CSR Corner

Graha YOAI Dibangun dari Donasi Pelanggan Indomaret & Yayasan Kupu

Peresmian Graha YOAI. (dok Indomaret)

Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) meresmikan Graha YOAI yang akan menjadi pusat dukungan untuk anak penderita kanker di Indonesia, Jumat (28/07/2023). Graha yang berada di kawasan Tomang, Jakarta Barat ini dibangun dari donasi pelanggan Indomaret. Selain itu, rumah singgah yang terdiri dari 3 lantai ini memperoleh hibah tanah dari Yayasan Kursi Putih (Kupu).

Graha YOAI juga akan menjadi pusat kegiatan bagi pasien maupun penyintas kanker anak. Dengan hadirnya gedung baru yang lebih luas dan lengkap, maka aktivitas yang sudah dijalani YOAI selama ini dalam memberikan dukungan untuk pasien kanker anak, dapat lebih maksimal.

Ketua YOAI Rahmi Adi Putra Tahir menjelaskan bahwa sejak tahun 2013 pihaknya menyewa rumah untuk menjadi tempat singgah para pasien kanker anak. Kini, atas bantuan dari pihak-pihak yang peduli dengan aktivitas YOAI, gedung baru Graha YOAI dapat ditempati dan sudah menjadi milik sendiri. “Indomaret dan Yayasan Kursi Putih berkontribusi besar mulai dari proses pembelian tanah hingga proses pembangunan Graha YOAI,” katanya.

Dengan adanya fasilitas gedung baru ini, YOAI berkomitmen untuk terus meningkatkan dukungan kepada anak-anak penderita kanker, mulai dari bantuan pengobatan, rumah singgah, konseling psikologis, sampai mereka sembuh dan siap kembali ke lingkungan mereka. Menurut Rahmi, dukungan untuk pasien kanker anak tidak hanya sebatas pengobatan.

Apalagi, saat ini, tambah Rahmi, pengobatan untuk pasien kanker anak mayoritas dijamin oleh BPJS. Yang lebih dibutuhkan oleh pasien dan keluarganya justru bantuan di luar pengobatan seperti rumah singgah yang nyaman, mengingat mereka kebanyakan pasien dari daerah yang harus menjalani pengobatan panjang di RS Kanker Dharmais atau RSAB Harapan Kita.

Rumah singgah ini menyediakan 15 tempat tidur untuk pasien kanker anak dan pendampingnya yang tengah berobat, pasien disediakan fasilitas antar jemput ke rumah sakit, dan kebutuhan pokok. Anak-anak juga bisa menggunakan fasilitas bermain dan belajar, dan rutin untuk konseling dengan psikolog dokter.

“Pengobatan kanker yang panjang dan menyakitkan membuat anak-anak rentan mengalami depresi. Itulah sebabnya kami terus mengupayakan mereka bisa tetap bahagia, bisa tetap bermain dan belajar di sini,” ucap Rahmi, Marcomm Executive Director PT Indomarco Prismatama (Indomaret), Bastari Akmal yang hadir meresmikan Graha YOAI.

Dia menjelaskan, pihaknya memiliki berbagai program sosial yang rutin dilakukan, salah satunya program yang mengajak konsumen untuk peduli dan berbagi. Dari donasi pelanggan saat belanja di Indomaret, seratus atau dua ratus rupiah, terkumpul dana yang bisa disalurkan ke berbagai pihak yang membutuhkan.

“YOAI kami pilih sebagai salah satu penerima donasi karena kami melihat kegiatan mereka sangat mulia, mendampingi anak-anak penderita kanker yang masih menjalani pengobatan, hingga masa pemulihan, khususnya bagi keluarga yang tidak mampu. Sejak 1 April sampai 31 Juli 2022, dihimpun donasi dari pelanggan Indomaret untuk program peduli kanker anak. Selama empat bulan penggalangan dana, berhasil terkumpul donasi sebesar Rp5.096.361.321,” katanya.

Melalui kegiatan hari ini, Bastari berharap, masyarakat semakin percaya dan tidak khawatir terhadap penyaluran donasi dari para pelanggan melalui Indomaret. Perolehan donasi yang diberikan dari pelanggan akan tercatat pada struk belanja. “Terima kasih Bapak atau Ibu untuk partisipasinya dalam program ini, baik yang berdonasi sambil berbelanja, maupun tanpa belanja,” kata Bastari.

Diah Sukma Permata Riani dari Yayasan Kursi Putih (KUPU) menambahkan bahwa Yayasan Kupu memiliki visi meningkatkan kualitas anak Indonesia dan membangun karakter anak bangsa yang mencintai negaranya, Indonesia dan membantu anak Indonesia mengembangkan potensi dirinya dan membangun generasi muda berkualitas yang mampu bersaing di tingkat Internasional.

“Anak-anak penyintas kanker pun memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk dapat berprestasi meskipun memiliki hambatan, biasanya efek pengobatan jangka panjang di mana mereka dapat tertinggal secara sosial dan pendidikan, atau bahkan menjadi cacat. Visi YOAI sejalan dengan misi kami, mendorong dan memberikan motivasi dan juga sarana agar penyintas kanker anak dapat hidup normal bahkan berprestasi seperti anak-anak lainnya,” kata Diah.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved