Tahun Depan 8 Sektor di Pameran IEE Series akan Dilakukan Terpisah

Jika tahun 2023 pameran Indonesia Energy & Engineering (IEE Series) menggabungkan delapan pameran berskala internasional penyokong berbagai sektor penting penggerak nasional, maka tahun 2024 akan dilakukan secara terpisah. Adapun delap sekitori itu adalah sektor kelistrikan dan energi, sektor tambang, sektor migas, sektor konstruksi dan pembangunan infrastruktur, sektor pengecoran logam, maupun sektor pengairan dan pengolahan limbah.
Beberapa sektor ini pada IEE Series 2023 hadir melalui delapan pameran, yaitu: Electric & Power Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Mining Indonesia, Construction Indonesia, Concrete Show Indonesia, Water Indonesia, GIFA Indonesia dan METEC Indonesia. Sektor-sektor tersebut adalah beberapa sektor penyumbang perekonomian terbesar bagi Indonesia.
Hal itu diungkapkan oleh Lia Indriasari, Direktur Indonesia Energy & Engineering Series 2023, usai pembukaan pameran IEE 2023. Pameran tersebut akan menekankan pada semangat keberlanjutan di sektor industri. PT Pamerindo selaku penyelenggara pameran, memiliki kewajiban untuk mendukung konsep keberlanjutan dalam berbagai bidang. Sustainability menekankan tentang menciptakan dampak positif pada lingkungan, bertanggung jawab, serta berkontribusi pada masyarakat dan berbagai komunitas di sekitar kita.
Seperti kita ketahui, industri energy & engineering di Indonesia tengah mengalami perkembanganpesat. Dengan pertumbuhan ekonomi dan dorongan pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur, sektor ini menjadi sangat penting. Projek-projek infrastruktur besar ,seperti jaringan listrik, transportasi, dan sumber energi terbarukan menjadi fokus utama. Selain itu, perubahan teknologi dan makin tingginya kesadaran akan keberlanjutan juga membawa inovasi dalam sektor ini.
“Banyaknya peluang dan tantangan yang ada, industri energy & engineering di Indonesia memiliki prospek yang cerah untuk pertumbuhan dan pengembangan lebih lanjut,” ucap Lia.
Dari sisi infrastruktur misalnya, saat ini pemerintah gencar membangun berbagai projek infrastruktur baru, seperti bandara, jembatan, jalan tol, LRT, bendungan dan lainnya. Belum lagi, infrastruktur yang dibangun oleh kalangan dunia usaha swasta.
Dari sisi pertambangan memang terjadi penurunan harga komoditas, meskipun masih lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi COVID-19. Namun, harga komoditas tidak sekuat pada tahun 2022, seperti batubara. Kondisi ini pun masih dipengaruhi oleh masalah politik.
Untuk sektor kelistrikan dipengaruhi oleh infrastruktur. Artinya, makin banyak projek infrastruktur yang dibangun, maka makin besar pula kebutuhan akan listrik. Pemerintah juga memiliki target pencampuran sumber energi baru yang akan dicapai pada tahun tertentu. Hal ini mendorong sektor kelistrikan untuk melakukan transformasi teknologi lebih lanjut.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi dalam industri Energy & Engineering di Indonesia sangat beragam. Ketika berbicara tentang keberlanjutan (sustainability), tentu saja tidaklah mudah, terutama di pasar yang masih memiliki tingkat kesadaran yang terbatas terhadap keberlanjutan seperti Indonesia. Juga, ada faktor komunitas yang harus dibangun, dan upaya menjaga serta mengembangkan perekonomian bangsa sehingga cakupannya sangat luas.
“Saya tegaskan pameran yang kami selenggarakan IEE Series 2023 sekarang ini menggunakan listrik yang didukung oleh energi terbarukan. Kami telah mengimbangi penggunaan listrik yang kami konsumsi dari PLN dengan berinvestasi dalam projek energi terbarukan,” Lia menggarisbawahi.
Swa.co.id