Technology

ECADIN Dorong Pengembangan Carbon Capture & Storage di Indonesia

Energy Academy Indonesia (ECADIN) bekerja sama dengan Indonesia Carbon Capture and Storage Center (ICCSC) di bawah Kementerian Koordinasi Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) serta Global Carbon Capture and Storage Institute (GCCSI) menyelenggarakan Workshop Carbon Capture and Storage (CCS) seri kedua.

Workshop ini merupakan bentuk komitmen nyata ECADIN dalam mendorong pencapaian target nol emisi Indonesia pada tahun 2060. Mengusung tema ‘Carbon Capture & Storage (CCS) Technology Advancements & Economics, forum ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Shangri-La Hotel, Jakarta, pada 28-29 Februari 2024. Kegiatan ini didukung oleh Technip Energies, PT Pertamina (Persero), dan PT Thyssenkrupp Industrial Solutions Indonesia.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 130 pemangku kepentingan baik dari pembuat kebijakan, industri, dan badan riset yang terlibat dalam rantai nilai teknologi dan ekonomi CCS. Agenda ini merupakan wadah berbagi pengetahuan dan tempat untuk berkolaborasi dalam mengembangkan ekosistem CCS.

Workshop tersebut dibuka oleh Desti Alkano, Pendiri & CEO dan ECADIN. Dalam sambutannya, Desti menekankan bahwa CCS merupakan rantai nilai yang kompleks dan menangkap karbon bukanlah komoditas yang dapat dijual dengan mudah di pasar seperti halnya batu bara, minyak, atau gas. Sehingga, kebijakan yang kuat adalah kunci utama dalam pengembangan dan kemajuan CCS.

Workshop CCS kedua merupakan kelanjutan dari seri pertama di bulan November 2023, berfokus pada diskusi tentang perkembangan teknologi, keekonomian, dan kebijakan terkait CCS di tingkat global dan regional Asia Tenggara.

Pada hari pertama acara, Jodi Mahardi, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dalam paparannya menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen dalam mendukung investasi berkelanjutan dengan fokus pada pengurangan emisi karbon. Langkah-langkah untuk mengurangi emisi karbon di seluruh sektor dan memanfaatkan tempat penyimpanan karbon strategis di Indonesia didorong oleh perkembangan kebijakan yang terus disempurnakan dan kolaborasi internasional untuk mendukung implementasi CCS.

Pembicara di sektor CCS antara lain Candra Sri Sutama sebagai Chief Operating Officer ECADIN; David T. Kearns dari Global CCS Institute; Tubagus A. Gunawan sebagai Net Zero R&D Researcher ECADIN dan Princeton University, Amerika Serikat, Dadan Damayandri dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Kamal Jansen dari SLB.

Sementara itu, Oki Muraza, Senior Vice President of Technology Innovation PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmen dalam mencapai nol emisi dan mempresentasikan kemajuan CCS di Pertamina untuk mencapai tujuan tersebut.

Pada hari kedua, Duta Besar Norwegia untuk Indonesia & Timor Leste, H.E. Rut Krüger Giverin hadir bersama Dr. Belladonna T. Maulianda, Direktur Indonesia CCS Center, serta perwakilan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, mendiskusikan kebijakan-kebijakan untuk mendukung CCS. Selain itu, berbagai projek dan aplikasi CCS menarik, baik di Indonesia maupun internasional, didiskusikan oleh perwakilan PT Kilang Pertamina Indonesia, PT Thyssenkrupp Industrial Solutions Indonesia, juga Esso Indonesia Inc, anak perusahaan dari ExxonMobil dan Harbour Energy.

Indonesia mempunyai potensi besar dalam ekosistem CCS global dan memiliki ambisi menjadi pusat CCS regional. Karena itu, pengembangan teknologi dan pembentukan ekosistem CCS sangat penting bagi Indonesia agar dapat meningkatkan daya tarik ekonominya. ECADIN secara aktif terlibat dalam mendukung penelitian, pengembangan teknologi, dan persiapan sumber daya manusia untuk mempercepat implementasi CCS di Indonesia, dengan tujuan mencapai emisi nol bersih.

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved