SWA100

Dian Swastatika Sentosa, Aktif Lakukan Aksi Korporat agar Shareholder Value Makin Tinggi

L. Krisnan Cahya, Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.
L. Krisnan Cahya, Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.

Cukup menarik mengamati pergerakan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dalam dua tahun terakhir. Per Juni 2021, masih di level Rp 10.000 per lembar, dan di awal Agustus 2023, sudah di level Rp 46.000 per lembar. Meningkat empat kali lipat dalam dua tahun terakhir. Jelas, itu sebuah berita bagus bagi para pemegang sahamnya.

Dalam pemeringkatan SWA terhadap perusahaan-perusahaan publik terbaik yang dilihat dari parameter Wealth Added Index (WAI) selama 2018-2022, DSSA termasuk perusahaan yang rapornya kinclong. Selama lima tahun itu, WAI-nya positif sebesar Rp 8,7 triliun (untuk detailnya, silakan lihat Tabel SWA 100). DSSA termasuk dalam 15 perusahaan yang mampu membukukan WAI positif, yang artinya mampu meningkatkan kekayaan para investornya.

“Kami berupaya mengembangkan setiap lini bisnis yang kami jalankan. Pada tahun 2022, misalnya, DSSA berhasil menuai kenaikan pendapatan dari hampir seluruh lini bisnis,” ungkap L. Krisnan Cahya, Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.

Dalam lima tahun terakhir, DSSA memang menggenjot kinerja semua unit bisnisnya. Di bisnis pertambangan batu bara, melalui PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS), DSSA berupaya menjaga volume produksi dan konsisten membangun infrastruktur untuk mendukung peningkatan produksi.

Di bisnis multimedia, melalui entitas anak, DSSA aktif meningkatkan homepass untuk mendukung strategi pemasaran dan menjangkau pasar yang lebih luas. Manajemennya pun aktif menjajaki kerjasama dan investasi baru.

Perusahaan yang merupakan bagian Grup Sinarmas ini menggarap multisektor bisnis. Mulai dari pertambangan batu bara, pembangkit listrik dan uap, perdagangan kimia, hingga infrastruktur dan multimedia. Bisnis pertambangan dan perdagangan batu bara dioperasikan oleh PT Golden Energy Mines Tbk. dan PT Bumi Kencana Eka Sejahtera.

Di sektor pembangkit listrik dan uap, perusahaan ini mengoperasikan pembangkit listrik di Tangerang, Serang, dan Karawang (Indonesia). Bisnis perdagangan kimia, yang dioperasikan oleh PT Rolimex Kimia Nusamas, mencakup perdagangan bahan kimia, pestisida, dan pupuk. Adapun bisnis infrastruktur dan multimedia dijalankan oleh PT Mora Quatro Multimedia, yang bergerak dalam bisnis multimedia broadband.

Pada kinerja tahun 2022, menurut Krisnan, kontribusi kenaikan pendapatan terbesar berasal dari bisnis pertambangan dan perdagangan batu bara. DSSA membukukan pendapatan usaha dan laba sebesar US$ 5.956,1 juta dan US$ 1.303,5 juta, meningkat 175,1% dan 391,3% dibandingkan pendapatan usaha dan laba tahun berjalan tahun 2021 yang sebesar US$ 2.164,9 juta dan US$ 265,3 juta. Jadi, peningkatan kinerja dari 2021 ke 2022 memang sangat signifikan.

Besarnya kontribusi bisnis pertambangan dan perdagangan batu bara tak lepas dari meningkatnya volume produksi dan perdagangan batu bara dan kenaikan harga batu bara dunia yang menjadikannya mendapatkan windfall. “Dengan kenaikan harga batu bara yang cukup signifikan di pasar ekspor imbas dari konflik Rusia-Ukraina, kami berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan dari bisnis pertambangan dan perdagangan batu bara sebesar 193,3% menjadi US$ 5.684,0 juta pada tahun 2022,” kata Krisnan.

Selama ini bisnis pertambangan dan perdagangan batu bara memang menjadi tulang punggung dan kontributor terbesar DSSA. Kontribusinya mencapai 95,4% dari total pendapatannya pada tahun 2022. Namun, windfall itu tak hanya karena kenaikan harga karena total volume produksi dan penjualan batu bara memang meningkat sekitar 48%.

Untuk meningkatkan shareholder value, manajemen DSSA terus mengoptimalkan kinerja setiap unit bisnisnya. Di bisnis penyediaan tenaga listrik dan uap, misalnya, kegiatan operasional secara umum berjalan dengan baik di sepanjang tahun 2022. Total offtake dari empat pembangkit listrik captive yang dioperasikan oleh Perseroan ialah sebesar 1,4 juta MWh untuk listrik dan 13,1 juta GJ untuk uap. Angka offtake tersebut lebih tinggi daripada target yang telah ditetapkan sebesar 1,3 juta MWh listrik dan 11,5 juta GJ uap.

Pada tahun 2022, bisnis penyediaan tenaga listrik dan uap memberikan kontribusi pendapatan sebesar US$ 48,4 juta. Unit bisnis ini juga sedang menjajaki beberapa peluang dalam bisnis pembangkit listrik berbahan bakar EBT, termasuk energi tenaga surya.

Lalu, di unit bisnis teknologi, entitas anak telah berhasil melakukan instalasi lebih dari 1.739.635 juta home-pass dengan total 304.410 pelanggan. Jumlah home-pass dan pelanggan mencapai 118,2% dan 101,0% dari target Perseroan.

Yang menarik, DSSA juga mengembangkan bisnis perdagangan pupuk dan bahan kimia. Tahun 2022, perusahaan ini berhasil mencatatkan pendapatan usaha dari bisnis perdagangan pupuk dan bahan kimia sebesar US$ 156,7 juta, meningkat 31,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Tak dimungkiri, driver pertumbuhan bisnis dan peningkatan shareholder values DSSA ialah keaktifannya dalam aksi korporat, khususnya terkait ekspansi bisnis, baik dengan cara akuisisi maupun dengan pertumbuhan organik. Di bisnis batu bara, misalnya, DSSA baru-baru ini merampungkan transaksi pengambilalihan seluruh saham Dampier Coal (Queensland) Pty. Ltd. Hal itu juga telah memberikan kontribusi bagi peningkatan produksi batu bara ke Grup.

Lalu, di bisnis teknologi, tahun 2022, DSSA telah melakukan investasi pada PT Elang Andalan Nusantara, perusahaan yang menaungi bisnis dompet digital DANA di Indonesia.

Di bisnis energi, DSSA sedang berfokus pada pengembangan bisnis energi panas bumi dan solar. Di bisnis teknologi, melihat peluang yang besar dari pertumbuhan pengguna internet dan ponsel pintar di Indonesia, DSSA melalui entitas anak berupaya memanfaatkan peluang dengan terus memperluas jaringan infrastruktur dan area layanan bisnis teknologi. Termasuk, meningkatkan kualitas layanan dengan menyediakan internet yang stabil, cepat, dan kompetitif. Kini melalui anak usahanya, DSSA juga telah mengembangkan portofolio investasinya ke dalam bisnis dompet digital dan streaming video.

Sementara itu, untuk memperkuat kinerja bisnis perdagangan pupuk dan bahan kimia, DSSA terus mengembangkan ragam produk, memperkuat tim pemasaran, dan memperluas peluang penjualan produk kimia khusus ke berbagai pelanggan industri. “Kami juga menjajaki peluang bisnis poly aluminium chloride liquid (PAC) dengan membangun pabrik PAC di Palembang, yang diharapkan rampung dan dapat mulai melakukan pemasaran produk PAC pada kuartal II/2023,” kata Krisnan.

Berkebalikan dengan pasar global yang lesu, Krisnan yakin masa depan bisnis DSSA akan tetap cerah dan pertumbuhan bisnis akan tetap bagus karena penanganan pandemi yang baik dan perencanaan moneter yang tepat. Dia yakin, kinerja DSSA akan tetap kuat dan pihaknya akan terus berupaya memperkuat kinerja setiap aset yang dimiliki dengan tetap memperhatikan aspek K3, lebih responsif memitigasi faktor cuaca, selektif dalam melakukan belanja modal, dan konsisten mengembangkan infrastruktur. (*)

Sudarmadi & Vina Anggita

www.swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved