Corporate Action

Kucurkan USD 650 Juta, Pertamina Gandeng Petronas Ambil Alih Blok Masela

Ilustrasi Blok Masela (Foto istimewa).
Ilustrasi Blok Masela (Foto istimewa).

PT Pertamina (Persero) dan badan usaha milik negara dari Malaysia, Petronas, menggelontorkan dana senilai US$ 650 juta untuk proyek Blok Masela. Hal ini setelah keduanya resmi mengambil alih 35 persen hak partisipasi Shell yang hengkang dari Blok Masela pada 2020.

“Alhamdulillah pagi ini kami sudah menandatangai akuisisi. Ini adalah (kerja sama) yang sangat strategis bagi Indonesia setelah lebih dari 10 tahun Blok Masela belum dikembangkan,” kata Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, ketika ditemui media di ICE BSD Tangerang, Selasa, 25 Juli 2023.

Rincian dari 35 persen hak partisipasi di Blok Masela tersebut, sebanyak 20 persen dimiliki Pertamina dan sisanya sebanyak 15 persen dimiliki Petronas. Sedangkan 65 persen hak partisipasi lainnya masih dipegang Inpex.

Nicke mengatakan Pertamiana bakal bergerak cepat. Nicke juga menargetkan penyelesaian transaksi segera tercapai. Namun, kata dia, sebelum mencapai tahap Final Investment Decision (FID) pihaknya mesti menyelesaikan Front End Engineering Design (FEED).

“FEED kami perlu waktu hingga 2 tahun sampai FID. Jadi kami harap di 2026 bisa tanda tangan atau sebelum itu FID-nya langsung kami jalankan,” tutur Nicke. Namun demikian, ia mengatakan pemerintah meminta akselerasi dari semua proses.

Lebih lanjut, Nicke berharap Blok Masela bisa mulai on stream pada 2029 sebagaimana harapan pemerintah. “Ini tantangan luar biasa karena kalau dilihat dari jadwal awal, Inpex dan Shell mereka targetkan di 2030 sampai 2032,” tutur Nicke.

Oleh karena itu, Pertamina bakal melakukan akselerasi bersama Petronas dan Inpex, termasuk dengan pemerintah. “Untuk mengakselerasi proyek ini sehingga segera mungkin bisa dimanfaatkan untuk gas dalam negeri,” ucap dia.

Sumber: Tempo.co


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved