Financial Report Capital Market & Investment

Diterpa Sentimen Negatif Geopolitik, Penjualan Unilever Turun

Akibat sentimen negatif dan hoax soal geopolitik, UNVR terdampak. (dok UNVR)

Kondisi geopolitik global seperti konflik Palestina dan Israel turut berimbas pada kondisi iklim bisnis. Salah satu perusahaan yang terdampak adalah Unilever Indonesia (UNVR) yang terkena sentimen negatif akan kondisi geopolitik tersebut.

Masyarakat Indonesia melakukan aksi boikot terhadap merek-merek yang diduga terlibat dalam konflik tersebut, Unilever salah satunya, meski belakangan info ini tidak dapat ditemukan kebenarannya. Adanya sentimen negatif konsumen ini membuat bisnis Unilever terdampak.

Presiden Direktur UNVR yang baru terpilih pada RUPSLB Desember 2023 Benjie Yap mengatakan bahwa hingga Oktober 2023 kinerja penjualan perseroan cukup kuat dan momentum yang cukup baik. Memasuki bulan November — Desember perseroan terdampak sentimen negatif konsumen akibat situasi geopolitik.

“Situasi geopolitik membuat sentimen negatif dan tentunya berdampak pada penjualan domestik. Ingin saya tekankan bahwa dampak terbesar pertengahan November sampai Desember dan ini dampak terbesar yang kami rasakan,” ujar Benjie dalam konferensi pers (07/02/2024).

Pada Kuartal III 2023, bisnis UNVR mulai tumbuh dengan mencatatkan kenaikan penjualan domestik sebesar 3,3%, didorong oleh pertumbuhan volume dasar yang positif sebesar 4,3% dan momentum positif ini terus berlanjut hingga bulan Oktober 2023. Pada bulan November dan Desember dampak pergeseran sentimen yang disebabkan oleh situasi geopolitik mengakibatkan penjualan domestik tahun tutup buku perseroan pada 2023 menjadi -5,2%.

“Namun, upaya konsisten kami untuk menavigasi krisis ini telah mulai menunjukkan kemajuan pada Januari 2024. Ke depan, kami tetap berkomitmen untuk fokus pada pertumbuhan jangka panjang dengan secara konsisten melaksanakan prioritas strategis kami,” dia menuturkan.

Pada Kuartal IV 2023, perseroan menghadapi tantangan eksternal yang tidak terduga, termasuk adanya penyebaran informasi yang tidak benar terkait situasi geopolitik. Meskipun tantangan ini berdampak pada bisnis dan operasional, namun Benjie mengaku perseroan berhasil mengatasi situasi tersebut dan saat ini mulai melihat perkembangan yang menggembirakan.

“Upaya kami untuk secara konsisten mengklarifikasi informasi yang menyesatkan, serta berkat dukungan yang luar biasa dari para mitra terpercaya dan konsumen setia kami menjadi faktor penting dalam mencapai kemajuan perseroan. Dengan adanya tren positif saat ini, kami yakin telah berada di jalur yang tepat untuk menumbuhkan bisnis kami di 2024,” ungkapnya.

Benjie menegaskan perseroan selalu memegang komitmen terhadap integritas, kemanusiaan dan menghadirkan produk dengan kualitas terbaik, yang dibuat dengan bertanggung jawab. “Kami tetap teguh pada komitmen kami untuk menghasilkan pertumbuhan yang konsisten, menguntungkan, kompetitif dan bertanggung jawab,” ucapnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved