Leaders

Dompet Dhuafa, Bangun Kepemimpinan Karyawan demi Pemberdayaan Berkelanjutan

Rahmad Riyadi, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika

Dompet Dhuafa dikenal sebagai lembaga filantropi terkemuka yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan bergerak di bidang pemberdayaan umat (people empowerment). Lembaga yang mulanya merupakan sebuah unit kegiatan penggalangan dana kemanusiaan dari Harian Umum Republika ini menerapkan prophetic socio-technopreneurship. Harapannya, insan (personel) Dompet Dhuafa memiliki jiwa kenabian (prophetic) dan sikap kewirausahaan sosial yang modern (socio-technopreneurship).

Menurut Rahmad Riyadi, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, setiap insan Dompet Dhuafa dalam menjalankan aktivitas kewirausahaan sosial harus meneladani jiwa kenabian, khususnya Nabi Muhammad saw. Yaitu, shiddiq (benar), amanah (bertanggung jawab), fatonah (bijak), dan tablig (komunikatif), serta mampu memanfaatkan teknologi terkini.

“Ada dua aspek yang diinternalisasi dalam konteks kepemimpinan dan pengelolaan program Dompet Dhuafa, yakni awareness dan learning process,” kata Rahmad. Dari sisi awareness, Dompet Dhuafa memastikan bahwa prinsip devotion and dignity ini dimiliki para insan lembaga ini. Begitu juga prinsip philantropreneurship, agar insan Dompet Dhuafa amanah dalam pengelolaan dana, sehingga berdampak ke masyarakat.

Dari sisi learning process, ada Leadership Pipeline Program untuk membentuk jenjang kepemimpinan Amil dan Nazir. Juga ada program Great Collaborators Development, untuk membentuk kepemimpinan pendamping program, serta program Local Leader Development utuk membentuk kepemimpinan lokal di kalangan penerima manfaat.

Sejak 2021, Dompet Dhuafa telah menyiapkan Leadership Pipeline Program yang terdiri dari tiga level pengembangan. Di level dasar, Dompet Dhuafa berfokus pada aktivitas Leading Team yang melibatkan supervisor atau koordinator melalui LEAP (Leadership Enrichment & Acceleration Program. Selama enam bulan, insan muda Dompet Dhuafa akan dipandu oleh para mentor ahli untuk belajar mengenai strategi penghimpunan dana, pengelolaan dan pendayagunaan dana, pengetahuan tentang manajemen pengelolaan lembaga zakat, hingga isu-isu kemanusiaan.

Di level menengah, ada program MIND (Managerial Insight & Development), berupa program pengembangan leadership yang ditujukan untuk level leadingfunctions, yaitu manajer. “Program ini berupaya agar pemimpin di level menengah bisa mulai memikirkan untuk memberikan kontribusi strategis bagi organisasi,” kata Prima Hadi Putra, Direktur Komunikasi & Teknologi Dompet Dhuafa.

Level selanjutnya ialah program LEAD (Leadership Academy of Dompet Dhuafa). Program ini ditujukan untuk level leading organization, yaitu general manager dan direktur, agar bisa mengasah keterampilan bisnis strategisnya. “Melalui program ini, seluruh rekan, baik itu dari BOD ataupun BOD-1, bisa memberikan kontribusi demi keberlanjutan organisasi,” Prima menjelaskan.

Selain pengembangan kapasitas, Dompet Dhuafa juga membekali para kader dengan sertifikasi kompetensi BNSP, antara lain sertifikasi Amil dan sertifikasi Nazir. Dengan perubahan yang semakin cepat, pihaknya pun meyakini bahwa skill yang paling penting dimiliki pemimpin agar bisa memimpin organisasinya di masa depan ialah kemampuan beradaptasi, bisa menerima hal-hal baru, baik itu dari dalam maupun luar organisasi.

“Dengan kemampuan beradaptasi, kita akan terus belajar dan bisa memberikan kontribusi yang lebih kepada organisasi,” kata Prima.

Program Great Collaborators Development merupakan skema intervensi dan berkelanjutan untuk memastikan pendamping program Dompet Dhuafa memiliki jiwa kepemimpinan. Pasalnya, para pendamping program merupakan ujung tombak keberhasilan program Dompet Dhuafa di masyarakat.

Adapun Local Leaders Development merupakan program untuk menumbuhkan kepemimpinan berkelanjutan bagi para penerima manfaat agar mampu menjadi penggerak pengentas kemiskinan. Programnya terbagi menjadi empat fase, yaitu fase leadership development, leadership project incubation, scale up, dan multi-level beneficiaries.

Rahmad menegaskan bahwa adanya sejumlah program pengembangan kepemimpinan menjadi daya saing tersendiri bagi Dompet Dhuafa. Sebagai bukti, nilai penghimpunan dana terus tumbuh setiap tahunnya; juga muncul beragam program yang diberikan kepada masyarakat.

Saat ini, Dompet Dhuafa didukung 230 karyawan di kantor pusat, plus sejumlah karyawan di 29 cabang, baik di dalam maupun luar negeri. Adapun relawan yang membantu kegiatan pemberdayaan masyarakat telah mencapai 21 ribu orang . (*)

Jeihan K. Barlian, Sri Niken Handayani, dan Vina Anggita

www.swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved