Property

One Global Capital Targetkan Bangun Dua Projek Senilai Rp12 Triliun

Iwan Sunito, Pendiri dan CEO One Global Capital mengatakan, saat ini Australia sedang mengalami backlog perumahan yang dipicu oleh banyaknya imigran yang datang. Hunian merupakan salah satu kebutuhan primer dalam kehidupan masyarakat dan krisis perumahan atau backlog perumahan menjadi isu yang semakin mendesak dan hal ini dipicu oleh tingginya tingkat urbanisasi.

Iwan memaparkan, untuk mengatasi krisis perumahan, Pemerintah Australia berusaha membangun lebih banyak perumahan dengan rencana menciptakan satu juta unit perumahan dalam lima tahun ke depan dengan melibatkan investasi swasta, salah satunya dari dana pensiun, untuk membangun perumahan lebih lanjut.

“Saya melihat saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan kebijakan strategis perusahaan mengingat potensi pasar properti Australia khususnya di Sydney,” ujar Iwan. Sekedar tahu, One Global Capital adalah perusahaan investasi yang bergerak dibidang pengembangan properti dan dimiliki sepenuhnya oleh Iwan Sunito. One Global Capital juga merupakan perusahaan yang memegang kendali penuh atas jaringan hotel apartemen terbaik di kota Sydney, Skye Suites Green Square.

Kondisi pasar properti Australia khususnya di Sydney tahun 2023 membuat One Global Capital optimis akan pasar properti di Australia tahun 2024. “Tahun 2023 merupakan tahun yang luar biasa bagi kami. Pertama, saya sangat bersemangat untuk bisa segera mengumumkan peluncuran proyek One Global Capital pertama senilai Rp4,5 triliun di Macquarie Park pada awal tahun 2024,” kata Iwan menambahkan.

Bahkan, kata dia, pihaknya berhasil mendapatkan DA approval dari dewan kota kota setempat dalam kurun waktu 8 bulan saja, dimana normalnya adalah 12 – 24 bulan untuk bisa mendapatkan persetujuan tersebut. Sebagai informasi, Macquarie Park dikenal sebagai kawasan pelajar dimana terdapat 44.000 siswa yang menempuh Pendidikan di Macquarie University.

Selain dikenal sebagai pusat teknologi, Macquarie Park juga merupakan salah satu kawasan medis terbesar di Sydney. Dengan jalur Metro baru yang akan selesai dibangun pada tahun 2024, menghubungkan Macquarie Park dengan kawasan Barangaroo, sehingga waktu tempuh dapat dipangkas menjadi 18 menit. “Kedua, proses permohonan kami untuk proyek One Chatswood senilai Rp7,5 triliun juga berjalan dengan baik dan telah diterima oleh dewan kota”.

Chatswood yang sering disebut adalah Beverly Hills di Pantai utara, merupakan salah satu pusat kota terbesar di suburban utara Sydney, dengan banyaknya acara konser musik dan pertunjukan di kawasan budaya yang dibangun khusus serta beragam seni jalanan publik. Kwasan ini juga merupakan rumah bagi kuliner Asia.

“Saya cukup beruntung bisa mengakuisisi kedua lokasi ini sekitar 2 tahun yang lalu, pada awal tahun 2022. Namun yang lebih membuat saya bersemangat tentang apa yang akan terjadi di masa depan adalah tentang ‘building towards a greener future” tambah Iwan. Sebelumnya, pihaknya telah menguji model ini di semua proyek perusahaan di masa lalu dengan membuat taman luas secara horizontal dan vertikal di gedung tempat tinggal. Proyek itu selanjutnya akan dikembangkan pada proyek Macquarie Park dan Chatswood.

“Saya meyakini bahwa daerah Macquarie dan Chatswood merupakan magnet baru bagi para investor properti dari Asia Pasifik, khususnya pasar Indonesia.” One Global Capital, kata Iwan, akan terus berfokus dalam pengembangan ekosistem mulai dari produk Build to Sell, Serviced Apartment/Hotel/Hospitality, dan Build to Rent.

Sementara ketika ditanyakan apakah tertarik untuk ikut serta dalam projek Pembangunan IKN mengingat Iwan sempat menghabiskan waktu kecilnya di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dia mengatakan, tertarik berinvestasi di IKN meski belum ada rencana. “Saat ini, belum ada rencana untuk berinvestasi ke IKN. Tapi, kita terbuka jika pemerintah mengundang kita untuk bergabung,” ujarnya.

Hingga kini, tercatat sebanyak 21 investor sudah dan akan melakukan groundbreaking di IKN dengan jumlah investasi mencapai US$2 miliar atau setara Rp330 triliun. Perusahaan properti yang berbasis di Australia itu sepertinya fokus di Jakarta, tepatnya di Ancol.

Iwan mengatakan mendirikan projek hunian kelas dunia di Indonesia adalah impiannya. Ancol lebih menarik karena bisa mendirikan cultural center atau education center. “Saya ingin menciptakan Ancol sebagai city of the future di Jakarta, ditambah mereka punya tanah reklamasi kira-kira 500 hektare,” tutur Iwan.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved