Trends

Program Climate Innovation Acceleration Libatkan 3.000 Mahasiswa di 7 Kota

Berlokasi di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, program Climate Innovation Acceleration (CIA) resmi dimulai yang ditandai dengan adanya penandatanganan pledge dukungan pada bendera gerakan #PercayaEcopreneur.

Climate Innovation Acceleration merupakan rangkaian program akselerasi inovasi teknologi iklim (climate-tech) serta edukasi untuk memperbanyak talenta di bidang pekerjaan hijau (green jobs) yang merupakan inisiatif bersama antara Ecoxyztem Venture Builder dan Greeneration Foundation dengan dukungan dari HSBC Indonesia.

Dengan target untuk dapat melibatkan lebih dari 3.000 mahasiswa di 7 kota besar di Indonesia serta memberikan pendampingan dan access to market kepada 30 startups atau yang biasa di sebut ecopreneurs, program akan diawali dengan roadshow ke beberapa kota besar di Indonesia seperti Medan, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makasar, dan Jakarta pada Januari – Maret 2024. Percepatan dan perluasan perkembangan inovasi iklim menjadi penting seiring target pencapaian suhu maksimal pemanasan global sesuai dengan Perjanjian Paris (Paris Agreement) paling tinggi 1,5 derajat celsius, tinggal sebentar lagi yaitu tahun 2030.

Selain dukungan secara program pendampingan, para startup juga diberikan peluang untuk mendapatkan dana implementasi projek dengan total senilai Rp 450 juta dan akses kerja sama dengan beberapa penyedia fasilitas publik. Laksmi Dhewanthi selaku Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam sambutannya menyatakan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memastikan Indonesia serius dalam menangani perubahan iklim.

“Melalui program Climate Innovation Acceleration, diharapkan solusi dan inovasi yang muncul dari mahasiswa dan startup climate-tech dapat berkontribusi dalam mendukung aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang sejalan dengan target Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2030,” kata Laksmi di Jakarta (18/01/2024).

Mengambil tema ‘Building Climate-Tech Ecosystem to Accelerate Ecopreneurs in Reaching ENDC Target by 2030’ program CIA dimulai dari roadshow ke 7 kota besar di Indonesia, program akselerasi dan implementasi, hingga impact exhibition di akhir program.

“Dalam 140 tahun perjalanan di Indonesia, HSBC selalu mendukung para pengusaha dengan menjadi bank yang melayani aktivitas perdagangan mereka. Kami menjadi saksi bagaimana dunia usaha berevolusi untuk terus tumbuh. Kini kita melihat ke depan, sebuah era dimana inovasi dan teknologi digital memegang peranan kunci, termasuk juga untuk melawan perubahan iklim. Untuk itu kita membutuhkan sebanyak mungkin pemimpin muda yang dapat bergabung dan memimpin perjalanan ini. Itulah sebabnya HSBC sepenuhnya mendukung program Climate Innovation Acceleration,” ungkap Francois de Maricourt, Presiden Direktur HSBC Indonesia.

Program CIA saat ini telah mendapatkan dukungan dari 25 komunitas, gerakan, dan organisasi pemungkin (enabler) yang akan mendorong terciptanya kolaborasi yang berkelanjutan. Beberapa di antaranya adalah World Cleanup Day Indonesia, Society of Renewable Energy (SRE Indonesia), Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI), Koalisi Ekonomi Membumi (KEM), Bicara Udara, dan PemimpinID.

Melalui sesi talkshow dalam acara Kick Off Climate Innovation League, Mohamad Bijaksana Junerosano selaku Presiden Direktur Ecoxyztem mengungkapkan, ini adalah langkah awal yang positif, karena kecepatan solusi permasalahan lingkungan harus tumbuh jauh lebih cepat dari pada permasalahannya. “Dalam riset Ecoxyztem, para ecopreneurs membutuhkan tiga bantuan penting yaitu pendampingan metodologi pengembangan startup, akses kepada pemodalan, dan membuka akses ke masyarakat yang semuanya tercangkup dalam rangkaian program CIA ini ,” ujar Bijaksana.

Untuk memulai rangkaian program CIA yang akan berlangsung selama 9 bulan, diperlukan lebih banyak keterlibatan generasi muda, oleh karenanya CIA membuka kesempatan kerelawanan kepada para mahasiswa untuk menjadi X-CAP atau XYZ Campus Ambassador dimana para mahasiswa akan dipilih dan dijadikan perwakilan perpanjangan komunikasi dari para ecopreneurs kepada jaringan kampus di Indonesia.

Mendukung semangat keterlibatan anak muda, Novita Natalia, Co-founder Bicara Udara menyampaikan, pihaknya siap mendukung kesuksesan program CIA. Karena dengan semangat membuka lebih banyak jendela kesempatan kepada di sektor sustainability, kita akan bisa menemukan lebih banyak lagi Ecopreneurs, Eco Campaigner, dan Eco Changemaker untuk masa depan Indonesia.

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved