Fitur AI Milik Google ‘Bard’ Ditambah, Ada Bahasa Indonesia

Raksasa mesin pencari Google resmi memiliki AI sendiri, bernama Google Bard. AI milik Google ini didesain mirip dengan ChatGPT milik OpenAI yang ramai beberapa waktu belakangan. Hari ini, Google menambah beberapa fitur dama Bard, salah satunya bahasa Indonesia.
Jack Krawczyk selaku Senior Director Product Management Bard mengatakan Bard dibuat untuk membantu para pengguna menjelajahi keingintahuan, mengembangkan imajinasi, dan akhirnya mewujudkan ide, tidak hanya dengan menjawab pertanyaan, tetapi juga membantu pengguna melangkah maju. Bard dirancang sebagai antarmuka LLM yang memungkinkan pengguna untuk berkolaborasi dengan AI generatif.
“Ini mengacu pada informasi dari web untuk memberikan tanggapan baik dan berkualitas tinggi. Pengguna dapat menggunakan Bard untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat ide, dan membangkitkan rasa ingin tahu. Pengguna dapat meminta Bard untuk memberi kiat untuk mencapai tujuan membaca lebih banyak buku tahun ini, menjelaskan fisika kuantum dalam istilah sederhana, atau memicu kreativitas dengan membuat kerangka entri blog,” ujarnya, Kamis (13/07/2023).
Di bulan Mei lalu, Google memindahkan Bard ke PaLM 2 yakni large language model (LLM) yang jauh lebih mumpuni dan terbaru, termasuk keterampilan matematika dan penalaran tingkat lanjut serta kemampuan coding. Dalam beberapa minggu terakhir, pengkodean telah menjadi salah satu hal paling populer yang dilakukan orang dengan Bard.
“Hari ini kami ingin mengumumkan sebuah pengembangan terbesar Bard sejauh ini, yakni bahasa yang dapat digunakan bertambah dan tersedia di sebagian besar negara dunia. Selain itu, kami meluncurkan fitur-fitur baru untuk membantu pengguna menyesuaikan pengalaman dengan lebih baik, meningkatkan kreativitas, dan melakukan lebih banyak hal,” katanya.
Mulai hari ini, kata Jack, pengguna dapat menggunakan Bard dalam lebih dari 40 bahasa, termasuk Arab, Mandarin, Jerman, Hindi, Spanyol, dan Bahasa Indonesia. Pengguna sekarang sudah bisa mengakses Bard di lebih banyak tempat, termasuk Brasil dan Eropa. Sebagai bagian dari pengembangan AI, Google mengklaim telah melibatkan para pakar, pembuat kebijakan, dan regulator dalam ekspansi ini.
“Selanjutnya, dalam menghadirkan Bard secara bertahap di lebih banyak wilayah dan bahasa, kami akan terus menggunakan Prinsip AI kami sebagai panduan, mempertimbangkan masukan dari pengguna, dan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi privasi dan data orang-orang,” ucapnya.
Selain bahasa dan tempat yang bertambah, Google juga menerapkan audio di Bard, sehingga pengguna bisa mendengarkan hasil di Bard dengan audio. Fitur ini sangat membantu jika pengguna ingin mendengar pengucapan yang benar dari sebuah kata atau menyimak suatu puisi atau naskah. “Anda cukup memasukkan perintah dan memilih ikon audio untuk mendengarkan jawaban Bard. Fitur ini sekarang tersedia dalam lebih dari 40 bahasa,” katanya.
Google juga memberikan opsi untuk pengguna dapat mengubah nada dan gaya bahasa respons Bard melalui lima opsi sederhana, panjang, pendek, profesional, atau kasual. “Misalnya, Anda meminta Bard menuliskan sebuah teks untuk menjual kursi vintage di marketplace, lalu memperpendek responnya menggunakan menu drop-down yang ada. Fitur ini sudah tersedia dalam bahasa Inggris dan akan hadir dalam bahasa lain tak lama lagi,” ujar Jack mengungkapkan.
Fitur selanjutnya pengguna akan melihat opsi untuk menyematkan, mengubah nama, atau membuka lagi percakapan terbaru di sidebar. Misalnya, jika pengguna pernah meminta Bard memberikan beberapa ide untuk membandingkan olahraga luar ruangan untuk musim panas, maka pengguna dapat membuka lagi tips yang diberikan itu di kemudian hari ketika membutuhkannya. Fitur ini sekarang tersedia dalam lebih dari 40 bahasa.
Jack mengaku Google terus melihat minat orang untuk menggunakan Bard dalam menulis kode. Jadi, hari ini Google menambahkan sebuah fitur baru yang memungkinkan pengguna mengekspor kode Python ke Replit, selain ke Google Colab. Fitur ini sekarang tersedia dalam lebih dari 40 bahasa.
“Kami juga mempermudah cara membagikan sebagian atau seluruh percakapan Anda dengan Bard ke jaringan Anda. Dengan link yang mudah dibagikan, Anda dapat membagikan ide dan kreasi Anda kepada orang lain. Fitur ini sekarang tersedia dalam lebih dari 40 bahasa,” ucap Jack.
Terakhir Google menambahkan fitur gambar dalam perintah. Di acara I/O, Google telah mengumumkan bahwa akan menambahkan kecanggihan Google Lens ke Bard. Fitur ini dapat dimanfaatkan pengguna yang membutuhkan inspirasi untuk menulis teks, misalnya pesan terima kasih atas sebuah hadiah, maka pengguna dapat mengupload gambar bersama perintah dan Bard akan menganalisis foto tersebut. Fitur ini sekarang hanya tersedia dalam bahasa Inggris, tetapi kami akan segera memperluas ketersediaannya ke bahasa lain.
Editor : Eva Martha Rahayu
Swa.co.id