Trends Economic Issues

Pertamina Jajaki Sejumlah Kerja Sama Energi di Afrika

Pertamina teken MoU dengan AGIL Kenya. (dok Pertamina)

PT Pertamina (Persero) memperluas jangkauan di mancanegara guna memperkuat kedaulatan energi di Tanah Air. Pertamina dan Subholding menginisiasi sejumlah potensi kerja sama strategis dengan beberapa perusahaan energi di Afrika seperti bidang hulu migas, pengembangan infrastruktur, hingga potensi kerjasama distribusi produk hilir dan pengembangan energi panas Bumi (geothermal).

Di Kenya, Pertamina melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Africa Geothermal International Limited (AGIL) untuk pengembangan teknologi dan pemanfaatan sumber daya panas bumi. Dengan kerjasama tersebut, PGE memiliki peluang untuk mempelajari pengembangan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi panas bumi untuk diimplementasikan di Indonesia, sekaligus berekspansi dalam pengembangan geothermal di Kenya.

Dalam bisnis hulu, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) juga menjajaki potensi kerjasama dengan National Oil Corporation of Kenya (NOCK). Penjajakan ini menjadi langkah awal footprint Pertamina hulu di luar negeri, sehingga memperkuat ketahanan energi nasional.

“Spirit bring the barrel home. Footprint Pertamina di sektor hulu untuk meningkatkan produksi, agar bisa diolah di kilang milik Pertamina di dalam negeri,” kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Senin (21/08/2023).

Nicke mengungkapkan, Pertamina juga memiliki kesempatan ekspansi di berbagai bidang energi dengan adanya kerjasama Government-to-Government (G-to-G) antara Pemerintah Indonesia dan pemerintah Kenya. Kerja sama bilateral ini membuka peluang investasi dan kerja sama Pertamina di kawasan Afrika.

Sebelumnya, Pertamina telah memiliki Nota Kesepahaman dengan GUMA, perusahaan energi di Afrika, tentang Aliansi Strategis dalam projek-projek potensial di upstream, midstream, dan bisnis downstream. Kerja sama tersebut termasuk eksplorasi dan produksi lapangan migas, pengembangan pipa migas, hingga pengembangan kilang minyak dan petrokimia. Selain itu, perdagangan produk petroleum Pertamina di Kenya.

“Kami membawa spirit pemerintah, semangat Konferensi Asia-Afrika, Bandung tahun 1955. Kita sekarang kerja sama dalam pengembangan ekonomi. Pertamina sendiri membuka peluang kerja sama sektor upstream hingga downstream, termasuk geothermal di Kenya,” tambah Nicke.

Vice President Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina membawa beberapa subholding untuk mendalami potensi kerja sama di Afrika. Kerja sama-kerja sama tersebut diharapkan makin memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mewujudkan peran perusahaan sebagai perusahaan energi global. “Kami terbuka pada semua peluang kerja sama bisnis yang memiliki dampak positif bagi Pertamina dan bagi negara,” kata Fadjar.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved