Capital Market & Investment

Untung Rp2,6 Triliun pada 2023, BNLI Targetkan Kredit 2024 Tumbuh 9%

Untung Rp2,6 Triliun pada 2023, BNLI Targetkan Kredit 2024 Tumbuh 9%
Jajaran direksi Permata Bank (BNLI) usai public expose kinerja perseroan 2023. (foto Ubaidillah/SWA)

PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan kinerja yang cukup positif pada tahun 2023. Perseroan membukukan laba bersih Rp2,6 triliun atau tumbuh 28,4% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan usaha bank tumbuh sebesar 9,3% YoY menjadi Rp12,1 triliun, terutama dikontribusi oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 9,6% sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit pada tahun 2023. Pendapatan operasional sebelum provisi (PPOP) meningkat menjadi Rp5,9 triliun atau tumbuh sebesar 18,6% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Penyaluran kredit kepada masyarakat pada tahun 2023 tumbuh sebesar 4,3% YoY menjadi Rp142,2 triliun, didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit kepada Korporasi sebesar 6,1% YoY. Rasio Loan to Deposit (LDR) meningkat menjadi 74,8% pada Desember 2023 dibandingkan 68,9% pada Desember 2022 sejalan konsistensi untuk melakukan optimalisasi neraca bank,” kata Direktur Keuangan BNLI Rudy Basyir Ahmad, Kamis (07/03/2024).

Rudy mengaku pengelolaan kualitas aset dan portofolio kredit juga tetap terjaga. Ini tercermin dalam rasio Gross NPL dan Loan at Risk (LAR) perseroan Desember 2023 pada level masing-masing 2,9% dan 8,7%, semakin membaik dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, masing-masing pada level 3,1% dan 10,9%.

“Rasio NPL coverage dan rasio LAR coverage masing-masing di level 288% dan 94%. Perseroan berhasil membukukan rasio Cost to Income (CIR) yang semakin baik menjadi 51,5% pada Desember 2023 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 55,1%,” ujarnya.

Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga tercatat Rp188,3 triliun dengan tetap fokus untuk meningkatkan dana murah CASA, di mana rasio CASA terjaga di level 55%. Rasio permodalan bank adalah salah satu yang terkuat di antara bank komersial terbesar di Indonesia, dengan rasio CAR dan CET-1 masing-masing sebesar 38,7% dan 29,5%.

Sementara itu, Rudy mengungkapkan bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun 2024 tumbuh 7 hingga 9%. Target ini masih berada di bawah proyeksi Bank Indonesia dan OJK yang memproyeksikan kredit perbankan pada tahun 2024 tumbuh hingga 11%.

Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli menjelaskan, melihat hasil kinerja perseroan yang positif pada tahun 2023, perseroan akan terus mempertahankan pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan di masa depan, melalui pertumbuhan kredit yang sehat dengan prinsip kehati-hatian. “Bersinergi lebih erat dengan kapabilitas Bangkok Bank sebagai induk kami, untuk membangun reputasi regional yang lebih kuat di masa mendatang,” ungkapnya.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved