Automotive

TKDN Capai 47,5%, Wuling BinguoEV Dapat Insentif PPN 10%

Peluncuran mobil listrik Wuling BinguoEV di Jakarta. (Foto Ubaidillah/SWA)

Setelah resmi diluncurkan pada pertengahan Desember 2023 lalu, Wuling Motors (Wuling) menginformasikan hasil verifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk BinguoEV. Lini produk EV kedua yang diproduksi Wuling di Cikarang memperoleh hasil 47,5% untuk nilai TKDN. Verifikasi dilakukan oleh lembaga pelaksana verifikasi PT Surveyor Indonesia.

“Kami mengumumkan bahwa Wuling BinguoEV telah diverifikasi TKDN dan menorehkan hasil 47,5%. Pencapaian ini tidak hanya menegaskan komitmen Wuling dalam mendukung industri otomotif nasional, namun juga menjadikan BinguoEV sebagai salah satu kendaraan listrik yang diproduksi di Indonesia dan telah memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif PPN,” kata Dian Asmahani, Sales and Marketing Director Wuling Motors, Senin (15/01/2024).

Melalui langkah ini, kata Dian, pihaknya mengaku terus berkomitmen menjadikan inovasi dan keberlanjutan berjalan seiringan untuk Indonesia yang lebih hijau. Sejalan dengan komitmen partisipasi dalam percepatan elektrifikasi kendaraan di Indonesia, BinguoEV turut diproduksi secara lokal di pabrik Wuling di Cikarang, Jawa Barat.

“Kendaraan listrik ini juga hasil karya anak bangsa, seperti halnya lini produk Wuling lainnya. Mengaplikasikan Global Manufacturing System (GMS), Wuling memastikan bahwa pabriknya mampu untuk mencapai efisiensi proses produksi dan menghasilkan produk berkualitas tinggi,” ujarnya.

Didukung oleh fasilitas yang dilengkapi dengan berbagai teknologi modern, pabrik Wuling di Indonesia memiliki kompetensi untuk memproduksi tidak hanya mobil dengan mesin pembakaran internal, tetapi juga mobil listrik. Pabrik Wuling di Cikarang dapat memproduksi hingga 120.000 unit per tahun.

Selain kemudahan dalam bentuk insentif PPN, Wuling juga memberikan garansi kepemilikan BinguoEV melalui Lifetime Core EV Component Warranty yang meliputi power battery, drive motor, dan motor control unit kepada para konsumen, baik yang memilih tipe Long Range ataupun Premium Range. Pertama di Indonesia, program ini berlaku untuk pemilik pribadi BinguoEV dalam kondisi baru (bukan kendaraan operasional ataupun pindah tangan) dan dengan jarak tempuh maksimal 30.000 kilometer per tahunnya.

“Kendaraan listrik yang digunakan selalu melakukan perawatan berkala di jaringan bengkel resmi Wuling dan menggunakan suku cadang orisinil dari Wuling. Kemudian, BinguoEV pun memiliki biaya kepemilikan terjangkau yaitu Rp3,8 jutaan hingga 105.000 km dan garansi umum sampai 3 tahun atau 100.000 kilometer,” ujarnya.

Selanjutnya, Wuling memiliki 150 jaringan diler resmi yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan kini telah merambah sampai Indonesia bagian timur. Seluruh jaringan diler tersebut didukung oleh teknisi kendaraan listrik dan peralatan yang terstandarisasi, memastikan bahwa setiap pemilik BinguoEV dapat memelihara kendaraan listrik mereka.

Insentif PPN tersebut tertuang dalam Permenkeu No 38 Tahun 2023 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Empat Tertentu dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Bus Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2023. Mobil listrik dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40% bisa mendapatkan insentif PPN sebesar Rp10%.

Dengan begitu, mobil listrik yang memenuhi syarat tersebut (TKDN 40%) hanya dikenakan PPN 1%. Praktis insentif PPN membuat harga mobil listrik ikut terpangkas.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved