat tekanan pada margin dan tambahan investasi untuk pengembangan merek. Arus kas yang dihasilkan Unilever mencapai Rp 1,7 triliun atau tumbuh sebesar 18%. “Hal ini memungkinkan kami untuk fokus pada peningkatan pangsa pasar dan melakukan investasi pada point of purchase. Strategi ini telah menunjukkan hasilnya pada kuartal pertama 2006, di mana Unilever telah berhasil meraih pertumbuhan penjualan 13,3%,” ujar Maurits.
Ia menambahkan, pada 2005 Unilever melakukan consumer activation dan brand building untuk menciptakan pertumbuhan di tengah situasi ekonomi yang cenderung lesu. Di lain pihak, biaya iklan dan promosi lebih ditingkatkan untuk mendukung berbagai inovasi produk baru yang dilemparkan ke pasar, meskipun daya beli konsumen cenderung turun.
“Berkat banyaknya inisiatif yang dilaksanakan pada supply chain kami, modal kerja dapat tetap rendah dan biaya umum terkendali dengan baik dalam upaya kami untuk mendorong pertumbuhan. Tahun 2005 kami tutup dengan posisi pasar yang lebih mantap lagi dan dengan capital base yang semakin kuat,” ia menegaskan.
Sementara itu, lanjut Maurits, pengeluaran biaya investasi diprioritaskan secara hati-hati untuk meningkatkan pertumbuhan. Karena itu, dana sebesar Rp 220 miliar telah dialokasikan terutama untuk ekspansi kapasitas produksi dan pengembangan efisiensi operasional bagi seluruh kategori utama perusahaan, termasuk penambahan infrastruktur di pabrik Cikarang dan Rungkut Surabaya.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.