Capital Market & Investment

BNI Sekuritas Dampingi Grup Astra ARKO Terbitkan 2 Seri Obligasi Hijau

Obligasi berwawasan lingkungan (green bond atau obligasi hijau) merupakan instrumen keuangan yang dibutuhkan di Indonesia guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan projek-projek lingkungan. Green bond juga merupakan upaya OJK dalam penerapan keuangan berkelanjutan di Indonesia sesuai dengan peraturan tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond), yaitu POJK 60/2017.

Dalam mendukung upaya regulator tersebut, PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) berperan sebagai Underwriter untuk PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) dalam penawaran green bond, yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Agustus 2023. Aksi korporasi ini, didukung oleh PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) terkait pendanaan yang menggunakan skema credit enhancement dalam pembangunan beberapa proyek hijau berbasis renewable energy, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLMTH).

Green bond ARKO ditawarkan dalam dua seri, seri A (3 tahun) sebesar Rp 318,06 miliar dengan tingkat bunga tetap 9,50% per tahun. Kedua Seri B (5 tahun) sebesar Rp 21,83 miliar dengan tingkat bunga tetap 10,0% per tahun.

Direktur Investment Banking BNI Sekuritas Nieko Kusuma mengatakan, tujuan pendanaan Green Bond ini adalah untuk pelunasan hutang pokok pinjaman dari beberapa pihak serta modal kerja (working capital) yang meliputi biaya karyawan, biaya jasa profesional, biaya pemeliharaan dan perbaikan, biaya survei dan pengembangan lokasi-lokasi pembangkit listrik tenaga air baru yang meliputi biaya feasibility study, pengembangan design, pencarian lokasi baru dan lainnya.

Dana yang diperoleh, usai dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk membiayai atau membiayai kembali kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) sebagaimana diatur dalam POJK No.60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan.

Menurut Nieko, penerbitan Green Bond ini adalah bentuk komitmen dalam mendukung perkembangan green economy dan sustainability pasar modal di Indonesia. Pihaknya percaya Green Bond dapat menarik minat investor yang peduli terhadap isu lingkungan dan sosial, membantu negara mencapai target perubahan iklim, dan mendukung pertumbuhan infrastruktur yang ramah lingkungan.

“Kami berharap obligasi yang diterbitkan oleh ARKO akan mendapatkan respons yang baik dari masyarakat. Sehingga menjadi katalis bagi perusahaan lainnya di Indonesia untuk turut melakukan penerbitan efek green bond,” ujar Nieko.

Menurut Nieko, BNI Sekuritas ditunjuk oleh ARKO (bagian Grup Astra) karena berpengalaman sebagai underwriter untuk penawaran domestik Green Bond di Indonesia. Pada tahun 2022 lalu, BNI Sekuritas berperan sebagai lead coordinator JLU (Joint Lead Underwriter) dalam aksi korporasi penerbitan Green Bond PT Bank Negara Indonesia Tbk dengan target transaksi Rp5 triliun dan menghasilkan kelebihan penawaran hingga empat kali lipat yaitu Rp21 triliun.

Nieko mengungkapkan BNI Sekuritas dan ARKO sama-sama berkomitmen untuk meningkatkan ESG di pasar modal Indonesia serta untuk mendukung ekonomi hijau melalui instrumen investasi.

Hingga Semester I-2023, revenue Investment Banking BNI Sekuritas mencapai Rp57,7 miliar naik 10% YoY. BNI Sekuritas juga aktif melakukan pendampingan aksi korporasi Initial Public Offering (IPO) beberapa emiten pada Kuartal-III 2023 yaitu PT Amman Mineral Internasional Tbk dan PT Sinar Eka Selaras Tbk untuk melantai di BEI dengan total keseluruhan perolehan dana dari IPO mencapai lebih dari Rp11 triliun.

Editor: Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved