Multi Spunindo Jaya Lepas 15% Saham ke Publik

PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA), perusahaan yang memproduksi produk nonwoven di Indonesia, telah melaksanakan Due Diligence Meeting dan Public Expose sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.
Jumlah saham yang akan ditawarkan adalah sebanyak-banyaknya 882.352.900 saham biasa atas nama, atau sebanyak banyaknya 15% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham, dengan nilai nominal Rp100 per saham, dan harga penawaran berkisar antara Rp250 – 350.
Sasongko Basuki, Direktur utama PT Multi Spunindo Jaya Tbk menyampaikan, “Kami meyakini bahwa Penawaran Umum Perdana Saham ini akan mendukung pengembangan bisnis perusahaan. Perseroan akan terus berkomitmen menjadi perusahaan yang memberikan solusi dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat.”
Rencananya seluruh dana yang diperoleh MSJA dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 40 akan digunakan untuk pengembangan usaha. Sekitar 30% akan dimanfaatkan sebagai modal kerja. Sisanya sekitar 30% akan digunakan untuk pembayaran pinjaman bank.
“Kami antusias dalam melakukan IPO dan optimistis dalam pengembangan bisnis ke depan. Terlebih melihat nilai ekonomi dari pasar nonwoven pada tahun 2023 yang diperkirakan mencapai US$ 53,90 miliar. Kami meyakini dalam kurun waktu lima tahun ke depan, pasar nonwoven akan mencapai US$ 72,19 miliar, tumbuh pada CAGR sebesar 6,02%,” ucap Sasongko dalam siaran pers (19/12/2023).
Sedangkan produk nonwoven yang dihasilkan oleh MSJA memiliki standar yang tinggi dan bertaraf internasional, sehingga memungkinkan perseroan untuk mendistribusikan produk ke pasar nasional dan mancanegara. “Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi di regional Asia Tenggara dalam industri nonwoven. Peningkatan permintaan dari sektor Medis dan Kesehatan, Otomotif dan Konstruksi adalah pendorong utama pertumbuhan tersebut,” ujarnya.
MSJA menargetkan Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan dapat diperoleh pada tanggal 29 Desember 2023 dan Masa Penawaran Umum akan dilangsungkan pada 3 – 8 Januari 2024. Kemudian, Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada tanggal 10 Januari 2024.
Tercatat, kinerja keuangan di tahun 2022 meliputi pendapatan berakhir pada 31 Desember 2022 sebesar US$ 7,1 juta. Berdiri sejak 1997, MSJA memproduksi produk nonwoven sheet yang kemudian digunakan sebagai salah satu bahan baku produk jadi untuk berbagai sektor, mulai dari sektor kesehatan (pembalut, popok, masker, dan lainnya) hingga sektor konstruksi dan agrikultur.
MSJA memiliki pabrik dengan fasilitas yang mumpuni dilengkapi dengan mesin dan system control yang modern dan canggih. Perseroan menjalankan Sistem Total Quality Management dengan dukungan dari staf yang terlatih. Juga, dapat memastikan masyarakat dapat menerima variasi produk dan solusi terbaik dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Swa.co.id
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.