Financial Report Capital Market & Investment

Bos BSDE Ungkap Sejarah BSD City, Dibangun Sejak 1984

Kota BSD City hasil pengembangan BSDE. (dok BSDE)

Bos PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), emiten properti pengembang kota BSD City mengungkap sejarah pembangunan BSD City dalam public expose daring, Selasa (28/11/2023). Di mana rencana pembangunan BSD City telah dimulai sejak 1984.

Hermawan Wijaya selaku Direktur BSDE mengungkapkan bahwa saat ini BSD City masuk pengembangan tahap III seluas 2.450 hektare. Perjalanan panjang BSD City bermula dari tahun 1984, saat itu para pendiri mendirikan PT Bumi Serpong Damai Tbk (IPO pada tahun 2008).

BSDE merupakan salah satu bagian dari Grup Sinar Mas. BSDE mulai membangun kawasan BSD City tahap I seluas 1.500 hektar lima tahun setelah pendirian perusahaan, tepatnya pada tahun 1989. Visi para founders, kata Hermawan, adalah menjadikan kawasan BSD City sebagai pusat ekonomi baru di daerah sub-urban Jakarta.

“Pada 2007 pembangunan tahap I sebagian besar telah diselesaikan dan dalam tahap membuka pengembangan ke tahap II dengan area pengembangan seluas 2.000 hektare. Kini, tahap II tersebut hampir rampung dan saat ini, BSDE telah mulai masuk ke dalam pengembangan tahap III seluas 2.450 hektar,e” katanya.

Di pasar modal, BSDE dikenal sebagai salah satu emiten properti dengan nilai kapitalisasi terbesar di Indonesia yakni Rp21,28 triliun (per 31 Oktober 2023). Setelah melalui restrukturisasi pada tahun 2010, BSDE induk bagi beberapa anak perusahaan properti milik Sinar Mas Land seperti PT Duta Pertiwi Tbk, PT Sinar Mas Wisesa, PT Sinar Mas Teladan dan lainnya, yang masing-masing mengelola proyek properti bernilai tinggi di berbagai kota besar di Indonesia.

“BSDE kini memiliki diversifikasi projek yang solid dan beragam. Diversifikasi portofolio proyek kini tersebar di sembilan kota besar di Indonesia yakni Jabodetabek, Palembang, Medan, Balikpapan, Samarinda, Manado, Semarang, Surabaya dan Makassar,” ujar Hermawan.

Per September 2023 BSDE memiliki cadangan real estat senilai total Rp13,66 triliun. Persediaan tersebut terdiri dari tanah dan bangunan yang siap dijual senilai Rp4,28 triliun, bangunan yang sedang dikonstruksi Rp2,18 triliun, tanah yang sedang dikembangkan Rp7,20 triliun serta persediaan hotel dan lainnya Rp1,06 miliar. Sebagian besar persediaan tersebut berada di BSD City yang merupakan flagship project Sinar Mas Land di Indonesia.

Adanya insentif jilid III oleh pemerintah di sektor properti, tambah Hermawan, akan menjadi pendorong positif pertumbuhan properti di tahun ini dan awal tahun depan. Dengan kondisi fundamental yang solid dan cadangan lahan serta proyek yang berlimpah, BSDE optimis akan terus tumbuh dan memberikan nilai lebih bagi pemangku kepentingan terutama para pemegang saham.

BSD City pada Triwulan III -2023 lalu membukukan angka pendapatan usaha sebesar Rp7,31 triliun. Kontribusi terbesar bagi pendapatan usaha konsolidasian bersumber dari segmen penjualan tanah (lot), bangunan dan strata title yang mencapai 82,57% dari total pendapatan usaha yakni Rp6,03 triliun. Segmen ini tumbuh 8,15% jika dibandingkan pencapaian tahun lalu sebesar Rp5,58 triliun.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,77 triliun. Angka ini tumbuh 92,64% dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp918,30 miliar setelah dipotong pajak.

“BSD City, sebagai flagship project BSDE menjadi kontributor pendapatan terbesar. Pencapaian ini juga terlihat pada angka prapenjualan Triwulan III 2023 yang mencapai Rp8,8 triliun. Penjualan unit residensial maupun komersial di kawasan kota mandiri BSD City tercatat 75% terhadap keseluruhan angka prapenjualan,” ucapnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved