GCG Companies

Bank Mandiri Taspen, Giat Terapkan GCG untuk Menyokong Kinerja Finansial yang Solid

Judhi Budi Wirjanto, Direktur Compliance & Control Bank Mantap
Judhi Budi Wirjanto, Direktur Compliance & Control Bank Mantap.

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) dinobatkan sebagai IndonesiaMost Trusted Company berdasarkan penilaian Corporate Governance Perception Index, dengan skor 90,06. Perseroan ini meraih predikat “Sangat Terpercaya” pada penganugerahan Good Corporate Governance 2023 yang digelar oleh Indonesia Institute for Corporate Governance dan SWA Media Group.

Raihan tersebut menegaskan Bank Mantap sebagai bank yang dapat meningkatkan kepercayaan nasabah, mampu beradaptasi, lincah merespons dinamika dan tantangan bisnis, serta disiplin mempraktikkan prinsip kehati-hatian (prudent).

Judhi Budi Wirjanto, Direktur Compliance & Control Bank Mantap, mengatakan bahwa industri perbankan nasional, termasuk Bank Mantap, menghadapi tantangan bisnis di era suku bunga tinggi. Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-Day Reverse Repo Rate) pada 2022 dan 2023 masing-masing sebesar 5,50% dan 6%. Dampaknya, biaya dana (cost of fund) cenderung meningkat.

Tantangan lainnya, Judhi menyebutkan, pelaku industri jasa keuangan bersaing sengit pada segmen pensiunan lantaran bank besar turut menggarap ladang bisnis ini. “Populasi pensiunan itu jumlahnya tetap, tetapi persaingan memperebutkan segmen ini semakin ketat karena pemainnya semakin banyak, kami fokus menggarap segmen pensiunan dengan menjaga kepercayaan nasabah,” katanya.

Bank Mantap berikhtiar untuk melayani dan menyejahterakan para pensiunan aparat sipil negara (ASN), TNI, dan Polri sehingga menjadi Leading Senior Citizen Ecosystem Bank di Indonesia.

Hingga akhir 2022, sebanyak 356.087 pensiunan telah menikmati layanan dari bank yang beroperasi sejak 2014 ini. Selain menikmati layanan perbankan, para pensiunan juga mendapatkan manfaat pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut bayaran. Tidak hanya itu, nasabah pensiunan pun diajak berpartisipasi mengikuti pelatihan kewirausahaan hingga pendampingan usaha untuk meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan usaha mereka.

Manajemen Bank Mantap tak berpuas diri melayani nasabahnya. Perseroan menggenjot inovasi demi meningkatkan performa optimal dalam melayani nasabah pensiunan. Sejumlah strategi pengembangan dipraktikkan, antara lain mencari sumber pendapatan baru yang menggarap segmen bisnis ASN aktif serta dana pensiun (Dapen) di BUMN dan korporasi swasta, juga mengakselerasi inovasi layanan finansial secara digital.

Perihal digitalisasi, Bank Mantap menyediakan aplikasi Mantap Mobile Banking (Movin). Fitur di aplikasi ini dimutakhirkan untuk memudahkan transaksi nasabah. Misalnya, fitur QRIS yang tersedia sejak Mei 2023.

Bank ini juga menyediakan Smart Branch System yang tersebar di seluruh Indonesia. Fitur-fitur e-channel melalui mobile banking, cash management, serta layanan e-channel ditingkatkan demi mendorong peningkatan transaksi fee-based income.

Modernisasi proses bisnis mampu meningkatkan kinerja operasional dan keuangan Bank Mantap. Kinerjanya tumbuh agresif seiring dengan kedisiplinan mempraktikkan prinsip kehati-hatian. Merujuk laporan keuangan Bank Mantap per November 2023, perseroan membukukan laba bersih Rp 1,35 triliun, naik 32,35% dari Rp 1,02 triliun pada periode yang sama tahun 2022 (year on year).

Kinerja finansial ini melanjutkan pencapaian gemilang di tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2022, Bank Mantap mencetak laba bersih Rp 1,2 triliun. Angka tersebut naik 87% dibandingkan 2021.

Pertumbuhan profit itu didorong oleh sejumlah inisiatif yang dilakukan perusahaan. Di antaranya, peningkatan customer base, khususnya nasabah ritel atau dana pihak ketiga (DPK) ritel.

Dari sisi rasio kinerja, kualitas kredit Bank Mantap sepanjang tahun 2022 tetap terjaga. Ini terindikasi dari rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang terjaga apik di level 0,75%.

Judhi menyampaikan bahwa Bank Mantap berinisiatif mengembangkan program 3 Pilar Mantap Indonesia, yaitu Mantap Aktif, Mantap Sehat, dan Mantap Sejahtera. Tujuan inisiasi ini adalah meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan pensiunan. Bank ini juga bersinergi dengan induk perusahaan, yakni PT Bank Mandiri (Persero) dan PT Taspen (Persero).

Manajemen Bank Mantap pada 2023 membidik penyaluran kredit kepada para pensiunan senilai Rp 41,6 triliun, tumbuh 15% dibandingkan pada 2022. Begitu pula pengumpulan dana masyarakat (funding), yang dicanangkan mencapai Rp 45,7 triliun, tumbuh 17%. Rasio kredit bermasalah dibidik tetap di bawah 1%. Lalu, total aset hingga akhir tahun lalu diharapkan mampu mencapai Rp 60,6 triliun atau diproyeksikan melonjak 15% dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan, Bank Mantap mengembangkan infrastruktur digital dan SDM, serta memperluas pangsa kredit dan funding. “Kami melakukan penguatan funding dengan memperkuat dana ritel. Jadi, dana ritel kami mengalami peningkatan yang cukup signifikan, komposisinya sebesar 51%. Sementara funding berbiaya mahal turun ke angka 49%,” ungkap Judhi.

Perseroan berkomitmen mencetak pertumbuhan berkesinambungan yang berlandaskan prinsip Tata-kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance. Berbicara praktik GCG, Bank Mantap rutin melakukan penilaian oleh internal dan pihak ketiga.

Hasilnya, skor GCG perseroan kian meningkat dari tahun ke tahun. Skor GCG Bank Mantap pada penilaian CGPI 2023, yang mencapai 90,06, melampaui skor di tahun 2022 yang sebesar 89,06, tahu 2021 (88,87), dan tahun 2020 (87,44). (*)

Arie Liliyah & Vicky Rachman

www.swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved