GCG Companies

United Tractors, Canangkan Aspirasi Keberlanjutan 2030 dalam Kerangka ESG

Sara K. Loebis, Head of Corporate Governance & Sustainability UT.
Sara K. Loebis, Head of Corporate Governance & Sustainability UT.

United Tractors Tbk. (UT) sudah beroperasi sekitar 50 tahun. Saat ini ada enam lini bisnis yang digarapnya, yakni Construction Machinery, Mining Contracting, Coal Mining, Gold Mining, Construction Industry, dan Energy.

UT merupakan salah satu anak usaha PT Astra International Tbk. (Astra Group). Lebih detailnya, saham perusahaan ini dimiliki Astra Group 59,5%, pemegang saham publik 38,5%, dan sisanya treasury share 1,7%. Dari sisi operasional, UT memiliki 20 cabang, 39 site pendukung, dan 25 kantor perwakilan.

Tak melulu memikirkan keuntungan dalam berbisnis, pihak manajemen UT menganggap penting permasalahan lingkungan dan sosial. Alasannya, saat ini dunia tengah menghadapi masalah perubahan iklim global (global climate change).

“Karena itu, UT bersama dengan anak-anak perusahaan berkomitmen untuk melakukan inisiatif-inisiatif yang dapat mewujudkan aspirasi keberlanjutan, yang dimasukkan dalam kerangka ESG (Environment, Social, Governance),” kata Sara K. Loebis, Head of Corporate Governance & Sustainability UT.

Mengacu pada 2030 Sustainability Aspiration yang dicanangkan, contoh inisiatif Environment (Lingkungan) yang telah dijalankan: beralih dari bahan bakar menuju B30 sejak tahun 2022 di seluruh aktivitas operasional perusahaan. Juga bekerjasama dengan PT PLN (Persero) untuk menggunakan listrik melalui perangkat Renewable Energy Certificate (REC) di kantor pusat UT.

Hingga Desember 2022, UT sudah menggunakan 5.511 unit REC, yang setara dengan 5.511 MWh listrik dengan sumber energi baru terbarukan (EBT). Program-program tersebut terbukti dapat membantu perusahaan mencapai target reduksi emisi gas rumah kaca sebesar 36,84% dan penggunaan bauran EBT sebesar 29,13% pada tahun 2022.

UT juga menggunakan solar PV production di unit atau kantor operasional, khususnya di kantor cabang dan kantor pusat. Dari penggunaan solar PV ini, lisrik yang dihasilkan hingga Desember 2022 mencapai 183,28 MWh.

Inisiatif water management pun telah dijalankan UT. Upayanya, melakukan efisiensi air ataupun meningkatkan kualitas air limbah agar bisa digunakan kembali sebagai kebutuhan air bersih. “Kami menggunakan ultra-filtration untuk digunakan sebagai kebutuhan air bersih,” ujar Sara.

UT juga menerapkan solid waste management, dengan prinsip 6R: rethink, refuse, reuse, reduce, recycle, dan retrieve. Secara umum, ada tiga aktivitas utama yang menghasilkan limbah produksi perusahaan, yakni aktivitas workshop unit, warehouse unit, dan perkantoran.

Langkah awalnya, mengedukasi karyawan (rethink) untuk meningkatkan pemahaman dan konsistensi mereka dalam mengelola limbah secara bertanggung jawab. Langkah selanjutnya, menjalankan praktik refuse, reuse, dan reduce, melalui kebijakan penggantian material tertentu dalam mengurangi limbah kertas, kardus, plastik, hingga bahan berbahaya dan beracun (B3).

Langkah tersebut dijalankan dengan penggunaan electrical forklift, peningkatan proses digitalisasi (E-SPN, UTOne, EHS Pantau, E-Proc, dll.), dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di lingkup perusahaan.

Berikutnya, program recycle, dengan mendaur ulang limbah pada lingkup perusahaan. Untuk limbah domestik, melalui program Recycle Academy: UMKM mitra mengolah limbah styrofoam, plastik, dan kertas menjadi clay.

Selama tahun 2022, UT telah berhasil mengurangi penumpukan sampah ke tempat pembuangan akhir sebesar 267,52 ton, atau setara dengan 117,77 ton CO2eq. “Kami juga mulai mengedukasi konsumen untuk lebih aware terhadap lingkungannya,” ujar Sara.

Dalam kaitannya dengan inisiatif Social, terutama perlindungan dan kesejahteraan SDM/karyawan (people), UT melakukan berbagai program. Pertama, Behavior-Based Safety. Program yang ditujukan untuk Supervisor/Team Leader ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi potensi bahaya pada lingkungan tempat bekerja.

Selain itu, diterapkan pula Safety Patrol Competition. Ini sebagai upaya untuk membangun kepedulian rekan kerja saat bekerja agar tetap terjaga dalam kondisi aman.

UT juga mengadakan pelatihan keselamatan kerja melalui OHS E-Learning. Manajemen melakukan inspeksi dan supervisi melalui teknologi, yaitu dengan adanya EHS Pantau, UT One, dan Hi Dokter.

Untuk menjaga kesehatan karyawan, UT memiliki program UT FIT dan UT Fresh. Dari pengukuran Health Index Achievement karyawan, tercapai skor 4 dari skala 5.

“UT bersama dengan anak-anak perusahaan berkomitmen untuk melakukan inisiatif-inisiatif yang dapat mewujudkan aspirasi keberlanjutan.”

Sara K. Loebis, Head of Corporate Governance & Sustainability PT United Tractors Tbk.

Seperti halnya tren people management di berbagai negara, UT pun memperhatikan isu Diversity, Equity, and Inclusivity (DEI) di lingkungan grup usahanya, melalui empat aktivitas utama. Yaitu, memetakan posisi karyawan berdasarkan kebijakan DEI; merangkul kebhinekaan di UT Group sebagai Indonesia Mini untuk melestarikan lingkungan kerja yang produktif; memberdayakan perempuan lintas unit bisnis; dan menyediakan peluang karier dengan mempertimbangkan aspek DEI, seperti pria/wanita dan status difabel.

Saat ini dalam lingkup UT Group, dari 32.682 karyawan, 70-an merupakan milenial. Lalu, dari 13 karyawan yang kini menduduki posisi General Manager, tiga di antaranya perempuan.

Masih dalam kerangka Social, untuk aspek Community Development, UT sudah memiliki lima pilar aktivitas. Pertama, UTACTION (program aksi tanggap darurat). Perusahaan ini memiliki berbagai program yang berfokus pada tanggap darurat bencana.

Contohnya, pada saat Bencana Erupsi Semeru, UT menerjunkan 69 relawan dari UT Group. Kegiatan ini menjangkau 3.072 penerima manfaat; memenuhi 400 kebutuhan pokok; mengirimkan lima unit alat berat; serta membangun dua fasilitas sanitasi, 100 unit hunian transisi tetap, dan 1 unit Sekolah Dasar.

Kedua, UTREES (program penanaman pohon). Yang sudah dijalankan antara lain penanaman 50.000 pohon pada tahun 2022, konservasi fauna langka (rusa timor dan jalak bali), rehabilitasi ruang terbuka hijau, pengembangan bank sampah, dan konservasi hutan kampus bekerjasama dengan IPB University.

Ketiga, UTFUTURE (program bidang pendidikan). UT punya program meningkatkan kapasitas sekolah agar lebih berdaya saing, tangguh, dan berdampak pada lingkungan sekitarnya. Antara lain, program SOBAT yang telah membina 1.614 sekolah dan 4.728 guru di seluruh Indonesia, dengan total nilai bantuan yang diberikan dalam tiga tahun terakhir Rp 10 miliar.

Keempat, UTGROWTH (program bidang kewirausahaan). Antara lain, mendirikan Lembaga Pengembangan Bisnis di Cakung, yang menaungi 21 UMKM binaan yang bergerak di aneka bidang.

Kelima, UTCARE (program bidang kesehatan). Di antaranya, meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam program Srikandi Lestari (telah membina 68 kader), pengembangan kompetensi kader kesehatan remaja UT Youth Movement (total 115 peserta), serta menjalankan program vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat melalui pusat vaksinasi UT.

Kemudian, dalam kerangka Governance, untuk aspek penciptaan Business Model Resilience, aktivitas UT ialah menumbuhkan portofolio bisnis non-batu bara (seperti emas dan nikel), serta mengembangkan bisnis renewable energy. Langkah yang dijalankan antara lain berinvestasi pada PT Arkora Hydro Tbk.

Menggandeng UD Trucks, UT menghadirkan standar truk dengan Euro 5 emission. Selain itu, UT pun telah membangun mini hydro plant: PLTMH Kalipelus 1 x 0.45 MW dan PLTM Besai Kemu 2 x 3.5 MW.

Untuk aspek Good Corporate Governance, UT berupaya menyelaraskan sistem manajemen saat ini dengan Sustainability Principles and Standards. Pada 2022, sejumlah penghargaan telah diterima perusahaan ini. Di antaranya, TrenAsia ESG Excellence Award untuk kategori Industrial Goods, Best Emitent of 2022 (Investor Awards) untuk kategori Machinery & Heavy Equipment, Top CSR Award 2022, serta penilaian PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (*)

Kutipan:

Joko Sugiarsono & Sri Niken Handayani

www.swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved