Technology

Kiprah Collega Inti Pratama Akselerasi Ekosistem Digital BPD

Menurut Direktur Utama Collega Agus Pramudiono
Menurut Direktur Utama Collega Agus Pramudiono

Perbankan selama ini dikenal sebagai industri yang membutuhkan sistem teknologi informasi (TI) yang canggih. Ternyata, sistem perbankan yang dipakai itu tak melulu buatan vendor luar. Buktinya adalah PT Collega Inti Pratama, system developer asal Tanah Air, yang telah berkiprah selama 22 tahun.

Sepanjang kiprahnya itu, Collega telah dipercaya sebagai mitra perbankan dalam menangani proyek-proyek pengembangan core banking system di sejumlah bank pembangunan daerah (BPD) dan instansi pemerintah daerah, antara lain Dinas Pendapatan Daerah Provinsi. Secara keseluruhan, Collega telah menjadi mitra jasa outsourcing TI perbankan dengan klien 32 institusi, yang terdiri dari 17 BPD dan 15 bank umum.

Collega didirikan oleh 10 tenaga ahli yang telah lama berkecimpung di dunia TI perbankan. Mengandalkan pengalaman dan kepercayaan dari salah satu klien pertama, yakni BPD Bali, Collega kemudian berhasil melahirkan produk karya anak bangsa, yaitu core banking system yang diberi label OLIBs (singkatan dari Online Integrated Banking System). Pengembangan platform perbankan ini merupakan upaya Collega untuk membantu akselerasi digitalisasi ekonomi di daerah.

Dari tahun ke tahun Collega membangun reputasinya. Pada akhir 2018 ada momen penting bagi perusahaan ini, yakni ketika Telkom Group, melalui Telkom Sigma, mengakuisisinya. Menurut Direktur Utama Collega Agus Pramudiono, masuknya Collega dalam ekosistem Telkom Group membuat pihaknya makin percaya diri untuk memberikan layanan paripurna kepada pelanggannya.

Agus mengungkapkan, Collega terus melakukan inovasi dan pengembangan untuk menghadapi isu strategis dari bank daerah, yaitu bagaimana dapat mengimplementasikan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kami mengajak bank yang sudah menjadi klien Collega ataupun calon klien agar dapat memiliki platform digital banking untuk menciptakan kenyamanan layanan perbankan secara inklusif,” katanya.

Baru-baru ini Collega melakukan revamping atau pembaruan produk sistemnya, dengan meluncurkan OLIBs Digital Banking Suite. Solusi ini terdiri dari tiga modul aplikasi.

Pertama, OLIBsDigi Channel SuperApps, yaitu platform aplikasi untuk modernisasi user interface dan user experience kanal digital, dengan memberikan kemudahan transaksi finansial ataupun nonfinansial bagi nasabah. Aplikasi ini dijalankan baik di kanal mobile banking, internet banking, maupun layanan branchless banking (laku pandai).

“Saat ini BPD membutuhkan kecepatan untuk bersaing, membaca potensi pasar, serta punya kebutuhan berinovasi dan berkolaborasi.”

Agus Pramudiono, Dirut PT Collega Inti Pratama

Kedua, OLIBsDigi Orchestrator Platform, yaitu modul yang disediakan untuk kebutuhan integrasi dan interoperability dengan ekosistem dalam rangka menciptakan kolaborasi ekonomi keuangan digital. Mitra ekosistemnya antara lain lembaga GPN, biller/payment gateway, fintech, dan e-commerce. OLIBsDigi Orchestrator mendukung standar koneksi multiformat message, seperti ISO 8583, Json, Rest, XML, dan open API, serta siap tersertifikasi dengan standar SNAP BI.

Ketiga, OLIBsDigi Core Banking Platform, yaitu platform yang menjadi bagian tambahan dari legacy system bank untuk mendapatkan kemudahan dan fleksibilitas pengembangan produk-produk digital; juga merupakan transaction engine dari seluruh kanal digital yang disediakan.

Menurut Agus, OLIBs Digital Banking Suite dikembangkan dengan teknologi terkini, yaitu microservices–based architecture, cloud native, dan open API. Model bisnis yang dijalankan yaitu fee sharing, yang merupakan komitmen Collega untuk menjadi bagian enabler transformasi digital, khususnya di kalangan BPD.

“Orientasi pengembangan OLIBs Digital Banking Suite bukan hanya mempertimbangkan aspek pengembangan teknologi dan produknya, tapi juga time to serve, time to deliver, dan time to market agar lebih efektif dan efisien bagi para mitra,” Aries Barkah, Direktur Business & Digital Solution Collega, mengomentari.

Merujuk pada Cetak Biru Transformasi Digital dari OJK dan Transformasi Digital BPD-SI, di antaranya ada dua area utama yang menjadi perhatian pengembangan ekosistem BPD, yaitu digitalisasi kanal dan penguatan ekosistem digital. Menurut Agus, hampir seluruh BPD sudah melakukan penguatan kanal digital, tapi ada hal-hal yang dapat dielaborasi lebih kuat lagi, yaitu pelengkapan konten pada kanal digital agar seluruh kebutuhan transaksi perbankan dapat dilakukan dalam satu genggaman.

Berdasarkan data Bank Indonesia, baru sebanyak 14 BPD atau 51% yang telah mengimplementasikan layanan kanal digital. Peningkatan utilitas digital banking tersebut diharapkan dapat mendorong perluasan program nasional, yaitu implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah. Kini, dari total 27 BPD seluruh Indonesia, 17 BPD sudah menjadi klien Collega.

“Saat ini BPD membutuhkan kecepatan untuk bersaing, membaca potensi pasar, serta punya kebutuhan berinovasi dan berkolaborasi,” kata Agus. Menurutnya, dengan implementasi solusi teknologi OLIBs Digital Banking Suite, BPD dapat mengembangkan produk-produk berbasis digital, serta mendapatkan peluang bisnis dan kesempatan kolaborasi. (*)

Jeihan K. Barlian

www.swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved