Capital Market & Investment

Improvisasi Antam Kembangkan Praktik ESG

Foto : Antam.

Perusahaan mempraktikkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social & governance/ESG) untuk mengkreasikan bisnis berkelanjutan yang berdampak positif terhadap kinerja finansial, kesejahteraan masyarakat, lingkungan hidup, dan investor. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam berinisiatif merealisasikan serangkaian inovasi untuk memacu ESG di berbagai lini. Misalnya, melaksanakan kaidah teknik pertambangan terbaik (good mining practices/GMP) sesuai standar nasional dan internasional. Praktik GMP ini diiringi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di seluruh wilayah operasional Antam.

Penerapan ESG di Antam ini diapresiasi oleh berbagai pihak. PT Bursa Efek Indonesia, misalnya, menetapkan saham Antam sebagai konstituen saham di Indeksi SRI-Kehati, ESG Sector Leader IDX Kehati, dan Indeks ESG Quality 45 IDX Kehati di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berlaku pada periode Juni-November 2023.

Nicolas D. Kanter, Direktur Utama Antam, mengapresiasi saham Antam yang tercatat di ketiga indeks saham tersebut. Ini mengindikasikan komitmen Antam untuk mengelola kinerja operasional, lingkungan, dan sosial yang berkelanjutan dan berlandaskan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Nico, demikian sapaan akrab bos Antam ini, menyampaikan komitmen perusahaan mengelola kinerja operasional, lingkungan dan sosial yang berkelanjutan dan berlandaskan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Berbicara komitmen, Antam pada 2022 menggulirkan dana program TJSL senilai Rp 124,47 miliar atau naik 24% dari Rp 100,64 miliar di tahun sebelumnya. Rinciannya, dana TJSL di tahun lalu itu disalurkan untuk program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) sebesar Rp 6,82 miliar. Dana ini disalurkan kepada 80 mitra binaan. Berikutnya, dana TJSL untuk program Community Development sebesar Rp 117,65 miliar.

Penyaluran Dana Program PUMK 2022

Sumber : Antam.

Pada kesempatan terpisah, I Dewa Wirantaya, Direktur Pengembangan Bisnis Antam, menjabarkan Antam menerapkan operasional organik dan inorganik berbasis ESG. Hal ini disampaikannya pada Indonesia Sustainability Forum 2023 yang ditayangkan kanal Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI di YouTube.

Dewa menyampaikan praktik ESG itu diantaranya menanam pohon mangrove, mengelola air limbah, reklamasi lahan, mengurangi emisi karbon, bekerjasama dengan PLN memasok listrik dan memperkuat kemitraan dengan warga lokal di area operasional yang bekerjasama dengan pemerintah, lembaga nirlaba serta lembaga independen. “Salah satu contoh program tanggung jawab sosial Antam adalah melatih kewirausahaan kepada warga lokal di area operasional,” ucap Dewa seperti dikutip SWAonline pada Kamis (14/9/2023).

Antam, anak usaha dari PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID/BUMN holding industri pertambangan), terus berkreasi dan berimporviasi mempraktikkan ESG agar semakin atraktif mengkreasikan ekonomi sirkular. Heri Yusuf, Sekretaris Perusahan MIND ID, mengatakan praktik ekonomi sirkular menjadi salah satu keberhasilan dalam menjalankan model bisnis berkelanjutan yang diterapkan oleh anggota grup MIND ID.

Ekonomi sirkular yang dipraktikkan Antam itu diantaranya memanfaatkan tailing (bahan yang tertinggal setelah pemisahan fraksi bernilai bijih besi) sebanyak 61% menjadi material lantai bawah tanah area kerja. Pemanfaatan tailing tersebut menyerap tailing yang dihasilkan oleh Unit Usaha Tambang emas Pongkor sekitar 235 ribu wet metric ton (wmt) per tahun.

Pengembangan terkini, Antam berhasil memproduksi bahan konstruksi berupa beton memanfaatkan tailing menjadi paving block, balok kerucut, batako, bata ringan, genteng, beton pra cetak, gorong-gorong, paving block pembatas jalan, panel dinding beton, parit UV, dan yang lainnya.

Antam, melalui Unit Usaha Feronikel Kolaka (smelter nikel) di Sulawesi Tenggara, juga memanfaatkan sisa peleburan bijih nikel berupa slag atau terak nikel. Material yang diolah ulang ini dimanfaatkan untuk berbagai bahan konstruksi seperti beton pra cetak dan yang lainnya.

Perusahaan pertambangan ini juga mengembangkan program mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) atau dekarbonisasi. Caranya, Antam dan PT PLN (Persero) menjalin kerjasama Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) pada 16 Januari 2023. Kolaborasi ini mendukung pasokan listrik operasi pabrik feronikel Antam di Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Nikel di Kolaka. Kerjasama kedua BUMN ini adalah memasok listrik dengan total kapasitas daya sebesar 150 mega volt ampere (MVA) selama 16,8 tahun.

Nico menyakini kerjasama PJBTL ini menghemat biaya energi di pabrik feronikel Kolaka. “Kerjasama ini, akan mendukung program ESG di Antam, terutama upaya pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK). Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mencapai net zero emission pada 2060,” tutur Nico. Pasokan listrik ke pabrik ferinokel ini diproyeksikan mengurangi emisi GRK 50%.

Pada awal tahun ini, Antam kian menggiatkan dekarbonisasi seiring penanaman dan pelestarian pohon di sekitar wilayah operasional Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia Antam di Jakarta Timur. Peseroan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi menanam seribu pucuk pohon yang direalisasikan pada 28 April 2023.

Produsen emas, nikel, dan bauksit ini juga bernisiatif menggelar berbagai program dekarbonisasi yang melibatkan masyarakat sekitar. Pada 2022 hingga pertengahan tahun ini, Antam memacu penghijauan dengan memberikan sarana urban farming seperti penyediaan media komposting, pemberian bibit tanaman produktif, serta pelestarian tanaman langka dan endemik, seperti pohon Menteng, Jamblang, dan Bisbul di Kelurahan Jatinegara Kaum dan Kelurahan Duren Sawit, Jakarta.

Tak hanya di Jakarta, Antam rutin mengkreasikan beragam program TJSL di seluruh wilayah operasional. Misalnya, UBP Nikel Maluku Utara memitigasi dampak operasional pertambangan dengan melakukan rehabilitasi dan pemantauan lingkungan. Contoh upaya Antam di wilayah ini adalah konservasi keanekaragaman hayati di darat maupun di laut dan rutin memantau biota di darat dan laut.

Ery Budiman, General Manager Antam UBP Nikel Maluku Utara, menyampaikan kegiatan pemantauan biota laut dan darat di wilayah operasional ini telah dilakukan sejak tahun 2012 hingga 2022.

Selain melakukan upaya konservasi laut, Antam menggiatkan konservasi di area daratan. UBP Nikel Maluku Utara mencatat sebanyak 190 spesies tumbuhan yang tersebar di berbagai stasiun pengamatan. ”Sebanyak 4 dari 190 jenis tumbuhan yang tercatat di area konservasi terestrialini dilindungi undang-undang, yaitu Palem khas Maluku Pigafetta filaris dan tiga spesies Kantong Semar. Nepenthes Halmahera, Nepenthes Mirabilis dan Nepenthes Weda tidak terdapat dalam lampiran undang-undang, namun sebagian besar spesies Kantong Semar di Indonesia termasuk jenis flora yang dilindungi,” ucap Ery dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (12/9/2023).

Pada upaya konservasi terestrial, ditemukan juga berbagai jenis burung di sekitar wilayah operasi itu. Berdasarkan data, terpantau ada 87 spesies burung dari 40 suku yang ditemukan di wilayah UBP Nikel Maluku Utara selama 19 kali survei dari November 2012 hingga Desember 2022. Ery menyimpulkan kondisi lingkungan di wilayah operasi UBP Nikel Maluku Utara masih berada dalam keadaan baik dan masih dapat mendukung kehidupan satwa liar khususnya spesies burung penetap, burung endemik, burung yang dilindungi undang-undang maupun burung migran.

Berikutnya, Antam menggencarkan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan industri budidaya kelapa terpadu di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Praktik ini selaras dengan ekonomi sirkular lantaran memanfaatkan batok dan sabut kelapa yang merupakan limbah kelapa untuk diolah menjadi aneka produk bernilai ekonomi.

Batok dan sabut kelapa itu diubah menjadi coconet dan cocopeat yang dimanfaatkan untuk media tanam di lahan reklamasi milik Antam. Program Pengembangan Industri Kelapa Terpadu ini menerapkan prinsip creating shared value dan mengkreasikan nilai baru yang melibatkan petani kelapa.

Program TJSL lainnya juga menyedot partisipasi aktif masyarakat. Sebut contoh, program Bank Sampah Pintar (BSP) yang dikreaskan UBPP Logam Mulia Antam di Jakarta. BSP ini merupakan inovasi sosial yang memantik minat masyarakat mengumpulkan sampah. Kemudian, sampah ini bisa dikonversi dengan emas Antam. Publik bisa mengakses rincian program BSP di situs bspid.id.

Berdasarkan data transaksi BSP, jumlah sampah anorganik pada 2020-2022 itu sebanyak 135,21 ton yang terkonversi menjadi 140 gram emas. Program ini mengerek literasi masyarakat dari generasi tua hingga muda untuk mengolah sampah menjadi nilai ekonomi. Arrafik, misalnya, mengumpulkan sampah dan menukarnya dengan emas Antam. Siswa di SMPN 158 Jakarta ini dinobatkan sebagai Duta Bank Sampah Pintar tingkat sekolah di awal tahun 2023.

Bergeser ke Kolaka, Antam melalui UBP Nikel Kolaka memacu program Daya Bergala (Berdaya Bersama Menjaga Pesisir Pomalaa). Progam yang digelar sejak 2017 itu memberdayakan Suku Bajo di pesisir Pomalaa. Pada tahun lalu, program ini menggaet nelayan sebanyak 479 orang. Mereka dilatih untuk mengolah hasil tangkapan ikan. Dampaknya penghasilan keluarga nelayan itu rata-rata naik menjadi Rp1 juta/bulan.

Program pemberdayaan masyarakat dikemas sesuai potensi dan kearifan lokal. Contohnya, pengembangan kopi robusta di Halmahera Timur. Perseroan mendampingi petani kopi untuk mengoptimalkan lahan kosong untuk dijadikan perkebunan kopi. Jumlah petani yang menanam kopi sebanyak 155 orang di lahan seluas 50 hektar. Hasil produksi kopi diolah menjadi kopi bubuk berjenama Kopi Halmahera. Produk ini dipasarkan di pasar lokal maupun regional.

Selain itu, Antam memberikan beasiswa kepada masyarakat sekitar wilayah operasionalnya. Sebut contoh, Antam berkolaborasi dengan Universitas Halu Oleo (UHO) yang menyalurkan penyaluran beasiswa kepada mahasiswa di wilayah operasional UBP Nikel Konawe Utara. Tidak hanya itu, Antam juga melaksanakan Program Beasiswa TNI-Polri sepanjang tahun 2022.

Berikutnya, Antam berkontribusi mengurangi stunting di Konawe Utara. Pemberian Makanan Tambahan (PMT), demikian tajuk programnya, menyediakan makanan bergizi kepada balita stunting, ibu hamil KEK (Kurang Energi Kronis) serta membina keluarga di pedesaan. Hasilnya, persentase keberhasilan program penanggulangan balita stunting di wilayah ini sebesar 46% dari 35 kasus yang ditangani. Sedangkan, persentase penanggulangan ibu hamil KEK mencapai 42,8% dari 7 kasus.

Sederat program TJSL berbasis prinsip ESG yang dikreasikan itu ada yang diapresiasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Antam dianugerahi Penghargaan Subroto Tahun 2022 di kategori Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Mineral Terinovatif pada Bidang Peningkatan Pendapatan Riil dan Pekerjaan.

Antam yang tak henti-hentinya menjaga kelestarian lingkungan hidup juga mencatatkan hasil positif pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) periode 2021-2022. Antam menerima 3 Proper Hijau dan 4 Proper Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Meski menuai beragam apresiasi, Antam menjaga kualitas program TJSL. Perseroan rutin menilai program TJSL yang dilakukan pihak independen. Antam mendapat skor 85,06 poin dengan predikat Sangat Memuaskan pada pengukuran indeks kepuasan masyarakat (community satisfaction index/CSI) terhadap kinerja TJSL Antam di tahun lalu.

Performa Finansial

Antam, lanjut Dewa, juga menerapkan praktik ESG yang terkait tata kelola. Perusahaan ini rutin melakukan audit dan assemen tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG). Berdasarkan BUMN Scorecard, penilaian penerapan GCG di Antam sepanjang tahun lalu mencapai 98,60% dengan klasifikasi Sangat Baik. Skor ini lebih tinggi dari penilaian di 2021 sebesar 98,01%.

Untuk penerapan ASEAN Corporate Governance Scorecard 2022 tingkat pemenuhan GCG Antam mencapai 85,08%. Adapun hasil penilaian GCG berdasarkan kaidah PUG-KI (Pedoman Umum Governasi Korporat Indonesia) yang diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governasi (KNKG) memperoleh skor 76,21 atau setara dengan 94,08% dari 81 rekomendasi PUG-KI.

Konsistensi melaksanakan TJSL dan GCG itu diamati oleh investor dan analis. Tak heran, Antam didapuk penghargaan Alpha Southeast Asia pada 7 September 2023. Penghargaan ini berdasarkan pooling dari 586 investor dan analis di kawasan Asia Tenggara, Amerika, dan Eropa yang dilaksanakan sejak Januari-Juni 2023. Penilaian di fokuskan pada kinerja pengelolaan keuangan, kepatuhan terhadap tata kelola perusahaan, laporan tanggung jawab sosial perusahaan dan hubungan investor.

Antam meraih 3 kategori penghargaan, yaitu peringkat 1 kategori Best Senior Management IR Support, peringkat 3 Most Organised Investor Relations, dan peringkat 4 Strongest Adherence to Corporate Governance. Dalam ajang ini, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Elisabeth RT Siahaan mendapatkan penghargaan sebagai Best CFO di Indonesia.

Elisabeth mengatakan penghargaan Alpha Southeast Asia merupakan bentuk kepercayaan pemegang saham terhadap kinerja perusahaan yang berkelanjutan. Dinamika ekonomi dan politik global direspon Antam untuk terus memperkuat bisnis inti, struktur keuangan serta implementasi rencana pengembangan strategis dengan memperhatikan prinsip GCG. “Hal tersebut diharapkan mampu memberikan imbal hasil yang positif kepada para pemegang saham,” ujar Elisabet dalam siaran pers di Jakarta pada Jumat (8/9/2023).

Praktik GCG yang kokoh ini turut menyokong kinerja finansial. Antam pada semester I/2023 membukukan laba bersih senilai Rp 1,89 triliun, tumbuh 24% dari Rp 1,53 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pada tahun ini, strategi bisnis Antam fokus mengembangkan basis pelanggan di dalam negeri, terutama pemasaran produk emas, bijih nikel dan bauksit.

Disamping kinerja finansial, Antam berkontribusi kepada pembangunan lantaran membayar pajak serta pemenuhan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di 2022 sebesar Rp 2,82 triliun, naik 15,57% dari Rp 2,44 triliun (year on year). Antam pada Februari tahun ini meraih penghargaan dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar Tiga, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan sebagai Wajib Pajak dengan Kontribusi Penerimaan Terbesar Tahun 2022 dan Wajib Pajak Holding dan Subholding Pendukung Kepatuhan Grup Usaha Tahun 2022.

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved