CSR Corner

Grup Mind ID Kembangkan Sejumlah Tempat Wisata Indonesia

BUMN holding industri pertambangan Mind ID yang beranggotakan PT Timah Tbk, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Freeport Indonesia (PTFI), dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) telah mengembangkan sejumlah tempat wisata di Tanah Airm. Hal ini tak lepas dari peran grup dalam mewujudkan keberlanjutan sektor lingkungan yang diyakini sebagai salah satu bentuk penerapan good mining practice.

“Dukungan sektor pariwisata ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” kata Sekretaris Perusahaan Mind IDHeri Yusuf dalam keterangan tertulis belum lama ini.

Bersama warga Desa Gemuruh, PT Timah Tbk menanam 100 pohon cemara laut di sekitar Pantai Batu Kucing Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah abrasi, menjaga ekosistem pesisir, dan mempercantik kawasan tersebut.

Melalui program ini, PT Timah Tbk memacu Pemerintah Desa Gemuruh untuk mengelola area tersebut menjadi salah satu kawasan wisata yang menarik. Timah secara konsisten melaksanakan beberapa program dan kegiatan yang berorientasi lingkungan, seperti penanaman cemara dan mangrove, hingga program pemasangan penahan abrasi.

Sementara Bukit Asam memiliki Program Tanjung Enim Kota Wisata yang bertujuan untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata dan mandiri di masa mendatang. Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, program ini telah dicanangkan sejak 2016. Perusahaan telah memulai pembangunan berbagai sarana dan infrastruktur untuk pengembangan pariwisata di kawasan tambang batu bara ini.

Bukit Asam juga telah membangun Museum Batu Bara, Pusat Kuliner, Taman Sriwijaya, Mini Zoo & Jogging Track Tanjung Enim, serta Plaza Saringan dengan ikon Tombak Kujur yang merupakan senjata pusaka peninggalan leluhur Dusun Tanjung Enim.

Selain itu, BUMN pertambangan ini akan menyulap area bekas tambang lainnya menjadi kawasan hijau untuk ekowisata, seperti Botanical Garden, danau buatan, Orchard Park (taman buah), RTH Berangau Park, Agroforestry, dan lainnya. Anggota Mind ID ini juga memperbaiki infrastruktur untuk mendukung Tanjung Enim Kota Wisata, seperti pembangunan pedestrian di beberapa jalan utama dan perbaikan jalan berupa pengaspalan jalan-jalan di kawasan sekitar Tanjung Enim.

PT Inalum mendorong sektor eco-cultural tourism dengan mendukung transformasi wisata Desa Meat Toba Sumatera Utara. Perusahaan menciptakan inovasi-inovasi sosial agar bisa menjadi desa wisata berskala nasional. Eco-cultural tourism Desa Meat merupakan program community development unggulan PLTA PT Inalum yang dikembangkan sebagai bentuk implementasi visi dan misi PLTA PT Inalum, yaitu menjadi perusahaan global terkemuka berbasis alumunium terpadu ramah lingkungan.

Program ini dirancang sebagai respon atas temuan kerentanan sosial, ekonomi, lingkungan, dan budaya Desa Meat pada Kajian Pemetaan Sosial tahun 2019. Dipilihnya Desa Meat didasarkan pada empat aspek isu, yaitu pendapatan rendah di bawah UMK Toba Samosir, stunting, rendahnya tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, serta Kelompok Sadar Wisata Pokdarwis yang belum aktif.

Sejak dimulai pada 2020, program ini telah memberikan dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat Desa Meat, baik di bidang ekonomi, sosial, lingkungan, maupun kesejahteraan.

Adapun untuk rencana strategis 2024, PT Inalum meluncurkan Eco-Cultural Tourism lewat Pusat Pelatihan Sanggar Tari, pelatihan menjahit produk turunan ulos, memberikan bantuan alat jahit, pameran produk turunan, serta pelatihan branding dan packaging produk desa.

Selanjutnya, PT Freeport Indonesia (PTFI) mendirikan kota modern pertama di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yaitu Kota Kuala Kencana. Kota yang berada di arena seluas 17.078 hektare ini didirikan untuk mendukung operasional perusahaan sekaligus mendukung perkembangan Kota Timika. Dibangun di tengah hutan tropis, kota ini mengusung konsep kota berwawasan lingkungan. Kuala Kencana dibangun dengan suasana alam yang terjaga rapi tanpa kabel dan tiang listrik yang malang melintang. Pasalnya, semua kabel tertanam rapi di bawah tanah.

Sejak awal didirikan hingga memasuki usia 28 tahun, Kota Kuala Kencana memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan Timika, salah satunya kehadiran Instalasi Pengolahan Air atau Water Treatment Plant (WTP). Diresmikan pada Oktober 2023, instalasi ini merupakan upaya menyediakan sarana air bersih untuk masyarakat Timika.

Kuala Kencana juga memiliki sistem pengendalian limbah dan pengelolaan sampah yang dimonitor secara berkala. Perusahaan bekerja sama dengan Public Health & Malaria Control (PHMC) untuk mencegah perkembangan nyamuk malaria di area tersebut.

PT Antam Tbk mengubah lokasi bekas pertambangan liar menjadi tempat wisata alam. Adalah Kawasan Wisata Ciguha River di Kampung Ciguha, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Tempat tersebut dulunya adalah area penambangan liar atau gurandil dan sempat tercemar limbah berat. Selain disulap menjadi tempat wisata, kawasan tersebut juga berperan sebagai sungai bio indicator terhadap pencemaran air demi mendukung SDG’s.

Menariknya, terbentuknya kawasan wisata ini diinisiasi para local heroes yang beberapa di antaranya merupakan mantan gurandil. Mereka mendapat dukungan dari Antam dan pemerintah setempat. Kawasan tersebut menggabungkan nilai edukasi, konservasi, dan wisata dengan memanfaatkan suasana alam aliran Sungai Ciguha. Terdapat sejumlah gazebo yang bisa jadi tempat berkumpul wisatawan untuk menikmati udara dan suasana sekitar.

Wisatawan dapat menikmati kesejukan kolam ikan air luas yang dihuni berbagai macam jenis ikan. Keberadaan ikan itu menandai bahwa sungai Ciguha telah terbebas dari limbah berat serta bahan kimia berbahaya lainnya.

Selain itu, terdapat kafe dengan suasana Instagramable yang ditunjang dengan fasilitas- fasilitas lainnya. Uniknya, lantai kafe tersebut berbahan kaca tebal tembus pandang, sehingga pengunjung bisa melihat permukaan air yang dihiasi indahnya ikan- ikan yang sedang berenang.

Kini, kawasan eks tambang itu menjadi lebih hijau dan asri. Pengelolaan di sekitar Pongkor itu diharapkan mampu menghadirkan peradaban baru yang lebih indah dan tentram.

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved