Management Trends

Kepemimpinan Berbasis Humaniora Memandu Bisnis Hotel Pascapandemi

Franklyn Julius Kocek, General Manager The Stones Legian Bali. (Foto : Dok).

Wabah virus Corona pada 2020 lalu berdampak negatif terhadap bisnis perhotelan. The Stones Legian Bali misalnya, sempat ketar-ketir menyiasati dampak ini. Para pemimpin unit kerja di hotel berbintang lima ini merancang program bisnis untuk menjaga laju bisnis hotel pascapandemi.

Franklyn Julius Kocek, General Manager The Stones Legian Bali mengatakan perubahan The Stones Legian Bali dari masa pandemi menjadi salah satu hotel yang sukses dan berkembang pesat. Dia bersama insan hotel ini membina talenta-talenta profesional dari Indonesia dan Bali untuk mencetak prestasi yang optimal.

Peran Franklyn di The Stones Legian Bali itu ingin menjadikan hotel ini kembali sebagai pilihan utama kepada semua pemangku kepentingan, termasuk mitra industri, pencari pekerjaan, dan pemilik hotel. ”Di masa lalu, pekerjaan lebih banyak mengandalkan otot, sekarang lebih mengandalkan otak, tetapi di masa depan akan lebih mengandalkan hati,” ucap Franklyn dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (08/09/2023).

Manajemen The Stones Legian Bali, hotel bawah naungan Autograph Collection oleh Marriott, mengapresiasi Franklyn lantaran karier gemilang karena mengemban amanah di tiga posisi General Manager yang bergengsi di Marriott. Franklyn, ketika berusia 29 tahun, pernah ditunjuk menjadi salah satu General Manager termuda di jaringan hotel Marriot ini.

Dia mengamati era digitalisasi yang serba cepat itu direspon oleh manajemen untuk menjaga keseimbangan antara digitalisasi dengan kebaikan, kerendahan hati, dan interaksi personal. Penggemar kuliner nasi Padang dan kopi hitam ini menyodorkan The Stones Legian Bali melalui The Five Sensorial Experiences, yakni Sight, Sound, Smell, Touch and Taste, serta menekankan pentingnya kerendahan hati, keramahan, dan pemahaman terhadap konsumen. “Seperti tercermin dalam pepatah Indonesia, padi semakin berisi maka semakin merunduk,” tutur Franklyn dengan berfilosofis.

Gaya kepemimpinan Franklyn mencerminkan filosofi J.W. Marriott yang selalu memanusiakan manusia. Franklyn dekat dengan semua kalangan, Dalam kehidupan pribadinya, Franklyn terinsipirasi dari ibunya yang selalu mendukungnya dalam segala situasi. Sedangkan dalam kariernya, ia terpompa oleh motivasi yang disampaikan Ramesh Jackson, Vice President of Indonesia and Malaysia at Marriott, yang menyatakan kesuksesan bukanlah sesuatu yang final, tetapi sesuatu yang terus berkelanjutan.

Adapun, pengalaman Franklyn berkarier di kancah internasional di Qatar pada 2006 itu meninggalkan kesan mendalam. Kini, Dia berikhtiar memadukan keramahan-tamahan budaya dan tradisi Bali ke dalam lingkup dan lintas budaya internasional.

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved