Technology

Ngaji.ai, Aplikasi AI yang Bisa Mengoreksi Bacaan Qur’an Seseorang

Ngaji.ai, Aplikasi AI yang Bisa Mengoreksi Bacaan Qur’an Seseorang
Ilustrasi. Perusahaan teknologi Vokal.ai meluncurkan aplikasi untuk membantu seseorang belajar Al-Qur'an. (foto Ubaidillah/SWA)

Perusahaan teknologi AI dalam pendidikan bahasa Indonesia, Vokal.ai meluncurkan inovasi terbaru berupa aplikasi belajar mengaji ngaji.ai. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan AI dalam sistem kerjanya.

Teknologi AI yang dikembangkan membuat aplikasi ini mampu mendeteksi akurasi pelafalan bacaan Al-Qur’an seseorang melalui teknologi Automatic Speech Recognition (ASR). Pembuatan aplikasi ini agar proses belajar mengaji dapat dilakukan secara mandiri di manapun dan kapanpun.

Co-founder dari ngaji.ai Sutarto Hadi memaparkan latar belakang dibuatnya aplikasi ini. Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, di mana 91% warga muslim memiliki pandangan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an penting untuk dimiliki.

“Selama ini, orang tua biasanya memanggil guru untuk belajar mengaji di rumah, atau mendaftarkan anaknya ke TPA/TPQ, dan jarang ada pilihan lain. Selain itu, ada juga keinginan memperdalam kemampuan membaca ayat-ayat suci Al-Quran di diri muslim dewasa, namun ada rasa malu dan enggan untuk belajar lagi dari guru,” kata Hadi yang juga Guru Besar FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin ini, Selasa (5/3/2024).

Alasan itulah yang melatarbelakangi peluncuran ngaji.ai. Hadi menjelaskan, aplikasi berbasis AI dan ASR ini dapat memberi feedback untuk membantu pengguna mengetahui apakah pengucapannya sudah benar atau belum. Aplikasi ini juga menjawab tantangan proses belajar mengaji yang lebih fleksibel dan tanpa batas, siapapun bisa belajar mengaji di manapun, kapanpun dan di usia berapapun, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak belajar mengaji.

Hadi memaparkan, pembelajaran dengan ngaji.ai menerapkan scoring system, di mana pengguna akan mendapatkan nilai ketika menyelesaikan materi belajar dan mengerjakan latihan. Pengguna juga bisa memantau kemajuan belajarnya yang dibagi menjadi 3 tahapan yaitu pemula, menengah, dan mahir, yang diukur berdasarkan total skor yang dikumpulkan.

“Terdapat juga papan peringkat sebagai salah satu fitur gamification yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi pengguna untuk belajar terus. Pengguna juga dapat melihat detail pencapaian yang didapat oleh pengguna lain, serta dapat membagikan pencapaian ke media sosial,” ujarnya.

Banyak fitur yang dapat dinikmati melalui ngaji.ai, salah satunya, pengguna dapat mengetahui jadwal salat berdasarkan lokasi, dengan notifikasi waktu salat dan berbuka, serta mengetahui arah kiblat dengan koordinat yang tepat. Bagi pengguna yang ingin memeriksa kemampuan tadarus, fitur ASR pada menu tadarus bisa mendeteksi kelancaran pengguna mengaji.

Fitur exam juga dapat memastikan pengguna sudah menguasai materi dengan tepat atau masih ada area yang bisa diperbaiki. Aplikasi tersebut juga memiliki fitur rekomendasi ayat setiap hari untuk pendalaman ayat-ayat Al-Quran selama bulan Ramadan.

Founder Vokal.ai Martijn Enter mengungkapkan bahwa aplikasi ngaji.ai telah dikembangkan sejak 2020. Teknologi aplikasi tersebut dikembangkan bersama oleh para expert asal Indonesia dan Belanda di bidang data collection, materi pembelajaran mengaji, IT, dan machine learning.

Menurut Martijn, masa depan AI di dunia pendidikan Indonesia memiliki potensi yang besar sekali untuk kemajuan dan transformasi. AI dapat menyesuaikan pengalaman belajar berdasarkan kebutuhan masing-masing pelajar dan gaya belajar, sehingga bisa menghasilkan pengertian yang lebih dalam dan interaksi lebih baik.

“Aplikasi ngaji.ai dapat menyesuaikan level kesulitan dan kecepatan belajar berdasarkan performa pengguna. Aplikasi juga dapat memastikan adanya kemajuan pemahaman dan menghindari pengguna hilang motivasi untuk belajar,” ungkapnya.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved