CSR Corner

Laporan Keberlanjutan ABMM Raih Predikat AAA

PT ABM Investama Tbk (ABMM) kembali dianugerahi predikat Leadership AAA dalam ESG Disclosure Transparency Awards 2023. Perseroan dinilai konsisten mengimplementasikan Good Corporate Governance (GCG) terutama dalam hal Environment, Social, & Governance (ESG) melalui melalui laporan keberlanjutan (sustainability report) yang dilaporkan kepada BEI.

Perusahaan telah melewati penilaian menggunakan 33 faktor ESG berdasarkan pasar modal, studi peraturan, hingga pedoman pelaporan respons terhadap perubahan iklim yang diadopsi dari Task Force on Climate related Financial Disclosures (TCFD) dan Carbon Disclosure Project (CDP). Hal ini juga menjadi upaya dalam membantu pemerintah menuju Indonesia Net Zero Emission (NZE).

“Penerbitan laporan berkelanjutan (sustainability report) membantu kami untuk mengukur capaian-capaian perusahaan, terutama dari perspektif ESG. Pelaporan ini juga menjadi kompas agar kami senantiasa selaras dan dapat berkontribusi pada upaya Pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca secara nasional,” ujar Direktur Utama ABMM Andi Djajanegara.

Andi mengungkapkan, melalui inisiatif ini, perusahaan berupaya meyakinkan stakeholder bahwa praktik ESG senantiasa dilaksanakan guna menghadapi risiko perubahan iklim dan geopolitik global. Di samping itu, langkah ini sekaligus menjadi komitmen perusahaan untuk memperlihatkan konsistensi penerapan Good Corporate Governance sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik.

Sebagai perusahaan investasi energi terintegrasi, perusahaan juga mengembangkan bisnis pembangkit listrik energi baru dan terbarukan dari tenaga biogas yang memanfaatkan limbah cangkang kelapa sawit. Pembangkit listrik ini sejak 2020 telah menyuplai energi bersih ke jalur elektrifikasi nasional jaringan Kalimantan Selatan – Tengah yang dikelola oleh PT PLN (Persero).

Di aspek sosial, perusahaan melakukan pemberdayaan perempuan penggiat batik tenun Sasirangan khas Kalimantan, pelatihan profesional mekanik, operator, dan teknisi las bersertifikasi BNSP, pembentukan kelompok tani hutan untuk merehabilitasi daerah Aliran sungai, program anti tengkes balita (anti stunting), serta konservasi bakau (mangrove) berbasis masyarakat pesisir. “Program-program ini sejalan dengan misi perusahaan untuk menciptakan lapangan kerja yang layak bagi sebanyak masyarakat,” ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved